AS-Iran Sepakat Buka Selat Hormuz, Harga Minyak Anjlok

Harga minyak mentah AS atau WTI dan Brent kompak turun setelah Presiden AS Donald Trump menuturkan sudah ada kesepakatan dengan Iran.

Diterbitkan 15 Juni 2026, 07:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga minyak dunia anjlok pada Minggu, 14 Juni 2026 (Senin pagi Waktu Jakarta) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, AS telah menyelesaikan kesepakatan dengan Iran untuk kembali membuka Selat Hormuz.

Mengutip CNBC, Senin, (15/6/2026), Harga minyak mentah AS turun 4,8% menjadi US$ 80,80 per barel pada pukul 18.01 ET. Harga Brent turun 3,9% menjadi US$ 83,89 per barel.

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai,” kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.

Ia menuturkan, Selat Hormuz akan dibuka tanpa sistem bea masuk dan AS akan mengakhiri blokade angkatan lautnya terhadap Iran.

“Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin Anda,” kata Trump. “Biarkan minyak mengalir!”

Dalam unggahan selanjutnya, Trump mengatakan, selat tersebut akan dibuka pada Jumat, hari di mana upacara penandatanganan perjanjian perdamaian resmi akan diadakan di Swiss.

“Dengan dibukanya Selat setelah penandatanganan perjanjian pada Jumat, untuk keperluan pembersihan ranjau, minyak akan mengalir kembali di kedua ujungnya untuk kawasan, dan dunia!," katanya.

Sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz sebelum lalu lintas kapal tanker anjlok pada awal Maret karena serangan Iran. Gangguan di Hormuz telah memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan, pada Minggu, AS dan Iran telah menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk Lebanon. Perdana Menteri Pakistan telah bertindak sebagai mediator antara AS dan Iran.

“Kami ingin berterima kasih kepada Amerika Serikat dan Republik Islam Iran atas komitmen mereka untuk menemukan solusi diplomatik untuk konflik ini,” kata Sharif. Para mediator akan memfasilitasi pertemuan minggu ini untuk meletakkan dasar bagi pembicaraan teknis dan upacara penandatanganan resmi, katanya.

 

 

Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Bakal Naik

CEO perusahaan kapal tanker minyak Frontline mengatakan kepada CNBC minggu lalu, ia memperkirakan, lalu lintas kapal melalui Hormuz akan meningkat dengan cepat jika AS dan Iran mencapai kesepakatan yang kredibel.

“Saya sebenarnya sangat optimis begitu keadaan berbalik dan AS dan Iran telah menemukan semacam solusi. Ada kesepakatan, setidaknya untuk tidak menyerang pengiriman barang, bahwa transit tersebut akan segera dilanjutkan," kata CEO Frontline, Lars Barstad.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6