YLKI Terima 1.977 Aduan selama 2025, Perlindungan Konsumen Indonesia Dinilai Masih Rapuh

Ketua YLKI Niti Emiliana menyoroti lambatnya penyelesaian sengketa konsumen di Indonesia, dengan total hampir 2.000 laporan.

Diterbitkan 14 Januari 2026, 14:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menerima 1.977 pengaduan konsumen dari berbagai sektor yang terdiri dari 1.011 laporan individu dan 966 laporan kelompok. Jasa keuangan dan belanja daring mendominasi laporan, mencerminkan rapuhnya sistem perlindungan konsumen di tengah tekanan ekonomi masyarakat.

Ketua YLKI Niti Emiliana mengatakan, konsumen laki-laki paling banyak mengadu selama tahun 2025. Catatan ini dianggap cermin dari masih rapuhnya sistem perlindungan konsumen di Indonesia.

“Data pengaduan individu tahun 2025 menunjukkan bahwa konsumen laki-laki lebih banyak tercatat mengajukan pengaduan dibandingkan konsumen perempuan,” katanya dalam keterangan, Rabu (14/1/2026).

Ia menyampaikan, dibandingkan dengan data sejak 2021, jumlah pengaduan konsumen terus meningkat setiap tahunnya, yang mencapai puncaknya pada 2025. Pihaknya memandang bahwa kenaikan pengaduan pada 2025 berkaitan erat dengan meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat, yang tidak sebanding dengan kondisi ekonomi dan kemampuan finansial rumah tangga.

Bahkan, pengaduan yang masuk seringkali bermotif hak konsumen diabaikan, pengaduan tidak ditanggapi, dan penyelesaian sengketa berjalan lambat serta tidak berkeadilan.

 

Tren Kenaikan Pengaduan

Sepanjang 2025, ia melanjutkan, masyarakat dihadapkan pada berbagai tekanan ekonomi, mulai dari pemutusan hubungan kerja (PHK), ketidakpastian pendapatan, hingga kenaikan biaya hidup. Dalam kondisi tersebut, banyak konsumen terdorong untuk menggunakan jasa keuangan. Seperti perbankan, pembiayaan, maupun pinjaman daring, sebagai strategi bertahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Tren pengaduan menunjukkan kenaikan signifikan selama lima tahun terakhir,” ucapnya.

Ia menguraikan, sepuluh besar pengaduan konsumen sepanjang 2025 masih didominasi oleh sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar dan layanan esensial masyarakat.

Rincian Pelaporan

Berikut adalah urutan sektor yang paling banyak dilaporkan:

  1. Jasa Keuangan: 325 aduan
  2. Belanja Online: 133 aduan
  3. Telekomunikasi: 106 aduan
  4. Paket/Logistik: 61 aduan
  5. Perumahan: 57 aduan
  6. Transportasi: 44 aduan
  7. Listrik: 39 aduan
  8. Elektronik: 29 aduan
  9. Pariwisata: 28 aduan
  10. Otomotif: 24 aduan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6