Inflasi Oktober 2025 2,86 Persen, Emas Perhiasan jadi Biang Kerok

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Oktober 0,28 persen, dan secara tahunan 2,86 persen. Secara tahun kalender, inflasi tercatat 2,1%. Berikut penjelasannya.

Diterbitkan 03 November 2025, 12:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Oktober 2025 mengalami inflasi sebesar 0,28 persen atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 108,74 pada September 2025 menjadi 109,04 pada September 2025.

"Pada Oktober 2025 terjadi inflasi sebesar 0,28 persen secara bulanan atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen dari 108,74 pada September 2025 menjadi 109,04 pada September 2025," kata Deputi Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Pudji Ismartini dalam konferensi pers BPS, Senin (3/11/2025).

Secara tahunan terjadi inflasi sebesar 2,86 persen, sedangkan secara tahun kalender terjadi inflasi sebesar 2,10 persen.

Pudji menjelaskan, kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi sebesar 3,05 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,21 persen.

"Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya ini adalah emas perhiasan yang memberikan andil inflasi sebesar 0,21 persen," ujarnya.

Komoditas lain yang juga memberikan andil inflasi adalah cabai merah dengan andil inflasi sebesar 0,06 persen, kemudian telur ayam ras dengan andil inflasi sebesar 0,04 persen dan daging ayam ras dengan andil inflasi sebesar 0,02 persen.

Selain itu, BPS mencatat terdapat komoditas yang masih memberikan andil deflasi pada Oktober 2025 ini di antaranya adalah bawang merah dan cabai rawit dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,03 persen.

Kemudian, tomat dengan andil deflasi sebesar 0,02 persen dan beberapa komoditas lainnya seperti beras kacang panjang dan cabai hijau dengan andil deflasi masing-masing sebesar 0,01 persen.

 

Tingkat Inflasi Menurut Komponen

Pudji menyampaikan, seluruh komponen mengalami inflasi pada Oktober 2025, baik itu komponen inti, komponen harga diatur Pemerintah, dan komponen bergejolak.

"Seluruh komponen mengalami inflasi, dan inflasi Oktober 2025 yang sebesar 0,28 persen ini utamanya didorong inflasi komponen inti," ujarnya.

Komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,39 persen dengan andil inflasi sebesar 0,25 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen inti adalah emas perhiasan dan biaya kuliah akademi atau perguruan tinggi.

 

Komponen Lainnya

Untuk komponen harga diatur Pemerintah juga mengalami inflasi sebesar 0,10 persen dengan andil inflasi sebesar 0,02 persen.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen harga diatur Pemerintah adalah sigaret kretek mesin (SKM) dan tarif angkutan udara.

Selanjutnya, komponen bergejolak mengalami inflasi sebesar 0,03 persen dengan andil inflasi sebesar 0,01 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen bergejolak adalah cabai merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6