Komisi XI DPR Sambut Purbaya Yudhi Sadewa saat Raker Perdana sebagai Menkeu

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengatakan, jika dulu bertemu Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Kepala LPS maksimal 3-5 kali. Ke depan, Misbakhun menuturkan, pertemuan dengan Purbaya bakal sering.

Diperbarui 10 September 2025, 11:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjalani rapat kerja perdananya bersama Komisi XI DPR RI usai resmi dilantik Presiden dua hari lalu. Rapat tersebut membahas pengantar Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Keuangan dalam RAPBN 2026.

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menegaskan, kehadiran Purbaya bukan hal yang asing bagi para anggota dewan. Selama menjabat Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya sudah kerap bermitra dengan Komisi XI.

"Bagi Komisi XI sebenarnya nama Purbaya ini bukan nama yang asing, cuma beda tempatnya saja, sudah lama menjadi mitra kerja Komisi XI. Dahulu beliau bermitra dengan kita sebagai Lembaga Penjamin Simpanan, sekarang kita bermitra dengan pak Purbaya sebagai Menteri Keuangan,” kata Misbakhun dalam Raker dengan Menkeu, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Misbakhun menambahkan, jika dalam kapasitasnya di LPS pertemuan hanya terjadi beberapa kali dalam setahun, kini intensitas interaksi akan jauh lebih tinggi seiring sebagai menteri keuangan. Hal ini dinilai sebagai peluang memperkuat sinergi antara pemerintah dan parlemen.

"Kalau dulu LPS itu rapat dengan Komisi XI 3-5 kali paling banyak, dan sekarang mungkin pak Purbaya akan sering ketemu dengan kita, ini masalah intensitas saja. Hari ini kita mengawali dalam sebuah agenda rapat mengenai RKAL nya Kementerian Keuangan,” ujar Misbakhun.

Pembahasan Raker

Dalam kesempatan itu, Komisi XI DPR bersama Menkeu Purbaya membahas rencana program kebijakan fiskal dalam RAPBN 2026. 

Program tersebut meliputi pengelolaan penerimaan negara, belanja negara, perbendaharaan, kekayaan negara dan risiko, hingga dukungan manajemen.

Secara keseluruhan, pagu indikatif RKA Kementerian Keuangan pada RAPBN 2026 tercatat sebesar Rp 52,16 triliun. Anggaran tersebut akan dibahas lebih detail bersama 23 satuan kerja unit di Kemenkeu dalam rapat lanjutan.

"Dalam putaran hari ini kita rapat kerja sbagai pengantar dan berikutnya kita kerja rapat lagi dengan para satuan unit di Kementerian Keuangan yang berjumlah 23 yang akan kita selesaikan dalam dua hari. Setelah rapat kerja ini akan lanjut, dan besok, dan kita tutup dengan rapat persetujuan sebeulm dibawa ke Badan Anggaran RI,” ujarnya.

Pelantikan Purbaya sebagai Menkeu

Sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Hal itu ditandai dengan Serah Terima Jabatan (Sertijab) di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (9/9/2025).

Dalam sambutannya, Purbaya Yudhi Sadewa menyebut momen tersebut sebagai titik penting dalam perjalanan pengabdiannya untuk bangsa. Ia mengaku sangat terhormat mendapat kepercayaan dari Presiden untuk memimpin kementerian strategis yang mengurusi fiskal negara.

Dia menuturkan, jabatan ini bukan hanya soal tanggung jawab teknis, tetapi juga amanah besar untuk menjaga kepercayaan publik. Purbaya menegaskan dirinya siap bekerja keras untuk melanjutkan peran fiskal sebagai instrumen menjaga stabilitas dan kesejahteraan rakyat.

Purbaya juga menyoroti tantangan berat yang tengah dihadapi ekonomi dunia. Ia menyebut geopolitik, perkembangan teknologi, serta isu perubahan iklim sebagai faktor eksternal yang harus diantisipasi dengan serius.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6