Kenalkan Perbankan Patriotik, Prabowo Ingin Himbara Tak Hanya Kejar Laba

Presiden Prabowo meminta Himbara memperluas akses pembiayaan UMKM dan menjalankan konsep perbankan patriotik untuk mendorong pemerataan ekonomi.

Diterbitkan 22 Juni 2026, 20:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mengambil peran lebih besar dalam mendorong pemerataan ekonomi melalui perluasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pesan tersebut disampaikan Presiden saat bertemu dengan jajaran pimpinan Himbara pada 18 Juni 2026. Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat peran industri perbankan nasional agar semakin inklusif dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Muhammad Qodari, mengatakan Presiden memandang sektor perbankan bukan sekadar lembaga keuangan, tetapi juga salah satu motor penggerak perekonomian nasional.

Menurut dia, pemerintah ingin keberadaan bank-bank milik negara semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

“Presiden menegaskan bahwa sektor perbankan memiliki peran yang sangat strategis, bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi yang dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ujar Qodari, Senin (22/6/2026).

 

Perbankan Patriotik

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga memperkenalkan konsep "perbankan patriotik" sebagai arah baru bagi Himbara. Melalui konsep tersebut, keberhasilan bank-bank pelat merah tidak hanya diukur dari besarnya laba, tetapi juga dari kontribusinya dalam menciptakan pemerataan ekonomi dan memperluas kesempatan berusaha bagi masyarakat.

Karena itu, Presiden meminta Himbara lebih aktif menjangkau pelaku UMKM dengan menyediakan akses pembiayaan yang lebih luas, mudah, dan adil.

Qodari menjelaskan, Prabowo menginginkan bank-bank milik negara tidak hanya menunggu nasabah datang mengajukan kredit. Sebaliknya, Himbara diharapkan lebih proaktif hadir di tengah pelaku usaha untuk memahami kebutuhan mereka sekaligus membantu mengembangkan usaha yang produktif.

“Himbara diharapkan mampu membuka jalan agar usaha-usaha masyarakat yang memiliki potensi dapat tumbuh lebih cepat dan berkelanjutan,” katanya.

Meski mendorong peran yang lebih besar dalam mendukung ekonomi rakyat, Presiden tetap menekankan pentingnya menjaga kesehatan industri perbankan. Menurut Qodari, mandat untuk memperkuat fungsi ekonomi dan sosial Himbara akan tetap dijalankan dengan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta pengelolaan yang profesional dan bertanggung jawab.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6