Profil Dicky Kartikoyono, Kandidat Deputi Gubernur Bank Indonesia

Berikut profil Dicky Kartikoyono yang masuk bursa Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Diterbitkan 20 Januari 2026, 18:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa kandidat Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) kembali menghangat. Sejumlah nama mencuat seiring pembahasan internal dan dinamika kebijakan moneter yang kian strategis.

Di antara kandidat yang disebut-sebut, terdapat Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, ekonom senior Solikin M. Juhro, serta pejabat karier Bank Indonesia, Dicky Kartikoyono, yang kini memegang peran kunci di ranah sistem pembayaran.

Menguatnya pembicaraan soal kursi Deputi Gubernur Bank Indonesia tak lepas dari kebutuhan penguatan kebijakan moneter dan stabilitas sistem keuangan. Posisi ini dinilai strategis karena berperan langsung dalam perumusan arah kebijakan bank sentral, termasuk menjaga stabilitas nilai rupiah dan sistem pembayaran nasional di tengah tantangan global.

Nama Thomas Djiwandono muncul dengan latar belakang fiskal yang kuat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Pengalamannya di pemerintahan dianggap memberi perspektif sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter, sebuah kombinasi yang semakin relevan di tengah volatilitas ekonomi global.

Sementara itu, Solikin M. Juhro dikenal sebagai ekonom senior dengan rekam jejak panjang di kebijakan makroekonomi dan moneter.

Di luar dua nama tersebut, sosok Dicky Kartikoyono mencuat sebagai kandidat dari jalur karier internal Bank Indonesia. Kehadirannya menandai kuatnya opsi regenerasi internal dengan pemahaman teknis yang mendalam terhadap operasional bank sentral.

Lantas siapa sosok Dicky Kartikoyono?

Mengutip laman Bank Indonesia, Selasa (20/1/2026), Dicky Kartikoyono lahir di Jakarta pada 1967 dan menempuh pendidikan sarjana akuntansi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YAI pada 1994. Latar belakang akuntansi ini menjadi fondasi awal pemahamannya terhadap tata kelola keuangan dan sistem perbankan.

Ia kemudian melanjutkan studi ke George Washington University dan meraih gelar master di bidang Project Management pada 1999.

Pendidikan internasional tersebut memperkaya perspektif manajerial dan pengelolaan proyek berskala besar, kompetensi yang relevan bagi pengambilan kebijakan strategis.

 

 

Jejak Karier Dicky Kartikoyono

Karier Dicky di Bank Indonesia dimulai pada 1995. Sejak saat itu, ia meniti jalur karier panjang dengan berbagai penugasan penting, mencerminkan kepercayaan institusi terhadap kapasitas dan kepemimpinannya.

Sebelum menjabat posisi saat ini, Dicky pernah memimpin Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola pada 2022–2023. Ia juga memiliki pengalaman internasional sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di London pada 2020–2022, sebuah posisi yang menuntut diplomasi ekonomi dan pemahaman pasar global.

Sejak 2023, Dicky menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran. Peran ini menempatkannya di garis depan transformasi sistem pembayaran nasional, mulai dari digitalisasi hingga penguatan stabilitas transaksi.

Prabowo Usul 3 Nama jadi Deputi Gubernur BI Gantikan Juda Agung, Ini Daftarnya

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengusulkan tiga nama untuk menjadi calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menggantikan Juda Agung. Salah satu nama yang muncul yakni Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun di Kompleks DPR RI, Senin (19/1/2026), setelah menerima Surat Presiden (Surpres) dan telah dibicarakan di Badan Musyawarah Dewan Perwakilan Rakyat.

Selain Thomas Djiwandono, Misbakhun menyebut dua nama lain yang berasal dari internal Bank Indonesia, yakni Dicky Kartikoyono dan Solihin M Juhro.

"Pak Thomas Djiwandono terus Diki Kartikonyono sama Solihin M Juhro," kata Misbakhun.

DPR setelahnya akan menindaklanjuti Surpres tersebut dengan menjadwalkan agenda uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap para calon Deputi Gubernur BI. Komisi XI kemudian bakal menggelar rapat internal untuk menentukan jadwalnya.

"Surpresnya sudah tadi dibicarakan di BAMUS dan ditugaskan kepada Komisi XI. Besok Komisi XI akan melakukan rapat internal mengatur jadwal fit and proper test," ujar dia.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6