Tes Seleksi Calon Pegawai Koperasi Merah Putih jadi Sorotan, Wamenkop Bilang Begini

Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah buka suara mengenai laporan di media sosial mengenai tes CAT seleksi manajer koperasi desa Merah Putih.

Diterbitkan 08 Mei 2026, 16:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Koperasi (Kemenkop) berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan panitia seleksi nasional (panselnas) untuk menindaklanjuti laporan gangguan sistem computer assisted test (CAT) saat seleksi manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih atau Kopdes Merah Putih. Seleksi calon pegawai itu ramai disampaikan peserta melalui media sosial (medsos).

Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menuturkan, seleksi manajer Kopdes Merah Putih adalah rekrutmen bersama yang dikoordinasikan oleh Badan Pengaturan (BP) BUMN. Sedangkan pelaksanaan teknisnya berada di bawah BKN, termasuk penggunaan fasilitas kantor regional BKN di 26 provinsi.

Menurut dia, Kemenkop berperan sebagai bagian dari Panselnas yang bertugas mengoordinasikan berbagai laporan dan masukan terkait proses seleksi.

“Kami tentu saja bagian dari Panselnas itu mengkoordinasikan tadi yang laporan-laporan dari media sosial sudah kami koordinasikan dengan BKN dan juga Panselnas di bawah Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB),” kata dia dikutip dari Antara, Jumat (8/5/2926).

Wamenkop menambahkan penjelasan lebih rinci terkait kendala teknis akan disampaikan langsung oleh BKN sebagai pelaksana teknis tes CAT.

Sementara itu, dalam keterangan resmi, Jumat pekan ini, BKN menuturkan, telah mencermati sejumlah dinamika di lapangan, termasuk tantangan peserta dalam menyelesaikan soal ujian dengan waktu terbatas.

BKN mengimbau peserta tetap tenang dan tidak melakukan klik jawaban secara berulang karena setiap jawaban yang disimpan sudah otomatis masuk ke pangkalan data sistem.

Peserta juga diminta memberi jeda agar sistem dapat memproses jawaban secara optimal saat trafik akses sedang tinggi.

Selain itu, BKN memastikan akses sistem terus dioptimalkan untuk mengakomodasi pelaksanaan tes massal secara bersamaan, termasuk dari aspek keamanan sistem CAT selama ujian berlangsung.

Hingga hari keempat pelaksanaan tes, tercatat sebanyak 140.211 peserta telah mengikuti ujian CAT dari total 483.648 pelamar yang lolos tahap seleksi administrasi. Tes kompetensi dijadwalkan berlangsung pada 3-12 Mei 2026.

Sistem CAT Dipakai dalam Seleksi CASN

BKN menyebut sistem CAT telah dirancang untuk mempermudah peserta ujian dan sebelumnya juga telah digunakan dalam seleksi CASN. Mekanisme pengerjaan ujian diatur dalam Peraturan BKN Nomor 5 Tahun 2024. Selain itu, sistem CAT juga telah melalui berbagai pengujian guna memastikan proses seleksi berjalan adil dan transparan.

Berikut sejumlah tips yang dibagikan BKN agar peserta dapat mengerjakan ujian CAT secara optimal:

1. Tetap fokus dan tidak panik Waktu yang terbatas memang menjadi tantangan, namun kepanikan justru dapat menghambat konsentrasi dan akurasi.

2. Prioritaskan soal yang mudah terlebih dahulu Tidak semua soal harus dijawab. Peserta disarankan untuk mengerjakan soal yang dianggap lebih cepat dan mudah untuk memaksimalkan skor.

3. Hindari klik berlebihan Setiap jawaban yang di klik simpan akan masuk kedalam pangkalan data sehingga tidak perlu klik berulang. Dalam hal data yang telah disimpan tampil pada layar tidak sesuai dengan yang dipilih, bukan berarti jawabannya berubah, hal tersebut dikarenakan ada waktu jeda dalam kondisi jaringan pada akses sedang tinggi.

4. Beri waktu jeda Beri waktu jeda dan biarkan sistem menyelesaikan proses agar berjalan optimal. Hal tersebut agar tidak ada penumpukan beban pada waktu tertentu, di mana selama proses kirim jawaban ke server dan belum dapat respons dari server, maka waktunya tidak dihitung sehingga peserta tidak dirugikan.

5.Manfaatkan waktu secara efisien Perhatikan durasi setiap subtes dan atur ritme pengerjaan dengan baik.

 

Tips dari BKN

Pada kesempatan tersebut, Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BKN, Wisudo Putro Nugroho menuturkan, pemerintah berharap seleksi ini dapat menjaring talenta terbaik yang tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga mampu bekerja secara efektif sesuai kebutuhan pengembangan Koperasi Desa dan Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6