Bongkar Kecurangan Beras Fortifikasi, Bapanas Bakal Cabut Izin Edar

Dijual mahal tapi miskin gizi, kecurangan beras fortifikasi dibongkar. Bapanas tegas akan cabut izin edar produsen yang menipu warga.

Diterbitkan 01 Agustus 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bakal mencabut izin edar produk beras fortifikasi yang kedapatan tidak sesuai aturan. Tak berhenti di situ, produsen yang melanggar juga akan diproses secara hukum.

"Saya sebagai Kepala Bapanas, untuk Pak Sestama (Sekretaris Utama Bapanas) dan Pak Deputi, cabut izinnya. Perintahkan ke bawah. Itu kewenanganku. Cabut izinnya dan tidak boleh mengedarkan, karena ini sudah hasil laboratorium," kata Amran dikutip dari Antara, Sabtu (1/8/2026).

Langkah tegas ini diambil menyusul adanya temuan dari pengawasan dan pengujian laboratorium terhadap sejumlah merek beras fortifikasi serta beras berklaim gizi yang ternyata tidak memenuhi standar. Amran pun langsung memerintahkan jajarannya di Bapanas untuk segera menarik izin edar merek-merek bermasalah tersebut. 

Temuan ini berawal dari inspeksi Bapanas di wilayah Jakarta pada April 2026 lalu. Dari 15 sampel yang diuji, terdiri atas 3 sampel beras fortifikasi dan 12 sampel beras klaim gizi, mayoritas justru tidak lolos uji laboratorium.

Padahal, beras fortifikasi (beras yang diperkaya gizi khusus) wajib memenuhi standar kandungan nutrisi dari pemerintah, seperti vitamin B1, B12, asam folat, zat besi, dan seng.

Namun, hasil uji lab terhadap 12 sampel beras berklaim gizi menunjukkan hal mengejutkan, hanya 3 sampel yang memenuhi syarat, sedangkan 9 sampel sisanya gagal uji. Bahkan, ada 3 sampel yang sama sekali tidak mencantumkan persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG) pada kemasannya. 

Melihat fakta ini, Amran bertindak cepat dengan menggandeng aparat penegak hukum. "Hari ini, Pak Sestama langsung menyurat ke Satgas Pangan. Nanti berikutnya, saya menyurat langsung ke Kapolri. Ini panjang, aku kejar. Saya siap pertaruhkan segalanya demi petani, demi rakyat Indonesia," tambah Amran.

Dijual Mahal tapi Tak Sesuai Standar

Sebagai informasi, beras fortifikasi adalah beras sosoh yang dicampur dengan nutrisi khusus agar mengandung gizi tertentu. Di Indonesia, produsen beras jenis ini wajib mengantongi izin edar Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) dari Bapanas dan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD), serta memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 9372:2025. 

Berdasarkan SNI tersebut, tiap 100 gram beras fortifikasi idealnya mengandung:

  • Vitamin B1: minimal 0,25 miligram
  • Asam Folat: 0,25–0,38 miligram
  • Vitamin B12: 1,0–1,5 mikrogram
  • Zat Besi: 3,50–5,25 miligram
  • Seng: 3,0–4,5 miligram

Namun di lapangan, Bapanas justru menemukan beras jenis ini dijual dengan harga yang sangat melambung jauh di atas Harga Eseran Tertinggi (HET) beras premium, padahal kandungan gizinya minim.

"Sekarang ini yang tidak sesuai hasil lab, bayangkan, lebih gila lagi, ini Rp 22.000 average per kilo, tapi ini ada yang jual sampai Rp 42.000 per kilo. Masuk akal gak? Ini baru sampel kita ambil, itu asumsi kerugian konsumen bisa sampai Rp71 triliun," beber Amran.

Kadar Gizi Tidak Cocok

Dari salah satu sampel, ada produk yang dibanderol hingga Rp 42.500 per kilogram. Setelah dicek di laboratorium, kadar gizinya ternyata tidak cocok dengan label persentase AKG yang tertera di kemasan.

Secara keseluruhan, 15 sampel yang diuji Bapanas tersebut berasal dari 9 produsen yang mengedarkan 15 merek dagang berbeda.

"Ini adalah baru. Ada babak baru. Tapi, ini masih sementara. Kita cek ulang lagi. Mereka memang tidak tobat, makanya kami cek langsung. Ini pun dari aduan dan keluhan masyarakat," jelas Amran. 

Menindaklanjuti keresahan warga, Bapanas berencana memperluas cakupan razia dan pengawasan. Ke depan, Bapanas bersama laboratorium terakreditasi bakal menguji sedikitnya 200 sampel dari 40 merek dagang beras fortifikasi dan beras berklaim gizi di 11 provinsi di Indonesia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6