Liputan6.com, Jakarta Upaya panjang mewujudkan kemandirian bahan baku industri nasional akhirnya memasuki babak baru. PT Pupuk Kaltim, anak usaha PT Pupuk Indonesia, resmi memulai pembangunan pabrik soda ash pertama di Indonesia dengan nilai investasi mencapai Rp5 triliun.
Proyek ini dianggap strategis karena selama puluhan tahun Indonesia bergantung penuh pada impor untuk memenuhi kebutuhan soda ash.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menegaskan bahwa realisasi proyek ini telah melalui perjalanan berliku bahkan selama tiga dekade. Menurutnya, konsumsi domestik mencapai sekitar 1 juta ton per tahun, sementara kemampuan produksi dalam negeri selama ini nol persen.
Advertisement
“Ini adalah tonggak penting memulai langkah besar yang telah diupayakan selama 30 tahun. Ini adalah bakti kita untuk Indonesia,” tegas Rahmad.
Soda ash merupakan bahan baku industri yang krusial, digunakan dalam pembuatan kaca, deterjen, sabun, pulp dan kertas, hingga tekstil. Data Kementerian Perindustrian dalam beberapa publikasi menyebutkan bahwa kebutuhan bahan baku berbasis soda ash terus meningkat mengikuti pertumbuhan industri manufaktur dan konstruksi.
Pabrik yang berdiri di lahan seluas 16 hektare di kawasan industri Bontang ini direncanakan memiliki kapasitas produksi 300 ribu metrik ton soda ash setiap tahun, serta amonium klorida dengan volume setara sebagai produk sampingan.
Target penyelesaian konstruksi ditetapkan dalam 33 bulan dan diharapkan beroperasi komersial pada akhir 2028.Dengan kapasitas tersebut, pengurangan impor diperkirakan mencapai 30 persen pada tahap awal operasi. Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat tren impor soda ash terus meningkat dalam lima tahun terakhir, seiring tingginya permintaan domestik untuk industri kaca dan detergen.
Jika kapasitas pabrik meningkat di fase ekspansi, peluang ekspor ke negara tetangga di Asia Tenggara terbuka lebar.
Prioritas Tenaga Kerja Lokal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5399718/original/057057400_1761996160-7f4e07f8-eb03-4885-8186-e1aa7cf1e8ff.jpeg)
Meski menyambut gembira investasi besar, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menekankan agar keterlibatan tenaga kerja lokal tidak dikesampingkan. Ia menegaskan bahwa proyek strategis nasional harus tunduk pada regulasi daerah, termasuk Perda Ketenagakerjaan Nomor 10 Tahun 2008.
“Komitmen terhadap Perda Ketenagakerjaan harus diutamakan, minimal 75 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal,” tegas Neni.
Ia berharap pembangunan pabrik tidak hanya berdampak pada indikator ekonomi makro, tetapi juga kesejahteraan sektor rumah tangga di Bontang.Kehadiran pabrik soda ash membuka peluang hilirisasi lanjutan.
Berbagai laporan kebijakan industri menyebutkan bahwa soda ash merupakan salah satu penentu daya saing industri kaca lembaran, komponen penting kebutuhan pembangunan, otomotif, dan panel surya.Selain itu, industri sabun dan deterjen dalam negeri juga diharapkan lebih kompetitif karena ketersediaan bahan baku yang sebelumnya impor.
Advertisement
Dukungan Perizinan
Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Aspianur, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan dukungan untuk proses perizinan dan investasi lanjutan. “Kami sangat menyambut baik investasi Soda Ash ini karena dampaknya besar bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun lapangan kerja,” ujarnya.
Ia memastikan Bontang ingin dikenal sebagai kota yang ramah investasi, sehingga setiap investor mendapatkan proses layanan yang cepat dan transparan. Di tingkat pusat, penguatan industri bahan baku masuk dalam arah pembangunan industri strategis yang tercantum dalam program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto (Asta Cita). Hilirisasi ditargetkan mengurangi ketergantungan impor, meningkatan nilai tambah, serta memperkuat neraca perdagangan.
“Pembangunan pabrik ini menjadi bukti bahwa Bontang terus memperkuat posisinya sebagai kota industri strategis di Kaltim, sekaligus berkontribusi terhadap program hilirisasi industri nasional,” pungkas Aspianur.
Pembangunan pabrik soda ash di Bontang tak hanya mewujudkan mimpi industrialisasi yang tertunda 30 tahun, tetapi juga menjadi langkah konkret menyongsong kedaulatan bahan baku industri yang selama ini dikuasai pasar global. Jika berjalan sesuai rencana, industri kaca dan deterjen nasional akan merasakan dampaknya paling cepat.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/7029/original/065415200_1744906934-1000023100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5399717/original/033484700_1761996160-ad05ef27-7514-4a16-ad91-f47e81accc0c.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263357/original/030094600_1781903941-063_2282397170.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776149/original/009414100_1782856874-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8593999/original/023505700_1782562806-ekuador.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776135/original/014006000_1782843284-063_2284049459.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776134/original/059322300_1782843171-000_B8UA24W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3299157/original/094356500_1605660408-AP20322768020969.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710453/original/039368100_1782790641-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378845/original/006458400_1782257129-England_s_Harry_Kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8722393/original/011745400_1782814551-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_17.07.25.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8713706/original/028428000_1782796160-IMG_5034.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875743/original/064820600_1719401843-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535469/original/004594100_1774015488-IMG_0283.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160356/original/008004600_1663304134-20220916_093128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3153677/original/019791700_1592280960-Astra_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672541/original/019976600_1782712122-Direktur_Utama_BEI_periode_2026-2030_Jeffrey_Hendrik-29_Juni_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816484/original/039630500_1714383627-fotor-ai-2024042913407.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3438115/original/068747600_1619182983-WhatsApp_Image_2021-04-22_at_14.56.51.jpeg)