Liputan6.com, Jakarta - Sukiwan dan Ari Ardiansyah, dua pria tulen ini tiba-tiba memutuskan mengenakan daster dan kerudung. Berbekal uang di kantong, dua sekawan dari Kecamatan Sako, Kota Palembang ini berangkat ke pasar untuk membeli pakaian yang lazim dikenakan perempuan itu.
Setelah puas melihat-lihat pajangan di salah satu toko, daster hijau army dan ungu bermotif bunga dipilih. Tidak sulit bagi keduanya memilih ukuran yang pas, terlebih tubuh Sukiwan dan Ari kecil.
Kerudung bergo bermotif bunga berkelir hitam dan biru turut dibeli untuk melengkapi penyamaran. Soal padu padan warna, agaknya bukan perkara utama bagi keduanya.
Advertisement
Pakaian itu bukan dibeli untuk dikenakan sehari-hari. Ada tujuan lain di balik belanja sederhana: menyamarkan identitas sebelum menjalankan pencurian.
Pada 5 Juli 2026 lalu, Sukiwan dan Ari mengenakan pakaian tersebut untuk membobol rumah. Ironisnya, sasaran mereka adalah tetangga sendiri.
Keduanya mengendap saat pemilik rumah mimpi indah. Sukiwan dan Ari paham situasi di dalam rumah dan kebiasaan tetangganya karena memang sering main di sana.
Sejumlah barang berharga dibawa kabur. Uang, tas, dan dompet menjadi bagian dari hasil pencurian tersebut. Total kerugian korban ditaksir mencapai Rp 50 juta.
Namun, penyamaran yang mereka siapkan ternyata tidak cukup sempurna. Polisi kemudian menangkap Sukiwan dan Ari di kediaman masing-masing. Keduanya diketahui merupakan residivis kasus pencurian dan sebelumnya pernah menjalani penahanan.
Kapolsek Sako Kompol Makmun mengatakan penggunaan pakaian wanita sebagai modus penyamaran baru dilakukan keduanya dalam aksi kali ini. Menurut dia, keduanya kemungkinan khawatir dikenali karena pernah berada di sekitar lokasi yang menjadi sasaran.
“Berkemungkinan dia ini takut karena sering pernah main juga ke lokasi tempat yang dicurinya. Mereka ini juga sebelumnya sudah pernah dilakukan penahanan,” kata Makmun.
Pakaian yang semula diharapkan menjadi penyamaran justru akhirnya menjadi bagian dari cerita penangkapan mereka. Daster dan kerudung itu memang sempat mengubah penampilan Sukiwan dan Ari, tetapi tidak cukup untuk mengubah kenyataan bahwa keduanya adalah pelaku pencurian.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523300/original/073953200_1772800710-IMG_0778.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8228972/original/000657200_1781089339-cek_fakta_-_bantuan_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2141080/original/044539900_1525361942-spbu_pertamina_palembang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324106/original/075794500_1786690114-cek_fakta_-_alat_pertanian_tanam_padi_hingga_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324522/original/059653600_1786715122-Maling_berdaster_dan_berkerudung_di_Palembang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1372353/original/064787900_1476326094-palembang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311612/original/013217600_1785410535-ChatGPT_Image_Jul_30__2026__06_20_06_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309655/original/026497900_1785234428-Depositphotos_445172434_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307706/original/019016100_1785061888-1200baru.jpg)