Kurs Dolar AS Loyo, Rupiah Perkasa Jelang Pengumuman Suku Bunga Acuan BI

Jelang pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), berikut prediksi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini, Rabu, (17/12/2025).

Diterbitkan 17 Desember 2025, 11:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang loyo imbas penutupan pemerintahan Amerika Serikat (AS) atau shutdown pemerintahan AS berdampak terhadap rupiah. Nilai tukar rupiah terhadap kurs dolar AS menguat pada Rabu, (17/12/2025).

Rupiah naik 26 poin atau 0,16% menjadi 16.665 per dolar AS dari sebelumnya 16.691 per dolar AS. Penguatan kurs rupiah tersebut seiring data ekonomi yang loyo imbas dapat penutupan pemerintahan AS.

“Data pasar tenaga kerja dan sektor riil menunjukkan kalau ekonomi AS tetap lesu pada November 2025,” kata Ekonom Bank Permata Josua Pardede seperti dikutip dari Antara, Rabu (17/12/2025).

Tercatat, data Non-Farm Payrolls (NFP) AS menyusut sebesar 105 ribu pada Oktober 2025, membalikkan peningkatan sebesar 108 ribu pada bulan sebelumnya, sebelum pulih sedikit dengan melonjak 64 ribu pada November 2025.

Secara keseluruhan, NFP turun bersih sebesar 41 ribu selama Oktober-November 2025, jauh di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan peningkatan sebesar 25 ribu.

Tingkat pengangguran AS juga disebut mengalami kenaikan menjadi 4,6 persen pada November 2025 dari 4,4 persen pada September 2025, melebihi perkiraan konsensus sebesar 4,5 persen.

Angka-angka pasar tenaga kerja ini, lanjut dia, menggarisbawahi dampak buruk penutupan pemerintah terhadap ekonomi AS.

Indikator lain lebih lanjut menunjukkan momentum ekonomi yang melemah, dengan penjualan ritel AS pada Oktober 2025 bergerak stagnan di 0,0 persen month to month (mom), turun dari 0,1 persen mom sebelumnya dan di bawah ekspektasi peningkatan 0,1 persen mom.

Di sisi lain, investor berhati-hati jelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada hari ini.

“BI dijadwalkan mengumumkan hasil RDG BI hari ini, dan kami memperkirakan suku bunga kebijakan akan dipertahankan di 4,75 persen, mencerminkan sikap hati-hati yang berkelanjutan yang bertujuan untuk menjaga stabilitas rupiah. Oleh karena itu, kami memperkirakan rupiah akan diperdagangkan dalam kisaran Rp16.625–Rp16.725 per dolar AS selama sesi perdagangan hari Rabu,” kata Josua.

 

Penutupan Rupiah pada 16 Desember 2025

Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Selasa, 16 Desember 2025 turun 24 poin atau 0,14 persen menjadi Rp16.691 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.667 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga lesu di level Rp16.693 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.669 per dolar AS.

Analis mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menganggap pelemahan ini seiring fokus pasar yang masih menunggu petunjuk ekonomi AS.

“Fokus pasar minggu ini sepenuhnya tertuju pada lebih banyak petunjuk tentang ekonomi AS, dimulai dengan data penggajian non-pertanian (Non-Farm Payroll/NFP) untuk bulan November, yang akan dirilis Selasa sore (16/12). Data tersebut diperkirakan akan menunjukkan lebih banyak tanda pendinginan di pasar tenaga kerja AS,” ujar dia seperti dikutip dari Antara.

 

Pasar Menanti Data Ekonomi AS

NFP diperkirakan masih akan lemah dengan hanya menambah 25-25 ribu pekerjaan, jauh dibandingkan angka normal yang biasanya di atas 100 ribu.

Selain itu, pasar juga menunggu data indeks harga konsumen AS untuk bulan November 2025 yang akan dirilis pada Kamis (18/12).

“Kekuatan pasar tenaga kerja dan inflasi adalah dua pertimbangan terbesar The Fed untuk mengubah kebijakan, dengan bank sentral telah menegaskan kembali pendiriannya yang berbasis data dalam seminggu terakhir,” kata Ibrahim.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6