Incar Pertumbuhan PDB 6%, Prabowo: Ekonomi Harus Dirasakan Rakyat

Usai cetak pertumbuhan 5,45% di Semester I, Prabowo optimistis ekonomi 2026 capai 6% dan harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Diterbitkan 14 Agustus 2026, 16:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto optimistis terhadap prospek pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tahun 2026. Pemerintah meyakini pertumbuhan ekonomi nasional mampu menembus angka 6% hingga akhir tahun ini.

Prabowo memaparkan, perekonomian Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,61% pada Kuartal I/2026. Sementara itu, secara akumulatif pada Semester I/2026, pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,45%.

Menurut Presiden, capaian positif pada separuh pertama tahun ini menjadi fondasi yang kuat bagi pemerintah untuk mengejar akselerasi pertumbuhan yang lebih tinggi di paruh kedua 2026. 

"Dengan kebijakan-kebijakan yang tepat, yang rasional, yang menggunakan akal sehat, saya yakin pertumbuhan ekonomi kita di akhir tahun ini bisa mencapai angka 6%," ujar Prabowo saat memberikan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Investasi Masif Serap Jutaan Tenaga Kerja

Selain pertumbuhan PDB, Presiden juga menyoroti moncernya kinerja investasi sebagai penopang utama roda perekonomian nasional. Sepanjang tahun 2025 lalu, realisasi investasi Indonesia berhasil menembus Rp 1.931 triliun serta menyerap lebih dari 2,7 juta tenaga kerja baru.

Tren positif ini berlanjut pada Semester I/2026, di mana nilai realisasi investasi sudah membukukan Rp 1.010 triliun dan membuka lapangan kerja bagi lebih dari 1,4 juta orang.

Pertumbuhan Harus Dinikmati Rakyat Kecil

Kendati angka-angka makro ekonomi menunjukkan tren positif, Prabowo menegaskan bahwa tingginya angka PDB bukanlah satu-satunya indikator keberhasilan pembangunan. Pemerintah, tegas dia, berkewajiban memastikan pertumbuhan tersebut benar-benar berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. 

"Bagi saya pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan kita adalah kesejahteraan rakyat kita," kata Presiden.

Ia menekankan, setiap rupiah nilai investasi yang masuk harus berorientasi pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan taraf hidup masyarakat, khususnya kelompok ekonomi bawah. Sebab, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan ada artinya jika tidak dirasakan oleh masyarakat luas. 

"Pertumbuhan tinggi tidak bisa dinikmati oleh rakyat kita kebanyakan, tidak bermanfaat bagi kita," pungkas Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6