Rusun Subsidi Meikarta Belum Dijual, Masih Tunggu Proses Hibah di Kemenkeu

Proses legalitas hibah rumah susun (rusun) subsidi di Meikarta masih berlangsung. Saat ini masih diproses di Kemenkeu kemudian ke DPR.

Diterbitkan 28 Agustus 2026, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bos Lippo Group, James Riady mengatakan rumah susun (rusun) subsidi belum akan dijual dalam waktu sekat. Lantaran, masih ada proses legalitas yang perlu diselesaikan. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih memproses hibah lahan seluas 31,3 hektare di kawan Meikarta, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat untuk lokasi pembangunan rusun subsidi. Kendati begitu, James menyebut belum ada rencana penjualan unitnya.

"Belum, belum. Karena proses legalitasnya dan proses hukumnya di (kementerian) Keuangan, lalu ke DPR masih berlangsung," ujar James, ditemui di sela-sela Danantara Housing Expo, di NICE PIK, Tangerang, Banten, dikutip Jumat (28/8/2026).

Adapun, dia menargetkan proses pembangunan rusun subsidi seperti finalisasi atap atau topping off dilakukan akhir 2026 ini. "Topping off direncanakan akhir tahun ini," singkatnya.

Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait mengungkap keunggulan rumah susun (rusun) subsidi yang akan dibangun di lahan Meikarta di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Rusun bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) itu hanya butuh 10 menit ke pusat ekonomi.

Maruarar mengatakan, rusun subsidi itu akan dibangun di atas lahan seluas 30 hektare yang dihibahkan grup Lippo ke negara. Dia berharap pembangunannya bisa dilakukan dalam waktu dekat. Serta, menyinggun soal kemudahan akses ke rumah sakit hingga pasar.

"Saya pikir tanah yang dihibahkan oleh Lippo 30 hektar kami sudah cek, itu enggak jauh, 10 menit ke rumah sakit, 10 menit ke pasar, 10 menit ke sekolah, 10 menit kurang lebih ke kawasan industri. Jadi saya yakin itu adalah solusi yang luar biasa," kata Maruarar dalam Danantara Housing Expo, di NICE PIK, Tangerang, Banten, Kamis, 27 Agustus 2026.

 

Hibah Terbesar

Maruarar menyampaikan, hibah yang diberikan oleh Lippo itu merupakan salah satu yang terbesar sepanjang sejarah. Dia turut juga menyinggung upaya swasta yang terlibat dalam pelaksanaan program tiga juta rumah.

"Saya rasa salah satu bentuk hibah dari swasta kepada negara yang termasuk cukup besar atau terbesar, salah satunya itu. Justru di zaman Presiden Prabowo ini, bukan aset negaranya dikurangin, tapi aset negara bertambah," ucap dia.

"Belum lagi dari Astra 3.250 rumah tahun ini, 2.000 dalam bentuk rumah susun, di tanah negara, tanah kereta api. Jadi itu juga dari Danantara, itu juga dari BP BUMN," imbuhnya.

 

Spesifikasi Rusun Subsidi

Sebanyak 141 ribu unit hunian vertikal rusun subsidi akan dibangun di lahan kawasan Meikarta tersebut. Rencananya akan dibangun beberapa tower rusun dalam satu kawasan tersebut, dengan dukungan akses jalan yang memadai.

Menurut contoh hunian yang ditampilkan di Danantara Housing Expo, ada bangunan bertajuk 'Rumah MBR Cikarang' yang merujuk pada rusun subsidi tadi. Ada dua tipe hunian yang ditampilkan.

Pertama, yakni hunian tipe BR-08 dengan fasilitas dua kamar tidur, satu ruang keluarga menyambung dengan dapur, dan satu kamar mandi. Lengkap dengan jendela yang menghadap ke luar. Hunian ini memiliki luas sekitsr 37,05 meter persegi.

Kedua, yakni tipe Studio S-08 dengan fasilitas satu kamar tidur dan satu kamar mandi. Dapur berada tepat setelah pintu masuk. Berbeda dengan tipe sebelumnya, hunian seluas 21,15 meter persegi ini tidak dilengkapi dengan ruang keluarga, hanya ada satu meja kerja di samping kasur.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6