Ekonomi Sirkular Pertamina Hasilkan Omzet Rp 788,4 Juta

Program tanggung jawab sosial (CSR) Pertamina dipastikan mampu membangun kemandirian masyarakat.

Diterbitkan 03 Juli 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berbasis ekonomi sirkular yang dijalankan PT Pertamina (Persero) mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan. Melalui pengolahan limbah menjadi produk bernilai tambah, program tersebut membuka peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan warga.

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan menilai, program tersebut mencerminkan perubahan pendekatan CSR Pertamina. Menurut dia, program pemberdayaan masyarakat harus mampu membangun kemandirian ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

"Program seperti ini menunjukkan CSR Pertamina tak hanya berorientasi pada bantuan semata, tetapi mampu membangun kemandirian masyarakat melalui inovasi, pemberdayaan ekonomi, serta pelestarian lingkungan,” katanya di Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Persisnya, kata dia, Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda mengembangkan program tersebut dengan memanfaatkan limbah cabut duri ikan bandeng dan minyak jelantah sebagai bahan baku berbagai produk bernilai ekonomi. Program itu tidak hanya mengurangi limbah yang mencemari lingkungan, tetapi juga menciptakan sumber penghasilan baru bagi masyarakat.

Program Kang Iling kini melibatkan 550 kepala keluarga dengan 79 anggota aktif. Sebanyak 42 anggota di antaranya merupakan perempuan yang sebelumnya bekerja sebagai buruh tambak.

Selama satu tahun, kelompok binaan program tersebut membukukan omzet hingga Rp 788,4 juta. Capaian itu menunjukkan bahwa pengelolaan limbah dapat berkembang menjadi usaha produktif yang memperkuat ekonomi masyarakat.

"Saya berharap program ini terus berkembang sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Iriawan.

 

Beri Pendampingan

Ia juga meminta pengelola program terus melakukan pendampingan kepada masyarakat agar manfaat ekonomi yang telah terbentuk dapat berkembang secara berkelanjutan.

"Lanjutkan dan bina terus. Apa yang sudah dibangun jangan ditinggalkan, karena biar Pertamina semakin jaya,” katanya.

Salah seorang penerima manfaat program, Solikha, mengatakan kondisi lingkungan di desanya berubah sejak program Kang Iling berjalan. Sebelum program dimulai, warga membuang limbah rumah tangga dan sisa pengolahan ikan langsung ke saluran air sehingga lingkungan menjadi kumuh.

Kini, masyarakat mengolah limbah tersebut melalui fasilitas Anaerobic Biofilter. Kawasan itu pun berkembang menjadi lokasi edukasi dan wisata lingkungan yang rutin menerima kunjungan pelajar, mahasiswa, hingga akademisi.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6