Soal Utang Whoosh, Purbaya Sebut Masih Cari Skema yang Pas

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih mencari skema apa yang cocok digunakan untuk menyelesaikan utang proyek kereta cepat Whoosh.

Diterbitkan 03 Desember 2025, 18:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pembahasan dengan Danantara soal utang proyek KCIC berlangsung baik. Hingga saat ini, pihaknya masih mencari skema apa yang cocok digunakan.

“KCIC masih akan dicari bentuk yang pas, seperti apa. Nanti tim teknis dia diskusi dengan tim teknis saya. Ini kan masih belum clear betul seperti apa,” kata Purbaya dalam acara Financial Forum 2025 CNBC, Rabu (3/12/2025).

Terkait rencana kunjungan ke Cina yang santer diberitakan, Purbaya menegaskan belum ada kepastian mengenai agenda maupun pihak yang akan ditemui. Ia menyampaikan keberangkatan baru akan diputuskan setelah detail pertemuan jelas.

“Saya nggak tahu di Cina ketemu siapa. Cina Development apa NDRC-nya. Nanti kalau udah clear ketemu siapa dan skemanya seperti apa, baru kita ke Cina,” pungkasnya. 

Sebelumnya, Purbaya ingin menilik lebih jauh ketentuan dalam negosiasi utang kereta cepat Whoosh dengan pihak China. Dia ingin hasilnya menguntungkan buat Indonesia.

Hal tersebut diungkap Purbaya ketika ditanya mengenai perkembangan rencana negosiasi utang Whoosh. Dia mengaku belum mengetahui apakah akan dilibatkan dalam negosiasi tersebut.

"Saya belum tahu dibawa apa enggak. Tapi kelihatannya, kalau emang tetap harus terlibat, saya mau lihat term-nya seperti apa. Jadi mengamankan term buat kita juga, buat pemerintah Indonesia juga," jata Purbaya, ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (26/11/2025).

Ketika ditanya mengenai peluang masuknya anggaran negara dalam skema pembayaran utang Whoosh, dia mengaku masih menunggu hasil negosiasi nanti.

"Itu saya enggak tahu. Nanti kita lihat negosiasinya seperti apa, kan masih negosiasinya," ujar dia.

Sementara itu, terkait usulan skema public service obligation (PSO) dalam operasional Whoosh, Purbaya menyebut itu jadi kewenangan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Canda Menkeu Purbaya Mau Diajak Bos Danantara ke China: Asal Dia yang Bayar!

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Menkeu Purbaya) disebut akan turut diajak oleh Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani untuk negosiasi utang kereta cepat Whoosh. Rencana itu pun diamini oleh Purbaya.

Dia sebelumnya mengaku belum mengetahui apakah akan dilibatkan dalam negosiasi utang Whoosh dengan China. Dia berkelakar, sekalipun diajak, asalkan keberangkatannya ditanggung oleh Bos Danantara, Rosan Roeslani.

"Katanya Rosan mau bawa saya, katanya. Saya belum dikasih... oh, besok mau ketemu Rosan. Asal dia yang bayar aja pas ke sananya," canda Purbaya, ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (26/11/2025).

Jika memang dilibatkan dalam negosiasi, dia ingin mengetahui secara jelas ketentuan skema pembayaran utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh tersebut. Satu hal yang jadi prioritasnya adalah keberpihakan pada pemerintah Indonesia.

Adapun, CEO Danantara, Rosan Roeslani mengakui telah berdiskusi dengan Purbaya dalam menyusun proposal negosiasi dengan pihak China. Sebelum keduanya terbang ke China, Rosan akan mengirim tim terlebih dahulu.

"Kita tentunya akan kirim tim advance dulu untuk bicara dengan tim dari China, itu sudah berjalan. Tapi nanti gongnya mungkin saya dengan Pak Purbaya,” ujar Rosan, usai PLN CEO Forum, di ICE BSD, Rabu (26/11/2025).

 

Soroti Ketentuan Utang Whoosh

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ingin menilik lebih jauh ketentuan dalam negosiasi utang kereta cepat Whoosh dengan pihak China. Dia ingin hasilnya menguntungkan buat Indonesia.

Hal tersebut diungkap Purbaya ketika ditanya mengenai perkembangan rencana negosiasi utang Whoosh. Dia mengaku belum mengetahui apakah akan dilibatkan dalam negosiasi tersebut.

"Saya belum tahu dibawa apa enggak. Tapi kelihatannya, kalau emang tetap harus terlibat, saya mau lihat term-nya seperti apa. Jadi mengamankan term buat kita juga, buat pemerintah Indonesia juga," jata Purbaya, ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (26/11/2025).

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6