Purbaya Tarik Dana Rp 75 Triliun dari Bank, Ekonom Wanti-Wanti 4 Hal Ini

Pemerintah perlu memperkuat kepastian proyek dan iklim usaha agar permintaan kredit pulih

Diterbitkan 06 Januari 2026, 14:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede, mengusulkan empat rekomendasi kebijakan fiskal dan perbankan agar lebih selaras dalam mendorong pertumbuhan kredit dan ekonomi, sejalan dengan langkah Pemerintah melakukan penarikan dana Rp 75 triliun dari perbankan.

Rekomendasi pertama, yakni disiplin pengelolaan kas pemerintah dengan pola belanja yang lebih cepat dan merata sejak awal tahun agar dorongan fiskal tidak lama mengendap.

"Karena BI sendiri menekankan perlunya percepatan pengeluaran pemerintah untuk mendorong konsumsi dan investasi sektor riil," kata Josua kepada Liputan6.com, Selasa (6/1/2026).

Kedua, perlunya percepatan transmisi ke bunga kredit dengan mengurangi praktik bunga simpanan khusus yang menahan turunnya biaya dana, karena ini membuat bunga kredit sulit turun dan menahan permintaan kredit.

Ketiga, perkuat insentif yang benar-benar mendorong bank menurunkan bunga kredit dan menyalurkan kredit ke sektor prioritas, sejalan dengan arah BI yang mendorong insentif likuiditas lebih tinggi bagi bank yang menurunkan suku bunga kredit.

"Terakhir, pemerintah perlu memperkuat kepastian proyek dan iklim usaha agar permintaan kredit pulih, sehingga likuiditas yang ada tidak berhenti di instrumen aman, tetapi masuk ke investasi dan penciptaan kerja," ujarnya.

 

 

Soroti Penarikan Dana Rp 75 Triliun

Disamping itu, Josua menilai penarikan dana Rp 75 triliun dari perbankan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai langkah korektif dalam penyaluran stimulus fiskal.

Menurutnya, kebijakan ini bukan mencerminkan kekurangan dana, melainkan upaya memperbaiki jalur agar dampaknya lebih terasa ke ekonomi riil.

"Saya melihat penarikan Rp 75 triliun sebagai koreksi cara penyaluran dorongan fiskal agar dampaknya lebih terasa ke ekonomi riil, bukan sekadar perubahan posisi kas," ujarnya.

 

Ini Alasan Purbaya Tarik Rp 75 Triliun dari Bank

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan alasan menarik dana Rp 75 triliun guyuran ke perbankan. Tujuannya, untuk digunakan belanja pemerintah pusat dan daerah sehingga menggerakkan ekonomi.

Mulanya, Purbaya mengguyur total Rp 276 triliun ke perbankan untuk peningkatan likuiditas bank. Namun, Rp 75 triliun ditarik lagi untuk digunakan belanja pemerintah.

"Jadi saya tarik, seperti ditarik dari sistem, tapi langsung dibelanjain lagi, jadi langsung masuk ke sistem perekonomian," ungkap Purbaya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (2/1/2026).

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    Bank adalah lembaga yang menjadi pilihan yang aman untuk meminjam dan menyimpan uang.
    bank
  • liputan6
    Investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.
    Investasi
  • liputan6
    Kredit adalah pinjaman uang dengan pembayaran pengembalian secara mengangsur.
    Kredit
  • Purbaya Yudhi Sadewa adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia sejak 2025, sebelumnya menjabat Ketua Dewan Komisioner LPS, dikenal atas kontribusinya dalam kebijakan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan.
    Purbaya Yudhi Sadewa adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia sejak 2025, sebelumnya menjabat Ketua Dewan Komisioner LPS, dikenal atas kontribusinya dalam kebijakan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan.
    Purbaya Yudhi Sadewa
  • Purbaya
  • perbankan
  • Dana