Selain Diskon 20%, Menko Zulkifli Hasan Sebut Efisiensi Bisa Bikin Pabrik Pupuk Baru

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengaku keliling daerah dan mengecek penurunan harga pupuk.

Diterbitkan 06 November 2025, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan memastikan skema efisiensi yang dilakukan oleh PT Pupuk Indonesia (Persero). Menurut dia, hal itu tak sebatas bisa menurunkan harga pupuk, tapi juga menambah pabrik baru.

Dia menuturkan, efisiensi produksi didorong tanpa mengganggu nilai dana subsidi yang dikucurkan pemerintah Rp 44 triliun. Kebijakan ini menjadi terobosan baru yang diambil pemerintah dan BUMN.

"Jadi, saudara, selama puluhan tahun reformasi, 28 tahun, waktu itu borosnya luar biasa. 28 tahun, setahun saja bisa ngasih (diskon) 20 persen, kemudian bisa bangun pabrik baru," ungkap Zulkifli di pabrik PT Pupuk Kujang Cikampek, Kamis (6/11/2025).

Dalam hitungannya, penghematan bisa sekitar Rp 8 triliun dengan skema baru. Ditambah lagi dengan adanya pemberian diskon 20 persen di harga final pupuk subsidi di tingkat konsumen.

"Bisa ngambil menghemat Rp 8 triliun, nambah lagi diskon 20 persen. Itu yang saya apresiasi," katanya.

Dia pun telah mengecek penurunan harga pupuk ke sejumlah daerah. "Saya keliling, kemarin saya ke Bondowoso, benar, pupuknya di diskon 20 persen. Waktu itu saya ke Jawa Tengah, betul, ya, diskon 20 persen. Pernah juga ke Jombang, betul, pupuk diskon 20 persen. Baik Urea, NPK, ada Organik, ada ZA, ya, ada juga yang untuk kakao. Semua diskon 20 persen," jelas dia.

Minta Operasional Bisa Efisien

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan meninjau langsung pabrik milik PT Pupuk Kujang Cikampek. Dia memastikan operasional pabrik bisa lebih efisien sehingga harga pupuk subsidi bisa turun.

"Saya hari ini berada di Pupuk Kujang yang dibangun tahun 1975, jadi sudah 50 tahun," kata Zulkifli di Pabrik Pupuk Kujang Cikampek, Kamis, 6 November 2025.

Pabrik Pupuk

Dengan usia 50 tahun tersebut, pabrik pupuk ini terbilang sudah tua. Mengingat lagi, usia idealnya agar bisa efisien berkisar antara 15-20 tahun. Meski begitu, Zulkifli tetap semringah karena skema terbaru membuat harga pupuk turun 20 persen.

"Bisa kebayang enggak kira-kira? Betapa tidak efesien, ya kan? Zaman sekarang 2025 dibikinnya tahun 1975," ucapnya.

Skema Baru

Dia mengapresiasi langkah Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi yang mampu menjalankan skema anyar. Gelontoran dana Rp 44 triliun untuk subsidi pupuk 9,55 juta ton di 2025 nyatanya mampu menurunkan harga pupuk.

"Pak Rahmad bagus, sekarang diambil kebijakan marked to market. Jadi subsidi kita Rp 44 triliun tetap, dengan marked to market, ya, uang itu bisa dipakai untuk membeli bahan baku dan seterusnya," jelas dia.

 

Pupuk Subsidi Melimpah

Diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan menyebut, kuota pupuk subsidi saat ini masih melimpah. Dia mempersilakan petani yang ingin mengajukan tambahan pupuk.

Zulkifli Hasan mengungkapkan, pemerintah berkomitmen penuh memperhatikan sektor pertanian. Salah satunya dengan meningkatkan kuota pupuk bersubsidi dari sebelumnya sekitar 4 juta ton menjadi 9,5 juta ton pupuk pada 2025.

"Dulu jatahnya 4 juta ton setahun, sekarang 9,5 juta ton, namun ini tetap harus dikontrol jangan sampai yang tidak punya sawah mengambil pupuk. Itu namanya makelar, tidak boleh," katanya saat di Jombang, Sabtu (25/10/2025) malam.

 

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6