Panda Bonds Perdana Indonesia Laris, Permintaan Tembus 2,4 Kali

Panda Bonds perdana Indonesia mendapat respons positif investor China dengan total pemesanan mencapai 17 miliar yuan.

Diterbitkan 24 Juli 2026, 21:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia untuk pertama kalinya berhasil menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) berdenominasi yuan China atau Panda Bonds senilai 7 miliar yuan, setara sekitar US$ 1,033 miliar atau sekitar Rp 15 triliun. Dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026.

Penerbitan perdana Panda Bonds dilakukan pada 23 Juli 2026 dengan memanfaatkan momentum positif di pasar obligasi domestik China. Instrumen ini diterbitkan dalam dua seri, yakni tenor tiga tahun senilai 5,6 miliar yuan dengan kupon 1,90%, serta tenor lima tahun senilai 1,4 miliar yuan dengan kupon 2,19%.

Dikutip dari laman Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Jumat (24/7/2026), pemerintah menyebut transaksi tersebut mendapat sambutan yang sangat baik dari investor di pasar domestik China. Total pemesanan (peak orderbook) mencapai sekitar 17 miliar yuan, atau setara 2,4 kali dari nilai obligasi yang ditawarkan (bid-to-cover ratio).

Besarnya minat investor tersebut memungkinkan pemerintah memperoleh biaya pendanaan yang lebih efisien melalui penetapan tingkat imbal hasil (yield) yang kompetitif.

Kementerian Keuangan menilai tingginya permintaan investor mencerminkan kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia, kredibilitas pengelolaan fiskal, serta strategi komunikasi pemerintah dengan investor di China yang dinilai berjalan efektif.

 

 

Peringkat Kredit Tertinggi

Panda Bonds merupakan surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan asing di pasar obligasi domestik China dengan denominasi mata uang yuan. Melalui instrumen ini, Indonesia memperluas sumber pembiayaan sekaligus mendiversifikasi basis investor global.

Obligasi yang diterbitkan kali ini terdiri atas seri RICNY0729 dengan tenor tiga tahun yang jatuh tempo pada 30 Juli 2029, serta seri RICNY0731 bertenor lima tahun yang akan jatuh tempo pada 30 Juli 2031.

Proses penetapan harga (pricing) dilakukan pada 23 Juli 2026, sedangkan penyelesaian transaksi (settlement) dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli 2026 atau T+5.

Dalam penerbitan perdana tersebut, Panda Bonds Indonesia memperoleh peringkat kredit tertinggi, yakni AAA (Stable) dari China Lianhe Credit Rating Co., Ltd.. Peringkat tersebut menunjukkan kualitas kredit yang sangat baik di pasar obligasi domestik China dan menjadi salah satu faktor yang mendukung tingginya minat investor.

 

 

Penjamin Emisi dan Pengelola Pembukuan

Penerbitan Panda Bonds melibatkan sejumlah lembaga keuangan internasional dan China sebagai penjamin emisi (underwriter) maupun pengelola pembukuan (bookrunner).

Bank of China Limited bertindak sebagai Lead Underwriter dan Lead Bookrunner. Sementara itu, China International Capital Corporation Limited (CICC), CITIC Securities Co., Ltd., DBS Bank (China) Limited, dan Industrial and Commercial Bank of China Limited (ICBC) berperan sebagai Joint Lead Underwriters sekaligus Joint Bookrunners.

Adapun Agricultural Bank of China Limited, China Construction Bank Corporation (CCB), dan The Export-Import Bank of China bertindak sebagai Co-Managers dalam transaksi tersebut.

Keberhasilan penerbitan Panda Bonds perdana ini menjadi tonggak baru dalam strategi pembiayaan pemerintah. Selain memperluas akses ke pasar keuangan internasional, transaksi tersebut juga memperkuat hubungan Indonesia dengan pasar modal China serta membuka peluang diversifikasi sumber pendanaan pemerintah di tengah dinamika pasar keuangan global.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6