Atasi Braindrain ASN, Kepala BKN Dorong Gagasan Revolusioner

Fenomena braindrain ASN jadi sorotan. Kepala BKN Zudan tawarkan strategi revolusioner untuk memperkuat kualitas SDM aparatur.

Diperbarui 27 Agustus 2025, 19:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan, menekankan pentingnya cara berpikir revolusioner untuk membangun sistem kepegawaian nasional yang lebih tangguh.

Salah satu persoalan yang dihadapi saat ini adalah ketimpangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) antar-daerah akibat fenomena braindrain. Banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) unggul dari daerah dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) rendah justru pindah ke wilayah dengan tunjangan kinerja lebih tinggi.

Akibatnya, sejumlah daerah kesulitan mendapatkan SDM berkualitas.

“Kita perlu terobosan yang revolusioner. Misalnya, mobilitas talenta nasional. ASN terbaik dari berbagai daerah bisa ditugaskan 3–5 tahun di daerah yang kekurangan SDM, dengan jaminan pengembangan karier. Dengan begitu, ada percepatan pemerataan kualitas ASN di seluruh Indonesia,” ujar Zudan saat memberikan arahan dalam Apel Pagi bersama pegawai BKN, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (27/08/2025).

Gagasan ini diharapkan mampu menjadi solusi nyata untuk mengatasi kesenjangan dan memperkuat fondasi tata kelola ASN di Indonesia.

 

Prinsip Plan-Do-Check

Selain strategi mobilitas talenta, Zudan juga menekankan pentingnya keseimbangan diri dan budaya kerja yang disiplin. Menurutnya, ASN harus menjaga kesehatan fisik dan mental, pola makan, kebersihan ruang kerja, hingga lingkungan ibadah.

Lebih jauh, ia mengingatkan agar ASN tidak hanya hadir secara fisik di kantor, tetapi juga bekerja sepenuh hati. Zudan mendorong penerapan prinsip Plan-Do-Check: merencanakan pekerjaan sejak dari rumah, melaksanakan sesuai rencana, lalu mengevaluasi hasilnya berdasarkan aturan serta visi misi organisasi.

“Prinsip ini fundamental bagi semua level, baik teknis, strategis, maupun politis,” tegasnya.

 

Berpikir Maju

Menutup arahannya, Zudan mengajak seluruh jajaran BKN untuk terus berpikir maju dan menghadirkan inovasi dalam tata kelola ASN. Menurutnya, semangat berpikir revolusioner harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter ASN yang bahagia, kuat, dan tangguh.

Ia menegaskan bahwa pembangunan SDM aparatur bukan hanya soal kompetensi teknis, tetapi juga tentang ketulusan bekerja demi pelayanan publik yang lebih baik. Dengan begitu, transformasi birokrasi dapat berlangsung lebih cepat dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“ASN Indonesia harus menjadi pilar yang membahagiakan rakyatnya. Itulah tujuan akhir dari tata kelola pemerintahan yang lebih baik,” pungkas Zudan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6