Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah menyiapkan tambahan likuiditas sekaligus skema pendanaan berbiaya lebih rendah bagi industri perbankan. Langkah ini diambil untuk mendorong penurunan suku bunga kredit.Â
Purbaya mengatakan, selain memastikan dukungan likuiditas hingga Rp 200 triliun pada tahun depan, pemerintah juga akan menambah dana sebesar Rp 40 triliun dan Rp 30 triliun pada pekan depan.
"Kita juga memastikan bahwa perbankan mendapat sumber pendanaan yang lebih rendah dari biasanya dengan menyuruh semua SMV (Special Mission Vehicle) di bawah Kementerian Keuangan untuk meminta bunga ke perbankan sama dengan yang diminta oleh pemerintah ke perbankan, yaitu 80% dari BI Rate," ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Rabu (5/8/2026).
Advertisement
Menurut dia, kebijakan tersebut ditargetkan mulai efektif berjalan secepatnya, bergantung pada posisi simpanan masing-masing lembaga di perbankan.
"Efektif mulai besok harusnya sudah jalan. Saya minta dalam waktu dekat itu dijalankan, harusnya minggu ini selesai semua," katanya.
Purbaya menjelaskan, langkah tersebut diharapkan dapat menurunkan biaya dana (cost of fund) perbankan sehingga ruang penyaluran kredit menjadi lebih besar dengan suku bunga yang lebih rendah.
"Jadi itu akan menurunkan cost of capital dari perbankan sehingga bank lebih leluasa dan bisa memberikan pinjaman dengan bunga yang lebih rendah," ujarnya.
Prabowo Perintahkan Himbara Turunkan Bunga Kredit
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312462/original/075432400_1785494670-email-attachment_2026_07_31_ariefhakim-at-klyid_prabowo-subianto-sebut-semua-negara-gagal-karena-elitnya-ribut_1000393889.jpg)
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menurunkan suku bunga kredit bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Instruksi tersebut disampaikan Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu.
Menurut Prabowo, kondisi saat ini masih menunjukkan ketimpangan karena masyarakat kecil justru dibebani bunga pinjaman yang lebih tinggi dibandingkan pelaku usaha besar.
"Orang miskin disuruh bayar bunga lebih tinggi daripada pengusaha besar. Saya perintahkan bank-bank pemerintah, ubah. Turunkan bunga untuk rakyat miskin," kata Prabowo.
Presiden menilai situasi tersebut tidak mencerminkan rasa keadilan. Sebab, kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih rendah justru menghadapi beban pembiayaan yang lebih berat.
Karena itu, ia meminta bank-bank milik negara memiliki keberpihakan sosial yang lebih kuat sekaligus mendukung penguatan ekonomi masyarakat.
Prabowo menegaskan keberadaan bank-bank pemerintah bukan hanya menjalankan fungsi bisnis semata, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk membantu memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat memperkuat daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di tingkat bawah.
Advertisement
Pengusaha Besar Punya Banyak Pilihan Pendanaan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312461/original/030286400_1785494655-email-attachment_2026_07_31_ariefhakim-at-klyid_prabowo-subianto-sebut-semua-negara-gagal-karena-elitnya-ribut_1000393888.jpg)
Â
Prabowo menilai pelaku usaha besar yang memiliki modal kuat seharusnya tidak terlalu bergantung pada fasilitas kredit berbunga rendah dari dalam negeri.
Menurut dia, perusahaan besar memiliki akses pembiayaan yang lebih luas, termasuk melalui lembaga keuangan komersial maupun pasar global.
Karena itu, ia menilai kebijakan pembiayaan yang lebih berpihak kepada masyarakat kecil menjadi bagian penting dalam menciptakan pemerataan ekonomi.
Pernyataan tersebut, lanjut Prabowo, sejalan dengan arah kebijakan ekonomi Pancasila yang menempatkan negara hadir untuk menjaga keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Di hari yang sama, pemerintah juga menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA). Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat penerimaan fiskal sekaligus menekan potensi kebocoran devisa negara.
Pemerintah berharap langkah strategis tersebut dapat meningkatkan kapasitas anggaran nasional sehingga ruang fiskal semakin kuat untuk mendukung berbagai program sosial dan perlindungan masyarakat.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316075/original/017563100_1785912131-cek_fakta_-_OJK_pinjaman_online__pinjol_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315947/original/020958800_1785905048-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T114257.981.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5180934/original/084797400_1743849572-20250405-Monas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8714532/original/000144500_1782797436-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-30T122233.633.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8630196/original/049757800_1782628026-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_12.58.06.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7898267/original/021588900_1780727716-images.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5579570/original/015916200_1778057243-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Mei_2026c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8231329/original/060521000_1781091772-1000344933.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5453610/original/007869400_1766482737-1a2f8c2a-8c24-4682-9524-a65d9f0750e8.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8630196/original/049757800_1782628026-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_12.58.06.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8630198/original/059442900_1782628026-WhatsApp_Image_2026-06-28_at_12.58.05.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305868/original/084134900_1784806171-email-attachment_2026_07_23_ariefhakim-at-klyid_menkeu-purbaya-belum-tentukan-pfii-berdiri-di-lahan-bumn_1000385986.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314737/original/024279100_1785772806-ks3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314739/original/094815400_1785772806-ks7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314735/original/061642000_1785772805-ks1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314548/original/009853300_1785749863-email-attachment_2026_08_03_ariefhakim-at-klyid_kssk-sektor-keuangan-ri-tetap-terjaga-di-tengah-geopolitik-global_1000396683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295138/original/014802100_1783915653-mbg5.jpg)