Kunjungi Beringharjo, Purbaya: Pasar Tradisional Ramai dan Omzet Sentuh Rp 2 Triliun

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya melihat aktivitas perdagangan masih berjalan di pusat perdagangan termasuk di Pasar Beringharjo

Diterbitkan 17 Maret 2026, 20:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Menkeu Purbaya) menyebutkan, pasar tradisional tidak mati suri usai melihat langsung aktivitas di Pasar Beringharjo dan Teras Malioboro, Kota Yogyakarta, Selasa, (17/3/2026).

Purbaya menuturkan, kondisi itu berbeda dengan pandangan sejumlah pengamat yang sebelumnya mengatakan, pasar tradisional mengalami mati suri.

"Kita mau lihat apa betul pasar-pasar tradisional sudah mati, ternyata di sini masih ramai dan omzetnya juga tinggi. Di sini bisa mencapai Rp 2 triliun ya. Mudah-mudahan ke depan makin ramai lagi kalau ekonominya kita perbaiki ke depan," ujar Purbaya dikutip dari Antara.

Dia mengatakan, meski pemulihan ekonomi pascaperlambatan hingga kuartal ketiga tahun lalu belum merata, kondisi di sejumlah pusat perdagangan menunjukkan tren positif.

Ia menyebut kondisi serupa juga terlihat di Pasar Tanah Abang serta sejumlah pusat perdagangan di Bandung yang tetap ramai.

"Jadi kelihatannya tidak semati suri seperti yang disebut para pengamat itu," ujar dia.

Dalam kunjungan tersebut, Purbaya didampingi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X yang turut meninjau sejumlah lapak pedagang.

Selain meninjau aktivitas perdagangan, Purbaya juga berbelanja sejumlah produk seperti batik, kain dan kaos.

Ia menilai produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Yogyakarta memiliki daya saing tinggi, baik dari sisi kualitas maupun harga.

"Saya belanja cukup banyak karena dibanding Jakarta, harganya di sini sangat bagus. Di Jakarta mungkin berapa juta, di sini sekitar berapa ratus ribu. Saya sempat tanya ke pedagang soal tambahan modal, mereka bilang sudah cukup. Ini sinyal kuat bahwa likuiditas di tingkat pedagang pasar di Yogya sudah membaik," ujar dia.

Sebelum mengunjungi Pasar Beringharjo, Purbaya juga meninjau Teras Malioboro 1 untuk memantau pemanfaatan Dana Keistimewaan DIY.

Blusukan ke Pasar Tanah Abang saat Puasa, Menkeu Purbaya Ngaku Kehausan

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa 'blusukan' ke Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (9/3/2026) siang. Dia nampak berkeliling ke sejumlah toko dan menyapa pedagang serta pengunjung.

Kedatangan Purbaya langsung dihadapkan dengan kerumuman pengunjung. Ternyata, blusukan ini terlihat cukup membuat Purbaya kelelahan.

Dia berkeliling sekitar 2 jam, tepat di tengah hari ketika Ramadan. Selepas itu, dia mengaku cukup kehausan. "Pertama, haus nih," kata Purbaya, denga suara yang cukup serak, di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin (9/3/2026).

Setelah menyampaikan keterangan pers sekitar 10 menit. Purbaya kembali menunjukkan suara seraknya. Lagi-lagi dia menampilkan gestur kehausan.

Diketahui, dia beberapa kali meladeni pada pengunjung dan pedagang yang meminta berfoto bersama. Dia juga beberapa kali berdialog dengan para pedagang yang menitipkan pesan perbaikan ekonomi nasional, termasuk bagi para pedagang.

Purbaya Diserbu

Sebelumnya, Pengunjung Pasar Tanah Abang Blok A seketika berkerumun di depan pintu masuk utama. Kerumunan itu menyambut datangnya Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Purbaya datang tanpa diundang. Dia ingin memastikan ekonomi berjalan di tingkat masyarakat, termasuk Pasar Tanah Abang. Kedatangannya sontak menyita perhatian dari emak-emak.

Baru beberapa langkah masuk, ternyata ada ibu-ibu yang langsung meminta foto bersama. Beberapa lainnya mencurahkan isi hatinya. Baru diminta berswafoto, ada dua remaja perempuan yang menodongkan dagangannya.

Dilihat dari dekat, ternyata itu adalah sekotak kue cokelat yang bisa jadi hidangan Lebaran 2026. Bukan hanya satu, Purbaya ditawari dua kota kue yang langsung diterimanya. Tak lama, dia memberikan sinyal ke anak buahnya untuk membayar dua kue tersebut.

Langkah berlanjut. Bendahara Negara itu mampir di salah satu toko pakaian muslim dekan tangga utama. Disana dia sempat melihat beberapa jenis pakaian dan celana panjang. Dia juga mencoba salah satu di antaranya.

Selepas tawar-menawar dan melanjutkan perjalanannya, Purbaya dijabat erat oleh salah satu emak-emak. Terdengar diberikan doa-doa bernada positif yang berharap Purbaya dan keluarganya terus sehat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6