Satu Pintu Lewat DSI, Devisa Ekspor Tembus Rp 205,9 Triliun dalam Sebulan

Kebijakan ekspor satu pintu lewat DSI sukses kumpulkan devisa Rp 205,9 triliun dalam sebulan. Menko Zulhas sebut angka ini melonjak tajam.

Diterbitkan 27 Juli 2026, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan), Zulkifli Hasan membeberkan pencapaian PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Hanya dalam kurun waktu Juni hingga Juli 2026, perusahaan pengelola kebijakan ekspor satu pintu sumber daya alam ini mengelola devisa mencapai US$ 12 miliar, atau sekitar Rp 205,9 triliun. 

Zulkifli mengungkapkan, lonjakan ini terbilang sangat signifikan jika dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya.

"Baru satu bulan sudah US$ 12 miliar, dulu hanya sekitar US$ 3 miliar," ujar pria yang akrab disapa Zulhas ini di Semarang, dikutip dari Antara, Senin (27/7/2026).

Melalui kehadiran DSI, seluruh arus ekspor komoditas sumber daya alam kini terintegrasi lewat satu pintu. Langkah ini diambil untuk memaksimalkan potensi kekayaan alam Indonesia yang melimpah. mulai dari emas, nikel, batubara, hingga timah yang selama ini kerap tergerus oleh praktik korupsi dan tambang ilegal.

Zulkifli menyoroti bagaimana aktivitas tambang ilegal di berbagai daerah telah menyedot potensi pendapatan negara hingga ratusan triliun rupiah selama bertahun-tahun.

"Ada tambang yang menghasilkan puluhan triliun rupiah, namun tidak berizin. Sudah berpuluh-puluh tahun beroperasi," tegasnya.

Penyimpangan berlarut-larut itulah yang ingin dibenahi pemerintah lewat pembentukan DSI. Zulkifli tak menampik bahwa merombak sistem besar yang sudah lama mengakar bukanlah perkara mudah. Namun, ia optimistis pemerintah berkomitmen penuh untuk membereskannya. "Ada masalah iya, tetapi akan kita selesaikan," katanya.

Prabowo soal Pembentukan DSI

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) bertujuan memperkuat tata kelola serta konsolidasi ekspor komoditas strategis Indonesia. 

Menurutnya, perusahaan tersebut dibentuk agar negara memiliki kendali yang lebih baik terhadap arus ekspor dan penerimaan devisa.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

"Agar negara mengetahui berapa yang diekspor, kepada siapa dijual, berapa harga sebenarnya, berapa devisa yang seharusnya kembali ke Indonesia. Itu tujuannya. Ya biasa pertama, banyak yang nyinyir, yang ini dan sebagainya. Tapi ternyata, ternyata dunia luar mengakui bahwa ini adalah langkah Indonesia yang benar," kata Prabowo.

Senjata Pemerintah Tutup Kebocoran Devisa Ekspor

 

Pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) menjadi inisiatif penting, sekaligus langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan pendapatan negara dari sektor pengelolaan sumber daya alam.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menegaskan bahwa landasan utama dari pembentukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ekspor tersebut merupakan jawaban atas transaksi miliaran dolar Amerika Serikat yang merugikan negara selama bertahun-tahun.

DSI dibentuk sebagai respons atas kebocoran devisa hasil ekspor (DHE) yang selama ini menekan potensi penerimaan secara signifikan. Pemerintah meyakini bahwa optimalisasi kas negara hanya dapat dicapai melalui pengawasan terhadap seluruh transaksi perdagangan komoditas utama di pasar internasional.

Dony menyatakan, terdapat fakta yang harus diakui mengenai aktivitas perdagangan yang menghambat optimalisasi kontribusi sektor industri terhadap kas negara, terutama melalui praktik-praktik manipulasi harga jual ke perusahaan afiliasi serta pelaporan transaksi di bawah nilai aktual yang seharusnya dibayarkan kepada otoritas pajak nasional.

"Yang penting idenya kita sepakat dulu bahwa selama ini ada fakta yang terjadi terkait transfer pricing dan under invoicing," ujar Dony.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6