Timnas Indonesia Diminta Mainkan Penyerang Lubang Lawan Singapura

Indonesia butuh kemenangan atas Singapura pada persaingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026).

Diterbitkan 06 Agustus 2026, 20:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia memasuki partai penentuan Grup A Piala AFF 2026 dengan syarat tunggal: menang atas Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026) malam WIB. Tuan rumah berada di posisi lebih nyaman karena sudah mengemas tujuh poin sehingga hanya butuh hasil imbang.

Laga di Singapura ini juga mempertemukan dua pelatih dengan karakter berbeda. The Lions ditangani pelatih muda Gavin Lee dan tampil di hadapan publik sendiri, sementara Timnas Indonesia dipimpin John Herdman yang harus menemukan pendekatan efektif untuk menembus barisan belakang lawan.

Skuat Singapura dinilai memiliki dorongan baru untuk kembali berjaya di kawasan dan mengejar gelar kelima, setelah terakhir menjadi kampiun pada 2012. Kondisi itu membuat tugas tim asuhan Herdman diprediksi tidak ringan.

Dukung Mitchell Baker

Menurut mantan pelatih Arema, Gusnul Yakin, Herdman tidak bisa lagi mengandalkan pola serangan yang sama karena skema itu sangat mungkin sudah dipelajari Gavin Lee dan para pemainnya. Ketika Mitchell Baker menjadi target utama, lini belakang Singapura berpeluang mematikan ruang geraknya.

"Pola serangan Timnas Indonesia harus diubah. Mitchell Baker tak bisa lagi jadi target man bila dia dimatikan lawan. Solusinya, dia harus mampu berperang sebagai pemantul bola untuk pemain lain. Dengan skema ini maka John Herdman harus punya second striker atau penyerang lubang untuk memanfaatkan bola pantul," kata Gusnul Yakin.

Mitchell Baker selama ini berperan sebagai ujung tombak. Dalam duel yang berpotensi ketat seperti melawan The Lions, usulan menghadirkan second striker dinilai krusial agar Indonesia punya lebih banyak opsi di area kotak penalti.

Tusukan Sayap dan Peran Egy Maulana–Saddil

Gusnul juga menawarkan skenario alternatif. Ia menilai frekuensi serangan melebar hingga garis akhir sebaiknya dikurangi, dan diganti dengan keberanian sayap untuk menusuk ke jantung pertahanan. Pendekatan itu menuntut pemain yang kuat memegang bola dan mampu menjaga keseimbangan di ruang sempit.

"Serangan dari sayap pasti sudah dibaca Singapura. Menurut saya lebih baik jika sayap Timnas Indonesia berani langsung menusuk ke jantung pertahanan. Di sini dibutuhkan pemain yang kuat memegang bola. Saya kira Egy Maulana dan Saddil Ramdani bisa jadi pilihan," jelasnya.

Dari analisa Gusnul Yakin, kedua pemain tersebut memiliki dribel yang bagus dan licin saat bermanuver di kotak penalti, sehingga dapat menambah variasi ancaman selain umpan silang.

"Jika kita berani masuk ke kotak penalti akan ada peluang terjadi pelanggaran untuk tendangan bebas. Nah momentum inilah yang bisa dimaksimalkan untuk mencetak gol," tuturnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Piala AFF 2026 Jadi Ajang Seleksi Pemain Domestik Timnas Indonesia

Gatot Sumitro, Wiwig Prayugi, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan