Harga Emas Melaju Kencang dan Perak Tembus Rekor di Tengah Sinyal Dovish The Fed

Harga emas mencapai level tertinggi sejak 23 April sedangkan harga perak mencetak level tertinggi sejak September 2011.

Diterbitkan 02 September 2025, 07:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia kembali melonjak pada perdagangan Senin dan terus bertahan hingga penutupan. Kenaikan harga emas ini didorong oleh spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada bulan ini. Kondisi tersebut membuat emas batangan semakin menarik bagi investor.

Sementara itu, perak berhasil menembus level psikologis USD 40 per ons untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade.

Mengutip CNBC, Selasa (2/9/2025), harga emas spot naik 0,7% menjadi USD 3.470,69 per ons—level tertinggi sejak 23 April. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember juga menguat 0,8% ke posisi USD 3.543,70 per ons.

Harga perak di pasar spot naik lebih tajam, yakni 1,6% ke USD 40,31 per ons, menandai level tertinggi sejak September 2011.

Analis senior City Index Matt Simpson menjelaskan, komentar bernada dovish dari Presiden The Fed Bank of San Francisco, Mary Daly, membuat pelaku pasar mengabaikan data inflasi inti PCE yang lebih tinggi pada Jumat lalu.

Hal ini, kata dia, tetap membuka peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin bulan ini.

“Selain itu, keputusan pengadilan banding AS yang menyatakan sebagian besar tarif impor era Presiden Donald Trump ilegal juga menekan dolar AS, sehingga ikut mendorong harga emas ke level tertinggi dalam empat bulan terakhir,” tambah Simpson.

 

Risiko Tenaga Kerja

Data terbaru menunjukkan, indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS naik 0,2% secara bulanan dan 2,6% secara tahunan—sesuai dengan ekspektasi pasar.

Dalam unggahan di media sosial, Daly kembali menegaskan dukungannya terhadap pemangkasan suku bunga dengan alasan risiko terhadap pasar tenaga kerja.

Berdasarkan alat CME FedWatch, pasar kini memperkirakan peluang sebesar 87% bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga 25 basis poin pada akhir bulan ini.

Emas, yang tidak menawarkan imbal hasil, biasanya mendapat dorongan dalam lingkungan suku bunga rendah. Kini, fokus investor beralih ke data ketenagakerjaan non-pertanian AS yang akan dirilis Jumat mendatang. Data ini diperkirakan akan memengaruhi seberapa besar pemangkasan suku bunga The Fed.

Di sisi lain, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer pada Minggu menegaskan bahwa pemerintahan Trump tetap melanjutkan perundingan dengan mitra dagang, meskipun pengadilan banding memutuskan sebagian besar tarif Trump tidak sah.

 

Logam Lainnya

Untuk logam mulia lainnya, harga platinum naik 0,9% menjadi USD 1.376,95 per ons.

Sementara paladium menguat 0,8% ke USD 1.118,12 per ons.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6