Summarecon Bidik Penjualan Rp 1,5 Triliun di Expo 50 Tahun

Adakan pameran perayaan ke 50 tahunnya, pengembang kawasan elit, Summarecon Agung, Tbk, adakan Summarecon Expo di 4 lokasi berbeda. Target transaksi pun mencapai Rp 1.5 triliun.

Diterbitkan 13 September 2025, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rayakan perayaan ke 50 tahun, pengembang kawasan elit, Summarecon Agung menggelar Summarecon Expo di 4 lokasi berbeda. Target transaksi pun mencapai Rp 1.5 triliun.

 
"Penjualan tahun lalu, dalam expo yang sama menghasilkan penjualan kurang lebih Rp 1.2 triliun, tahun ini kami optimis lebih dari itu, Rp 1,5 triliun dari 4 lokasi pameran,"ujar Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Sharif Benjamin, Jumat, (12/9/2025).
 
Bukan hanya di Summarecon Serpong, expo yang mengusung tema 50 years golden journey itu, juga digelar di 3 kota lainnya, dimana terdapat pengembangan kawasan tersebut. Seperti di Summarecon Mall Bandung, Kelapa Gading, dan akan ditutup di Bekasi.
 
Bahkan, dalam pameran itu juga ada cuci gudang. Yakni hunian dan ruko stok-stok lama, diperkenalkan kembali dengan harga miring, di seluruh kawasan pengembang tersebut.
 
Seperti di Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bandung, Karawang, Makassar, Bogor, Crown Gading, serta Tangerang. 
 
"Tapi stoknya terbatas, mungkin puluhan, tapi didiskon up to 30 persen. Dari harga Rp 1.5 miliar sampai Rp 9.7 miliar,"katanya.
 
Tak hanya itu, untuk setiap pembelian produk properti hunian maupun komersial, konsumen berkesempatan mengikuti pengundian Grand Prize dengan hadiah spektakuler berupa 1 unit mobil listrik BYD Seal, 2 unit mobil listrik BYD M6, 15 unit sepeda motor Yamaha NMAX, 7 unit logam mulia seberat 50 gram, dan 25 unit iPhone terbaru.
 
"Konsumen yang membeli produk properti mulai kelipatan Rp 500 juta akan mendapat 1 kupon undian. Nantinya pengundian akan berlangsung pada hari Minggu, 16 November 2025 dalam rangkaian Summarecon Expo di Summarecon Mall Bekasi," kata Sharif Benyamin.
 
 

 

 

Kinerja Keuangan

Sebelumnya, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) membukukan kinerja keuangan lesu hingga Juni 2025. Hal ini ditunjukkan dari laba dan pendapatan yang kompak merosot.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Rabu (10/9/2025), PT Summarecon Agung Tbk meraup pendapatan bersih Rp 4,58 triliun hingga semester I 2025. Pendapatan turun 19,25% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 5,67 triliun.

Penurunan pendapatan itu menekan laba. Perseroan mencatat laba periode yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk susut 33,19% menjadi Rp 503,50 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 753,6 miliar.

Beban pokok penjualan dan beban langsung terpangkas 15,5% menjadi Rp 2,28 triliun hingga Juni 2025. Pada periode sama tahun sebelumny, beban pokok penjualan dan beban langsung hingga Juni 2024 tercatat Rp 2,69 triliun.

Meski demikian, Perseroan membukukan laba kotor terpangkas 22,6% menjadi Rp 2,29 triliun hingga Juni 2025 dari periode sama tahun lalu di Rp 2,97 triliun.

Perseroan mencatat kenaikan beban penjualan menjadi Rp 243,14 miliar dari periode sama tahun sebelumnya Rp 220,95 miliar.

 

Aset Perseroan

Beban umum dan administrasi bertambah menjadi Rp 622,30 miliar dar Juni 2024 sebesar Rp 220,95 miliar. Penghasilan operasi lainnya juga ikut merosot. Tercatat penghasilan operasi lainnya turun menjadi Rp 3,62 miliar hingga September 2025 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 7,47 miliar.

Seiring hal itu, laba usaha Perseroan terpangkas 38,54% menjadi Rp 1,37 triliun hingga semester I 2025 sebesar Rp 2,23 triliun.

Dengan kinerja keuangan itu, Perseroan mencatat laba per saham yang dapat diatribusikan kepada entitas induk Rp 30,50 per saham dari semula Rp 45,65 per saham.

Total ekuitas tercatat naik menjadi Rp 14,74 triliun hingga Juni 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 11,04 triliun. Liabilitas naik menjadi Rp 20,63 triliun. Pada periode sama tahun sebelumnya, Perseroan mencatat liabilitas Rp 20,63 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 19,70 triliun.

Aset Perseroan naik menjadi Rp 35,37 triliun hingga Juni 2025 dari Desember 2024 sebesar Rp 33,53 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara Rp 3,74 triliun hingga 30 Juni 2025.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6