Harga Perak Cetak Rekor Tertinggi, Investor Berbondong-Bondong Buru Aset Aman

Harga perak menyentuh posisi USD 50. Harga perak tersebut termasuk pertama kali disentuh dalam 40 tahun.

Diterbitkan 15 Oktober 2025, 20:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tak hanya emas, perak turut mencatat lonjakan harga tajam tahun ini. Sepanjang 2025, nilai perak sudah naik sekitar 75%. Hal ini didorong oleh meningkatnya permintaan dari sektor industri, ketertarikan investor pada aset aman, serta pasokan global yang masih terbatas.

Dikutip dari CNN, Rabu (15/10/2025), pada perdagangan Senin, harga perak di pasar New York melonjak sebanyak 7%, menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah di kisaran USD  52,63 per troy ounce  Harga ini melampaui puncak harga yang pernah terjadi pada 1980.

Harga perak spot yang mencerminkan nilai perak secara langsung di pasar, juga menembus level baru yakni di atas USD 52 per troy ounce. Kenaikan ini berlanjut setelah harga perak berada di USD 50 pada 9 Oktober 2025. Untuk pertama kalinya harga perak menyentuh harga tersebut dalam lebih dari 40 tahun.

Sepanjang tahun ini, banyak investor mengalihkan dananya ke aset berwujud seperti emas dan perak sebagai bentuk perlindungan dari ketidakpastian ekonomi dan gejolak geopolitik. Selain itu, faktor lain seperti kekhawatiran terhadap inflasi dan kebijakan tarif, isu independensi bank sentral Amerika Serikat serta meningkatnya beban utang pemerintah, turut mendorong perpindahan aset ke logam mulia.

Kenaikan perak turut didorong oleh reli harga emas yang lebih dulu mencetak rekor baru di atas USD 4.000 per troy ounce Bagi banyak investor, perak kini menjadi pilihan alternatif yang lebih terjangkau untuk menjaga nilai kekayaan di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu. 

"Ada banyak kekhawatiran mengenai kondisi ekonomi global, dan ketika itu terjadi, orang-orang cenderung memilih aset nyata seperti perak," ujar CEO The Silver Institute, Michael DiRienzo kepada CNN.

"Biasanya, perak akan mengikuti tren kenaikan harga emas," ia menambahkan.

Tahun Gemilang Logam Mulia

Lonjakan harga perak meski banyak didorong oleh permintaan investor, logam mulia ini juga memiliki beragam fungsi industri yang luas. Mulai dari pembangunan pusat data, panel surya, hingga pembuatan ponsel pintar.

"Peran gandanya sebagai logam industri dan aset pelindung nilai membuat reli kali ini semakin kuat, menjadikan tahun 2025 sebagai tahun bersejarah bagi perak,” ujar Ewa Manthey, analis komoditas di ING, dalam e-mail resminya.

Menurut wakil presiden sekaligus analis logam senior di Zaner Metals Peter Grant, kekhawatiran terhadap pasokan juga diperkirakan akan terus menopang kenaikan harga. Pasar perak kini memasuki tahun kelima dalam mengalami defisit pasokan struktural akibat produksi tambang yang stagnan dan tidak mampu mengimbangi laju permintaan. 

"Permintaan yang terus meningkat untuk perak, ditambah defisit pasokan yang berkelanjutan, merupakan kombinasi sempurna bagi kenaikan harga," ujar Grant melalui email.

 

Harga Emas Melesat

Sementara itu, dilansir dari CNN, harga emas juga meroket dalam dua tahun terakhir karena investor semakin banyak beralih ke aset-aset aman. Kebijakan sejumlah bank sentral yang mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan meningkatkan cadangan emas turut mendorong penguatan harga tersebut.

Reli aset lindung nilai sepanjang tahun ini kemudian merembet ke logam mulia lain seperti perak dan platinum. Harga kedua logam tersebut masing-masing naik sekitar 75% dan 80%, melampaui kenaikan emas yang tumbuh sekitar 51%.

Baik logam mulia maupun bitcoin kini menjadi sasaran para pelaku pasar dan fund manager di Wall Street yang berupaya melindungi aset mereka dari pelemahan dolar AS.

 

Arus Masuk ke ETF Perak

Investor bisa memiliki eksposur ke pasar perak dengan cara membeli logam fisiknya atau melalui exchange-traded fund (ETF) yang menampung cadangan perak asli. Salah satu ETF yang menampung cadangan perak asli adalah iShares Silver Trust ETF. ETF ini telah melonjak sekitar 68% sepanjang tahun ini. 

Arus dana yang masuk ke ETF perak juga mencapai level tertingginya sejak tahun 2020, menurut Maria Smirnova, Kepala Investasi di Sprott Asset Management.

“Pergerakan stabil harga perak kini mulai berubah menjadi lonjakan besar,” ujar Smirnova. “Pasokan semakin menipis, dan para investor mulai menyadarinya,” imbuhnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6