Bangun Rel 14.000 Km Luar Jawa, Danantara Turun Tangan

Danantara resmi terlibat dalam proyek pembangunan rel kereta sepanjang 14.000 Km di luar Jawa dengan kebutuhan dana Rp 1.200 triliun.

Diterbitkan 05 Agustus 2026, 14:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dipastikan bakal berpartisipasi dalam ekspansi jaringan perkeretaapian nasional di luar Pulau Jawa, yang mencakup pulau Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi.

"(Danantara) akan terlibat," ujar Asisten Deputi Pengembangan Konektivitas Antar Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK), Djoko Hartoyo, dikutip dari Antara di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Djoko menjelaskan bahwa rencana strategis perluasan konektivitas rel di luar Jawa memang sudah dirancang oleh pemerintah. Pihaknya pun menargetkan proyek-proyek tersebut dapat segera memasuki tahap pemancangan batu pertama (groundbreaking).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), membeberkan bahwa program perkeretaapian nasional ini ditargetkan tuntas pada 2045. Total perkiraan dana yang dibutuhkan secara bertahap menembus angka Rp 1.200 triliun. 

Alokasi dana raksasa tersebut difokuskan untuk pembentangan jalur rel baru maupun reaktivasi rute lama sepanjang kurang lebih 14.000 kilometer di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Langkah ini menjadi bagian penting dari peta jalan Indonesia Emas 2045 yang menuntut perencanaan matang serta dukungan pendanaan yang berkelanjutan.

Apabila penghitungan investasi tersebut disebar dalam kurun waktu 20 tahun, AHY mengestimasikan dana yang harus dialokasikan berada di kisaran Rp 60 triliun hingga Rp 65 triliun per tahun.

"Hitungan ini belumlah final. Kita masih akan menyempurnakan karena membangun, mengembangkan infrastruktur itu juga sangat tergantung pada kondisi geografis dari daerah-daerah yang akan kita kembangkan. Tapi paling tidak, itu hitungan awal yang bisa kita sampaikan sebagai bahan diskusi tadi," ujarnya.

Kebutuhan Rel Luar Jawa

Kebutuhan akan transportasi berbasis rel di luar Jawa saat ini memang masih sangat tinggi. Di wilayah Sumatera, bentangan rel yang ada baru mencapai 1.871 kilometer. Berdasarkan analisis jumlah populasi dan mobilitas warga, Sumatera masih membutuhkan tambahan jalur hingga 7.837 kilometer.

Kondisi yang paling menantang berada di Kalimantan, di mana jaringan rel kereta publik sama sekali belum ada. Padahal, kebutuhan minimal untuk menopang mobilitas di pulau tersebut diperkirakan menyentuh angka 2.772 kilometer.

Sementara di Sulawesi, operasional rel kereta baru membentang sepanjang 109 kilometer. Daerah ini masih memerlukan ekspansi jalur sekitar 3.284 kilometer lagi agar konektivitas regional dapat berjalan optimal.

AHY menyadari bahwa ambisi pembangunan rel lintas pulau ini mustahil direalisasikan secara mendadak. Oleh sebab itu, eksekusinya akan dibagi ke dalam skema jangka menengah dan panjang, yang diawali dengan penentuan skala prioritas atau quick wins.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6