Maman Abdurrahman Tegaskan Bakal Sikat Produk Impor China yang Bunuh UMKM

Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman belum bicara banyak mengenai produk China yang masuk secara legal atau ilegal.

Diterbitkan 17 November 2025, 20:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman akan menindak tegas produk impor dari China yang membahayakan produk lokal. Hal ini sudah menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto.

Dia menegaskan, penanganan tak hanya menyasar baju bekas impor ilegal. Selain itu, produk-produk China yang menjadi ancaman produk lokal pun akan ditindak.

"Tidak hanya sekedar yang kita tertibkan barang-barang impor baju bekas, tapi yang produk-produk barang impor dari China yang menghantam atau mengkanibalisasi produk-produk UMKM kita yang memproduksi dalam negeri juga akan kita tindak lanjuti dan akan kita amankan," tegas Maman di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (17/11/2025).

Dia belum bicara banyak mengenai produk China itu yang masuk secara legal atau ilegal. Hanya saja, dipastikannya penindakan untuk mementingkan produk lokal Tanah Air sudah menjadi prioritas Presiden Prabowo.

"Secara prinsip yang penting ini juga sudah menjadi arahan dari Pak Presiden, tentunya kita akan tindak lanjuti," katanya.

Adapun, penanganan produk impor China ini akan ditindaklanjuti pasca pembahasan dengan Menteri Perdagangan, Budi Santoso. "Mengenai barang-barang impor dari China yang masuk ke Indonesia. Tadi sudah kita bicarakan secara detail, secara intensif dan kami sepakat bahwa nanti dari tim teknis akan menilai lanjuti pertemuan kita," sambungnya.

 

Baju Bekas Didaur Ulang

Sebelumnya, Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman sepakat baju bekas impor ilegal tidak langsung dimusnahkan. Namun, bisa dicacah untuk diolah kembali.

Hal itu sejalan dengan usulan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Purbaya menyebut, hal itu bisa lebih murah ketimbang mengeluarkan biaya untuk memusnahkan baju bekas impor ilegal tadi.

"Kalau baju cacahan kan tentunya nanti output-nya ke baju-baju daur ulang kan, ke barang-barang daur ulang, nah itu semua nanti sudah kita, akan kita koordinasikan," ungkap Maman, menanggapi rencana Menkeu Purbaya, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (17/11/2025).

 

Kumpulkan Solusi

Dia menjelaskan, berbagai solusi sedang dikumpulkan pemerintah menyikap baju bekas impor ilegal serta peredaran baju thrift. Tujuannya tak lain adalah menjaga produksi lokal, termasuk UMKM.

"Semua kan akan kita ini kan, pokoknya tadi saya bilang solusi langkahnya akan komprehensif dan yang terpenting adalah bagaimana bisa melindungi produsen-produsen dalam negeri kita, itu yang paling utama," ujarnya.

"Jadi saya mau sampaikan dulu, menegaskan sekali lagi, ada hal yang paling utama dan concern pemerintah bahwa kita harus betul-betul melindungi kepentingan domestik dalam negeri kita," sambung Maman.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6