Pertamina Gandeng Aparat Investigasi Penyebab Kebakaran di SPBE Cimuning

Pertamina Patra Niaga bersama SPBE berkomitmen memastikan penanganan keluhan masyarakat imbas insiden kebakaran di SPBE Cimuning

Diterbitkan 02 April 2026, 17:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menyampaikan pihaknya bersama aparat berwenang akan menyelidiki penyebab insiden kebakaran yang terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Indogas Andalan Kita pada Rabu, 1 April 2026 sekitar pukul 21.00.

Area Manager Communications, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Susanto August Satria menuturkan, pihaknya fokus pada penanganan setelah kejadian, termasuk memastikan keselamatan masyarakat sekitar, penanganan korban terdampak dan pekerja SPBE.

Pertamina Regional JBB mengapresiasi tinggi atas kerja cepat dan sinergi Tim Pemadam Kebakaran Kota dan Kabupaten Bekasi untuk mengatasi insiden serta dukungan TNI dan Polri dalam mengamankan perimeter lokasi sehingga penanganan dapat berjalan dengan lancar dan tidak menimbulkan dampak lanjutan.

Ia menuturkan,Pertamina bersama aparat berwenang akan investigasi penyebab insiden tersebut.

“Terkait penyebab insiden, akan dilakukan investigasi lebih lanjut bersama aparat berwenang,” ujar dia seperti dikutip dari keterangan resmi, Kamis (2/4/2026).

Pertamina Patra Niaga bersama pihak SPBE berkomitmen untuk bertanggung jawab atas insiden ini termasuk memastikan penanganan keluhan masyarakat terdampak dilakukan dengan baik dan optimal.

“Pertamina Patra Niaga telah meminta pihak SPBE untuk melakukan penanganan terbaik bagi korban terdampak. Adapun data jumlah korban masih dalam proses pendataan dan akan disampaikan lebih lanjut,” ujar dia.

Pasokan LPG Aman

Susanto memastikan pasokan LPG kepada masyarakat tetap aman. Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan skema Regular Alternative Emergency (RAE) dengan dukungan suplai dari SPBE terdekat antara lain:

1.SPBE PT Kenrope Sarana Pratama (kurang lebih 5,8KM).

2.SPBE PT Pacific Sumber Segara (kurang lebih 7,1KM)

3.SPBE PT Dharma Wira Sentosa (kurang lebih 7,9KM).

Selain itu, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat juga memohon maaf atas insiden yang terjadi di SPBE Indogas Andalan Kita. Susanto menuturkan, pihaknya bersama pihak SPBE bergerak cepat untuk berkoordinasi dengan Tim Pemadam Kebakaran setempat dalam upaya penanganan insiden. “Api berhasil dipadamkan oleh Tim Damkar Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi sekitar jam 12 dinihari,” kata dia.

Jamin Kebakaran SPBE Tak Ganggu Pasokan LPG, Pertamina: Jangan Panic Buying

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Commercial & Trading Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan LPG tetap aman. Usai adanya kebakaran hebat yang melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning di Kota Bekasi pada Rabu (1/4/2026) malam.

Area Manager Communications, Relations & CSR Regional JBB Pertamina Patra Niaga Susanto August Satria mengatakan, SPBE Cimuning dikelola oleh badan usaha swasta yang jadi salah satu mitra dari Pertamina Patra Niaga.

"SPBE milik swasta, yaitu PT Indogas Andalan Kita," ujar Susanto kepada Liputan6.com, Kamis (2/4/2026).

Pasca insiden kebakaran, ia menyebut bahwa pihaknya telah memastikan pasokan LPG kepada masyarakat tetap aman. Dengan menyiapkan skema Regular Alternative Emergency (RAE) melalui dukungan suplai dari 3 SPBE terdekat, yakni SPBE PT Kenrope Sarana Pratama (±5,8 km), SPBE PT Pacific Sumber Segara (±7,1 km), dan SPBE PT Dharma Wira Sentosa (±7,9 km).

 

 

Diimbau Tidak Panic Buying

"⁠Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panic buying atas kejadian ini, karena telah disediakan titik suplai pengganti SPBE untuk tetap melayani masyarakat," pinta Susanto.

Pertamina Patra Niaga juga telah meminta pengelola SPBE untuk melakukan penanganan terbaik bagi korban terdampak. Termasuk memastikan penanganan keluhan masyarakat terdampak dilakukan dengan baik dan optimal. Adapun data jumlah korban masih dalam proses pendataan dan akan disampaikan lebih lanjut.

"Saat ini, fokus tindak lanjut pada penanganan pasca kejadian, termasuk memastikan keselamatan masyarakat sekitar, penanganan korban terdampak dan pekerja SPBE," kata Susanto.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6