5 Kereta Api dengan Rute Terpanjang di Indonesia

Simak daftar 5 kereta api dengan rute terpanjang di Indonesia yang menembus 1.000 KM. Dari Jakarta hingga Banyuwangi.

Diterbitkan 19 Juli 2026, 10:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menikmati perjalanan lintas provinsi di Pulau Jawa kini semakin diminati berkat kenyamanan transportasi berbasis rel yang terus bersolek. Bagi sebagian orang, perjalanan jauh bukan lagi sekadar rutinitas berpindah tempat, melainkan sebuah rekreasi visual.

Menatap hamparan hijau dan deretan kota dari balik jendela gerbong menghadirkan romansa tersendiri yang membuat durasi belasan jam di kereta terasa begitu dinikmati. Fenomena inilah yang melatarbelakangi hadirnya rute-rute legendaris pembelah pulau.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan beragam layanan kereta api jarak jauh yang menghubungkan kota-kota di Pulau Jawa. Di antara layanan tersebut, terdapat lima kereta api dengan relasi perjalanan terpanjang yang menempuh jarak sekitar 825 kilometer hingga lebih dari 1.000 kilometer.

Perjalanan panjang tersebut menawarkan pengalaman yang menarik bagi pelanggan. Dari balik jendela kereta api, pelanggan dapat menikmati perubahan pemandangan mulai dari kawasan perkotaan, persawahan, pegunungan, pesisir, hingga bentang alam di ujung timur Pulau Jawa.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan beragam relasi kereta api jarak jauh memberi masyarakat banyak pilihan perjalanan antarkota, termasuk layanan dengan jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer.

"Setiap kereta api memiliki karakter perjalanan, kota pemberhentian, dan daerah tujuan yang berbeda. Masyarakat dapat memilih layanan sesuai kebutuhan, baik untuk berlibur, mengunjungi keluarga, bekerja, menempuh pendidikan, maupun menjalankan kegiatan usaha,” kata Anne dikutip dari laman resmi KAI, Minggu (19/7/2026).

Rincian 5 KA Relasi Terpanjang di Indonesia

1.  KA Blambangan Ekspres (Pasar Senen–Ketapang pp)

Jarak yang ditempuh berkisar 1.030 kilometer. Pada tahun 2025, kereta ini sukses melayani 533.988 pelanggan dan berlanjut pada Semester I 2026 dengan catatan 247.142 pelanggan.

2.  KA Sangkuriang (Bandung–Ketapang pp)

Rute ini membentang sejauh 1.002 kilometer. Sejak mulai beroperasi pada Mei hingga Juni 2026, KA Sangkuriang telah melayani 133.119 pelanggan.

3.  KA Pandalungan (Gambir–Jember pp)

Menempuh jarak sekitar 919 kilometer. Sepanjang tahun 2025 relasinya telah melayani 409.200 pelanggan, disusul dengan 211.325 pelanggan pada Semester I 2026.

4.  KA Gajayana (Gambir–Malang pp)

Jalur ini membentang sepanjang 904 kilometer. Tercatat ada 308.106 pelanggan pada 2025 dan 162.379 pelanggan pada Semester I 2026.

5.  KA Gaya Baru Malam Selatan (Pasar Senen–Surabaya Gubeng pp)

Menghubungkan kedua kota dengan jarak sekitar 825 kilometer. Kereta ini melayani 389.736 pelanggan pada tahun 2025 dan 198.582 pelanggan pada Semester I 2026.

Rincian Perjalanan

KA Blambangan Ekspres menempati peringkat pertama sebagai kereta api dengan relasi terpanjang di Indonesia. Perjalanannya menghubungkan Jakarta dengan Ketapang di Banyuwangi melalui sejumlah kota di pesisir utara dan timur Pulau Jawa, seperti Cirebon, Semarang, Cepu, Bojonegoro, Surabaya, Probolinggo, dan Jember.

Setibanya di Banyuwangi, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan menuju berbagai destinasi wisata, seperti Kawah Ijen, Taman Nasional Alas Purwo, Pantai Pulau Merah, kawasan kota Banyuwangi, maupun Pelabuhan Ketapang untuk perjalanan lanjutan menuju Bali.

Di peringkat kedua, KA Sangkuriang menghubungkan Bandung dengan Ketapang melalui lintas selatan Pulau Jawa. Dalam perjalanannya, kereta api ini melayani sejumlah kota seperti Tasikmalaya, Banjar, Kroya, Yogyakarta, Solo, Madiun, Surabaya, Probolinggo, Jember, dan Banyuwangi.

Kehadiran KA Sangkuriang memperluas pilihan perjalanan langsung bagi masyarakat Jawa Barat menuju Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Pelanggan dapat melakukan perjalanan panjang dalam satu kereta api tanpa perlu berpindah layanan di tengah perjalanan.

Rincian Perjalanan Kereta Lainnya

KA Pandalungan berada di posisi ketiga dengan relasi Gambir–Jember. Kereta api ini menghubungkan pusat Jakarta dengan kawasan Tapal Kuda Jawa Timur melalui Cirebon, Semarang, Bojonegoro, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, hingga Jember. Relasi tersebut mendukung perjalanan masyarakat menuju pusat pendidikan, pemerintahan, perdagangan, serta pariwisata di wilayah Jawa Timur.

Dari Jember, pelanggan juga dapat melanjutkan perjalanan menuju berbagai destinasi alam dan budaya di kawasan Jember, Lumajang, Bondowoso, dan sekitarnya.

Pada posisi keempat, KA Gajayana melayani perjalanan antara Gambir dan Malang. Jalurnya melewati sejumlah kota di lintas selatan, seperti Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Madiun, Kediri, Tulungagung, Blitar, dan Kepanjen.

Perjalanan tersebut menghadirkan akses menuju sejumlah kota wisata dan budaya. Pelanggan dapat merencanakan liburan ke Yogyakarta, Solo, Blitar, hingga Malang yang dikenal dengan wisata sejarah, kuliner, pegunungan, serta beragam destinasi keluarga.

Melengkapi lima besar, KA Gaya Baru Malam Selatan menghubungkan Pasar Senen dengan Surabaya Gubeng. Kereta api ini melayani perjalanan melalui Cirebon, Purwokerto, Kutoarjo, Yogyakarta, Madiun, Nganjuk, Kertosono, Jombang, dan Mojokerto.

Dengan banyaknya kota yang dilayani, KA Gaya Baru Malam Selatan menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan antardaerah di lintas selatan Jawa. Layanan tersebut mendukung perjalanan menuju pusat kegiatan ekonomi, kawasan pendidikan, destinasi wisata, dan tempat tinggal keluarga.

Dampak Nyata Ekonomi

Kehadiran rute-rute panjang ini tidak sekadar memindahkan penumpang, namun juga membawa dampak ekonomi yang nyata. Anne menjelaskan, keberadaan kereta api jarak jauh juga memberikan manfaat bagi daerah yang dilalui. Aktivitas pelanggan di stasiun dapat mendukung transportasi lanjutan, penginapan, kuliner, pusat oleh-oleh, dan pelaku usaha di sekitar stasiun maupun destinasi tujuan.

"Perjalanan panjang dengan kereta api memberi ruang bagi pelanggan untuk beristirahat, berbincang bersama keluarga, membaca, bekerja, atau menikmati pemandangan. Pengalaman berlibur pun dapat dimulai sejak kereta api meninggalkan stasiun keberangkatan,” ujar Anne.

Guna mendukung kenyamanan tersebut, KAI mengajak masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal dengan memeriksa jadwal, relasi, stasiun pemberhentian, dan ketersediaan tiket melalui aplikasi Access by KAI. Pelanggan juga diimbau datang lebih awal ke stasiun serta memastikan barang bawaan tetap terjaga selama perjalanan.

"KAI akan terus mengevaluasi pelayanan di stasiun dan selama perjalanan agar masyarakat semakin mudah menjangkau berbagai kota di Indonesia dengan aman dan nyaman," tutup Anne.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6