Stimulus Ekonomi Dikucurkan, Ekonom Prediksi Dampaknya Terbatas

Ekonom menilai, pemberian stimulus ekonomi ide bagus, tetapi hadapi sejumlah tantangan ekonomi seperti inflasi.

Diterbitkan 23 Juni 2026, 14:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ekonom Senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai langkah pemerintah menggelontorkan berbagai stimulus ekonomi pada kuartal II 2026 merupakan kebijakan yang tepat. Namun, ia memperkirakan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek masih akan terbatas karena dihadapkan pada berbagai tekanan ekonomi yang terjadi secara bersamaan.

Pemerintah sebelumnya telah mengumumkan sejumlah stimulus ekonomi, mulai dari insentif di sektor transportasi, dukungan bagi dunia usaha, hingga program magang untuk meningkatkan aktivitas ekonomi dan menjaga daya beli masyarakat.

Menurut Wijayanto, kebijakan stimulus pada dasarnya merupakan langkah yang baik untuk membantu perekonomian. Namun, besarnya dampak yang dihasilkan dinilai belum akan signifikan pada kuartal II tahun ini.

"Stimulus merupakan ide bagus, tetapi dampak ekonomi untuk kuartal dua rasanya akan sangat minim. Karena pada saat yang bersamaan berbagai guncangan ekonomi (inflasi, nilai tukar, suku bunga, daya beli, dan lain-lain terjadi, dan ini sangat menahan laju ekonomi,” kata Wijayanto kepada Liputan6.com, Selasa (23/6/2026).

Ia menambahkan, stimulus tersebut tetap memiliki pengaruh positif terhadap aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat. Namun, efektivitasnya dinilai terbatas apabila melihat besaran anggaran serta bentuk program yang diberikan.

“Pasti bisa, tetapi tidak signifikan jika dilihat dari nilai dan bentuknya,” ujarnya.

Wijayanto menilai dampak stimulus terhadap sektor riil juga belum akan terasa secara kuat. Menurut dia, program yang diluncurkan pemerintah belum cukup besar untuk memberikan dorongan berarti bagi pelaku usaha maupun aktivitas produksi.

Ia menyebutkan, nilai stimulus yang relatif kecil serta desain program yang belum optimal membuat manfaatnya bagi sektor riil menjadi terbatas.

Secara keseluruhan, Wijayanto memperkirakan stimulus pemerintah dapat membantu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi pada semester II 2026. Namun, kontribusinya diperkirakan tidak akan terlalu besar selama tekanan terhadap inflasi, nilai tukar, suku bunga, dan daya beli masyarakat masih membayangi perekonomian nasional.

 

Pemerintah Terbitkan Paket Stimulus Ekonomi Mulai Kuartal II 2026, Simak Isinya

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengumumkan sederet stimulus ekonomi yang diberikan pemerintah mulai kuartal II 2026 ini. Ada insentif pajak, pajak ditanggung pemerintah, diskon transportasi, hingga program magang nasional.

Airlangga memanggil sejumlah menteri terkait dalam rangka penyiapan stimulus ekonomi ini. Beberapa mulai berjalan sejak kuartal II 2026, dan lainnya mulai semester 2 2026.

Pertama, ada keringanan pajak penghasilan (PPh) bagi penulis.

"Kita sudah putuskan untuk memberikan insentif pajak, untuk penulis diberikan PPh final sebesar 1,5 persen. Karena ini merupakan janji kampanye Bapak Presiden, maka ini akan segera dilaksanakan," kata Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Kedua, ada diskon angkutan transportasi kereta api, angkutan laut, dan angkutan penyeberangan dengan anggaran disiapkan sekitar Rp 190,5 militar dengan target penerima 3.074.889 orang.

"Sedangkan ini nanti disiapkan juga untuk Nataru, kita sudah persiapkan, anggarannya Rp 161,4 miliar, dan penerima manfaatnya 2.874.381 orang," urai dia.

Anggaran yang Disiapkan

Kemudian, ada pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk transportasi udara yang berlaku periode libur anak sekolah 24 Juni–5 Juli 2026.

Anggaran disiapkan sebesar Rp 472,7 miliar dengan target 2,3 juta penumpang kelas ekonomi. Periode Nataru pada 22 Desember 2026 sampai 10 Januari 2027 disiapkan anggaran Rp 722,7 miliar.

"Kemudian untuk transportasi udara, seperti biasa diberikan diskon 30% dan PPN ditanggung pemerintah dalam momen Lebaran ini khusus untuk kelas ekonomi, itu disiapkan anggaran sebesar Rp 472,7 miliar, targetnya 2,3 juta penumpang. Kemudian PPN DTP pada saat Nataru, itu disiapkan Rp 722,7 miliar, dengan target 3,7 juta penumpang," jelas dia.

Magang Nasional dan Vokasi

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pelaksanaan program Magang Nasional untuk 150 ribu peserta. Anggaran negara disiapkan sebesar Rp 4,14 triliun.

"Selanjutnya juga dibahas terkait dengan program magang nasional, dan batch 4 ini akan dilakukan di bulan Juli untuk 150.000 peserta, dengan anggaran sebesar Rp 4,14 triliun," ucap dia.

"Kemudian juga program vokasi nasional, itu ditargetkan untuk 220.000 lulusan SMK, dan 50.000 pekerja yang terPHK, dengan anggaran Rp 2,12 triliun. Jadi itu yang tadi dibahas, dan ini semuanya diharapkan bisa menjadi stimulus di kuartal ke-2," imbuh Airlangga.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6