Kadin Indonesia Siapkan 4 Agenda Besar 2026: Diawali dengan Misi Investasi di WEF Davos

Kadin Indonesia bersiap membawa misi promosi investasi dan perdagangan ke forum internasional WEF Davos di Swiss.

Diterbitkan 11 Januari 2026, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kadin Indonesia menyiapkan empat agenda strategis pada awal 2026, yang diarahkan untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global, memperluas peluang investasi dan perdagangan, serta menjaga ketahanan ekonomi nasional. Itu akan dimulai dengan mengikuti World Economic Forum (WEF) Davos di Swiss.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menegaskan, WEF Davos yang berlangsung pada 19-23 Januari 2026 menjadi agenda terdekat dan paling krusial sebagai panggung promosi investasi dan perdagangan Indonesia ke dunia internasional.

Menurut dia, Davos merupakan forum strategis yang mempertemukan para pengambil keputusan utama dari sektor bisnis, pemerintahan, hingga lembaga no pemerintah global.

"Davos adalah ajang yang sangat baik untuk mempromosikan investasi dan perdagangan, dan Kadin sangat semangat mendukung pemerintah dalam forum ini," ujar Anin, sapaan akrabnya dalam keterangan tertulis, Minggu (11/1/2026).

Anin menilai momentum Davos tahun ini semakin penting mengingat kondisi geopolitik global yang semakin terfragmentasi, tantangan perubahan iklim, serta pergeseran tatanan ekonomi dunia menuju pola minilateralisme.

"Yang menarik, di Davos ini banyak dibicarakan soal triple bubble. Pertama adalah artificial intelligence (AI), apakah sudah masuk fase gelembung atau belum. Kedua adalah utang, karena saat ini jumlah utang global sangat besar. Dan ketiga adalah kripto. Semua ini akan menjadi bahan diskusi," bebernya.

 

Jakarta Street Food Security Summit

Agenda kedua yang disiapkan Kadin adalah Jakarta Food Security Summit, yang akan digelar pada 20-21 Mei 2026 di Balai Kartika, Jakarta.

Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Pengembangan Ekspor Kadin Indonesia Juan Permata Adoe mengatakan, forum ini difokuskan pada perumusan langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan energi nasional.

"Isu utama dalam acara ini adalah food security dan energy security, termasuk pembahasan biofuel 40-50 serta penurunan produksi kelapa sawit. Kita akan membahas berbagai opsi kebijakan, mulai dari pembukaan lahan baru, optimalisasi lahan tidak produktif, hingga kebijakan moratorium," papar Juan.

 

ABAC Business Conference

Agenda strategis berikutnya adalah ABAC Business Conference yang akan diselenggarakan pada 7-9 Februari 2026 di Hotel Shangri-La Jakarta. Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin Indonesia Bernardino M Vega, menyampaikan, forum ini menjadi wadah penting bagi Indonesia untuk menyuarakan gagasan dan kepentingannya di kawasan Asia Pasifik.

"ABAC Business Conference akan menekankan empat isu utama, yakni konektivitas, integrasi regional, keberlanjutan, dan ASEAN. Dari 21 ekonomi Asia Pasifik, tujuh di antaranya berada di ASEAN. Sehingga kawasan ini memiliki posisi strategis," jelasnya.

Terakhir, agenda keempat adalah Indonesia Economic Outlook yang akan digelar pada 15 Januari 2026 di Menara Kadin Indonesia. Forum ini akan menjadi rujukan dunia usaha dalam menyusun strategi menghadapi 2026.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6