Mark Zuckerberg Buka Suara di Sidang Perdana soal Isu Kesehatan Mental Anak dan Media Sosial

Tak terima dituduh membangun platform tidak ramah anak, Mark Zuckerberg memberikan kesaksian di dalam ruang sidang.

Diterbitkan 21 Februari 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - CEO Meta, Mark Zuckerberg untuk pertama kali membuka suara pertama kalinya di hadapan juri pada Rabu, 18 Februari 2026 terkait tuduhan media sosial, termasuk Instagram, membahayakan kesehatan mental anak-anak.

Kaley (20), seorang warga biasa melaporkan Youtube dan Google sengaja dirancang untuk membuat ketagihan dan membuat efek kecemasan berkepanjangan.

Putusan atas gugatan ini berpotensi berdampak pada ratusan perkara serupa yang diajukan keluarga korban. Mereka menilai anak-anak mereka mengalami kerugian, bahkan ada yang meninggal dunia, akibat penggunaan media sosial. Demikian mengutip dari CNN, Sabtu (21/2/2026).

Sementara itu, Meta membantah seluruh tudingan tersebut dan menyatakan telah mengambil berbagai langkah untuk meningkatkan perlindungan bagi pengguna usia muda.

Pokok persoalan dalam kesaksian itu adalah sejauh mana Meta mengetahui potensi bahaya platformnya bagi anak muda, serta apakah perusahaan sudah berbuat cukup untuk menekan risiko tersebut. 

Menanggapi hal itu, Mark Zuckerberg menegaskan Meta ingin mengembangkan produk yang bisa digunakan dalam jangka panjang dan memberi pengalaman positif, bukan aplikasi yang membuat pengguna kecanduan dalam waktu singkat.

Efek Candu dari Platform Instagram

Awalnya Meta berfokus pada pengembangan Instagram berbasis waktu, yang artinya ada target jelas dalam pertumbuhannya.

Namun, sekarang, Zuckerberg bukan hanya berfokus pada waktu semata, tapi juga seberapa besar manfaat dan nilai yang dapat dirasakan dari platform tersebut.

Di sisi lain, pengacara Kaley, Mark Lanier melampirkan dokumen internal Instagram yang menunjukkan bahwa fitur video pendek Reels sengaja dibuat bertujuan untuk menyamai platform TikTok dalam hal waktu yang dihabiskan.

"Menurut pemahaman saya, kami berupaya meningkatkan nilai layanan kami, tetapi juga mencoba mengukur kemajuan dibandingkan dengan pesaing seperti TikTok,” kata Zuckerberg.

Lanier memperlihatkan dokumen 2022 tentang "tonggak pencapaian" untuk Instagram yang memproyeksikan waktu rata-rata yang dihabiskan di platform tersebut akan meningkat dari 40 menit pada 2023 menjadi 46 menit pada tahun 2026.

Zuckerberg kukuh menjelaskan bahwa waktu bukanlah tujuan utama melainkan kualitas dan nilai yang menjadi utama.

Target Penonton Dinilai di Bawah Umur

Di dalam persidangan Zuckerberg menegaskan pengguna Instagram wajib berumur minimal 13 tahun untuk membuat akun.

Namun, di dalam dokumen internal instagram tahun 2015, tercatat sebanyak 4 juta penggunanya masih di bawah 13 tahun, dan dijelaskan angka tersebut mewakili 30% dari semua anak berusia 10-12 tahun di AS.

Lanier menjelaskan bahwa Kaley menggunakan instagram pada usia 9 tahun yang artinya regulasi yang diterapkan tidak tegas.

Terkait hal ini, pihak Instagram menegaskan bahwa mereka baru mulai meminta pengguna baru untuk memasukkan tanggal lahir pada Desember 2019. Sebelumnya Instagram hanya meminta untuk mengkonfimasi bahwa mereka berusia di atas 13 tahun.

Pada Agustus 2021, Instagram mulai meminta pengguna lama untuk memberikan tanggal lahir jika mereka belum melakukannya sebelumnya. Artinya Kaley tidak diminta keterangan tanggal lahir pada saat mendaftarkan akunnya saat itu.

Lanier juga menunjukkan dokumen internal yang berbunyi, “jika kita ingin meraih kesuksesan besar dengan remaja, kita harus melibatkan mereka sejak usia praremaja.”

Mark Zuckerberg menilai perusahaannya telah menerapkan kebijakan yang tepat untuk memverifikasi usia pengguna, setelah sebelumnya mempertimbangkan aspek privasi. Ia menjelaskan, Meta bersama sejumlah perusahaan media sosial lain masih menghadapi kesulitan dalam memastikan usia pengguna muda secara akurat. 

Lantaran, banyak remaja belum memiliki kartu identitas resmi atau dokumen lain untuk proses verifikasi. Saat ini, Meta menyatakan telah memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memperkirakan usia pengguna sekaligus menerapkan langkah-langkah perlindungan bagi remaja.

Ia juga memperkirakan remaja menyumbang kurang dari 1% pendapatan Instagram. “Sebagian besar remaja tidak memiliki pendapatan yang dapat dibelanjakan, jadi mereka tidak berharga bagi pengiklan,” katanya.

Pengacara Meta, Paul Schmidt, pada Rabu juga menunjukkan email 2018 dari Zuckerberg kepada CEO Apple, Tim Cook, di mana ia menyatakan keinginan untuk memastikan “teknologi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” termasuk Facebook dan Instagram.

Para Orangtua Antusias Hadiri Persidangan

Para orangtua yang mengatakan anak-anaknya dirugikan karena media sosial berkumpul dan bergandengan tangan di luar gedung pengadilan pada Rabu pagi sambil menunggu kedatangan Zuckerberg.

Tammy Rodriguez adalah salah satu orang tua yang menghadiri kedua sidang tersebut. Putrinya yang berusia 11 tahun, Selena, meninggal karena bunuh diri pada tahun 2021 setelah berjuang melawan dugaan kecanduan Instagram dan Snapchat.

Ia membandingkan kesaksian hari Rabu dengan sidang kongres tahun 2024. "Saya tidak merasa puas," katanya setelah Zuckerberg selesai berbicara.

“Saya merasa persis seperti saat saya pergi hari itu (pada tahun 2024), tetapi kita di sini dan kita berada di ruang sidang, jadi itu hal yang besar,” kata Rodriguez.

"Saya tidak bisa mengatakan apa pun setelah hari ini, tetapi saya percaya akan ada perubahan,” ujar dia.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6