Di Balik Corong Mikrofon 17 Agustus 1945

Mikrofon yang digunakan Sukarno saat membacakan Proklamasi ternyata punya cerita panjang sebelum akhirnya disimpan sebagai benda bersejarah.

Diterbitkan 15 Agustus 2026, 08:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Asal mikrofon Proklamasi memiliki dua versi: Sukarno (curian Jepang) dan Sudiro (pinjaman Gunawan).
  • Wilopo dan Njonoprawoto meminjam mikrofon dari Gunawan, dibantu saudaranya Sunarto untuk pemasangan.
  • Mikrofon bersejarah itu, pernah ditawar rumah, kini disimpan di Monas atas amanat Sukarno.

Liputan6.com, Jakarta - Pagi buta, 17 Agustus 1945, persiapan pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia belum sepenuhnya siap. Salah satu yang masih dicari adalah mikrofon untuk digunakan Sukarno saat membacakan teks Proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta.

Mikrofon menjadi bagian penting karena melalui perangkat itulah suara Proklamasi dapat didengar oleh orang-orang yang hadir. Namun, cerita tentang dari mana mikrofon tersebut berasal ternyata memiliki dua versi.

Dalam otobiografinya Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Sukarno menyebut mikrofon yang digunakannya berasal dari stasiun radio Jepang.

Ia bahkan menyebutnya sebagai hasil "curian" dalam situasi darurat.

"Aku berjalan ke pengeras suara keil hasil curian dari stasiun radio Jepang dan dengan singkat mengucapkan proklamasi itu," ujar Sukarno.

Namun, kesaksian tersebut berbeda dengan cerita Sudiro, salah seorang pejuang kemerdekaan. Dalam buku Pengalaman Saya Sekitar 17 Agustus 1945, Sudiro menyebut mikrofon itu bukan hasil curian dari Jepang maupun Belanda.

Menurut Sudiro, mikrofon tersebut justru dipinjam dari seorang pribumi bernama Gunawan, pemilik Radio Satriya di Jalan Salemba Tengah 24, Jakarta.

 

 

Dua Pemuda Mencari Mikrofon

Kisah pencarian mikrofon itu bermula pada pagi 17 Agustus 1945. Dua pemuda, Wilopo dan Njonoprawoto, berkeliling menggunakan mobil untuk mencari mikrofon yang bisa dipinjam.

Keduanya kemudian bertemu Gunawan. Mereka meminta mikrofon miliknya, tetapi tidak menjelaskan kepada Gunawan untuk apa perangkat tersebut akan digunakan.

Gunawan dikenal memiliki keterampilan membuat perangkat radio. Mikrofon beserta perlengkapannya, seperti corong, stand, verstekker, dan band, merupakan hasil rakitannya sendiri. Bahkan, beberapa komponennya dibuat menggunakan bahan sederhana, termasuk selubung rokok.

Saat itu, Gunawan hanya memiliki satu mikrofon yang bisa digunakan untuk kebutuhan keluarganya. Mikrofon lainnya sedang disewa orang.

Meski demikian, Gunawan tetap meminjamkannya. Karena Wilopo dan Njonoprawoto tidak mengetahui cara memasang perangkat tersebut, Gunawan meminta saudaranya, Sunarto, untuk membantu.

Dalam perjalanan menuju lokasi, barulah Sunarto mengetahui bahwa mikrofon tersebut akan digunakan untuk pembacaan Proklamasi Kemerdekaan.

Setibanya di Jalan Pegangsaan Timur 56, Sunarto segera memasang mikrofon. Wilopo dan Njonoprawoto kemudian membantu mempersiapkan jalannya acara.

Mikrofon itu akhirnya digunakan ketika Sukarno membacakan teks Proklamasi di hadapan masyarakat yang berkumpul pagi itu.

Setelah acara selesai, perangkat tersebut dikembalikan kepada Gunawan.

 

Pernah Ditawar dengan Rumah

Pada awal 1946, Gunawan membawa mikrofon tersebut ketika pindah ke Solo. Ia menyimpannya dengan hati-hati meski benda itu beberapa kali ditawar orang.

Salah satu tawaran bahkan terbilang tidak biasa. Seorang warga India disebut ingin menukar mikrofon tersebut dengan sebuah rumah di Jalan Imam Bonjol, Jakarta.

Gunawan menolak tawaran tersebut. Baginya, mikrofon itu memiliki nilai sejarah yang tidak bisa dibandingkan dengan harga sebuah rumah.

Mikrofon tersebut kemudian diserahkan kepada Harjoto, Sekretaris Jenderal Kementerian Penerangan.

Harjoto selanjutnya memberikan mikrofon itu kepada Presiden Sukarno sebagai hadiah ulang tahun ke-58.

Sukarno kemudian mengamanatkan agar mikrofon tersebut disimpan di Monumen Nasional sebagai salah satu benda yang merekam perjalanan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6