Kampanye Ini Ajak Masyarakat Terapkan Gaya Hidup Rendah Karbon

Dengan menghadirkan akses yang lebih luas kepada masyarakat, kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif publik dalam menjawab tantangan global.

Diterbitkan 25 April 2026, 19:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat diajak berpartisipasi dalam gaya hidup rendah karbon melalui langkah yang sederhana, terukur, dan dapat diakses secara luas, di tengah meningkatnya dampak perubahan iklim yang semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kampanye yang dilakukan IDXCarbon Bersama Pertamina New & Renewable energy (Pertamina NRE), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan Jejakin bertajuk Aku Net Zero Hero, masyarakat diajak berpartisipasi dalam perdagangan karbon.

Direktur Sumber Daya Manusia & Penunjang Bisnis Pertamina NRE, A.A.A. Indira Pratyaksa, di mana kampanye ini mengaitkan langsung antara aksi individu dan dampak nyata di lapangan.

“Ketika seseorang melakukan offsetting , sesungguhnya ia sedang mendukung proyek nyata seperti pengolahan limbah menjadi energi di Sei Mangkei. Di situlah esensi dari transisi energi, bagaimana setiap langkah kecil dapat dikonversi menjadi dampak lingkungan dan sosial yang berkelanjutan,” ujarnya di Jakarta..

Kampanye ini menjadi bagian dari upaya memperluas literasi publik terkait pasar karbon sekaligus membangun ekosistem yang inklusif dan kredibel.

Dengan menghadirkan akses yang lebih luas kepada masyarakat, kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif publik dalam menjawab tantangan global menuju target Net Zero Emission Indonesia 2060.

Pertamina NRE sebagai pionir perdagangan kredit karbon di IDXCarbon pertama kali memperdagangkan kredit karbonnya yang bersumber dari proyek pembangkit lisrik tenaga panas bumi area Lahendong unit 5 dan 6.

Kali ini Pertamina NRE Kembali menerbitkan kredit karbon dari proyek yang berbeda, yaitu pembangkit listrik tenaga biogas (PLTBg) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei yang dikelolanya

 

Jadi Solusi

 

PLTBg Sei Mangkei memiliki kapasitas sebesar 2,4 Megawatt (MW) dan mengolah palm oil mill effluent (POME) atau limbah cair kelapa sawit (POME) untuk menjadi energi listrik, sehingga turut berkontribusi terhadap mengurangi emisi gas metana secara signifikan.

Proyek ini mencerminkan bagaimana solusi berbasis energi bersih tidak hanya berkontribusi pada penurunan emisi, tetapi juga menghadirkan nilai tambah ekonomi serta keberlanjutan di tingkat operasional.

Kredit karbon ini berkontribusi dalam bentuk aksi kampanye bersama pengurangan emisi karbon melalui Livin’ Planet dalam aplikasi Livin’ by Mandiri, aplikasi mobile banking milik Bank Mandiri. Kampanye ini juga menggandeng jejakin dalam perhitungan karbonnya.

Melalui kampanye ini, masyarakat khususnya pengguna Livin’ by Mandiri diperkenalkan pada konsep carbon offset, yaitu mekanisme kompensasi atas emisi karbon yang dihasilkan dengan pembelian kredit karbon yang mendukung proyek-proyek penurunan emisi yang telah terverifikasi.

“Perubahan iklim bukan lagi isu jangka panjang, dampaknya sudah kita rasakan hari ini. Karena itu, aksi harus dimulai sekarang dan melibatkan semua pihak. Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan solusi yang membuat kontribusi individu menjadi lebih mudah, terukur, dan terhubung langsung dengan dampak nyata di lapangan,” tutup Indira.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6