PLN Tembus Daftar Fortune Global 500, Jawab Harapan Prabowo

PLN resmi masuk daftar Fortune Global 500 tahun 2025 di peringkat 469 dunia. Dengan pendapatan Rp 545 triliun dan laba Rp 17,7 triliun, PLN menjadi perusahaan utilitas terbesar Asia Tenggara.

Diperbarui 01 Agustus 2025, 15:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) mencetak tonggak sejarah baru dengan masuknya perusahaan ke dalam daftar Fortune Global 500 tahun 2025, menempati peringkat ke-469 dunia. Pencapaian ini menjadikan PLN sebagai satu-satunya perusahaan utilitas asal Asia Tenggara yang berhasil masuk ke dalam daftar prestisius tersebut, yang mengukur perusahaan-perusahaan terbesar dunia berdasarkan pendapatan tahunan.

Langkah ini sekaligus menjawab harapan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang sebelumnya mendorong BUMN agar mampu bersaing secara global.

“Kita ingin lihat BUMN Indonesia masuk dalam daftar Global Fortune 500. Membuktikan bahwa Indonesia bukan sekadar pengikut, tapi juga menjadi pelopor dalam ekonomi dunia,” kata Prabowo saat peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Senin (24/2/2025).

Laba Rp 17,76 Triliun

PLN membukukan pendapatan sebesar Rp545,4 triliun sepanjang tahun 2024, naik 11,9% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp487,38 triliun. Penjualan listrik menjadi penyumbang utama, yaitu Rp353,17 triliun, meningkat dari Rp333,19 triliun pada 2023.

Dari kinerja ini, PLN berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp17,76 triliun, sekaligus melampaui target penjualan listrik nasional dengan realisasi sebesar 306,22 TWh, lebih tinggi dari target pemerintah sebesar 299,99 TWh.Transformasi Menyeluruh dan Tata Kelola Kuat

 

Hasil Transformasi

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari transformasi menyeluruh yang telah dijalankan selama beberapa tahun terakhir.

“PLN terus berkomitmen memberikan layanan kelistrikan terbaik, termasuk bagi masyarakat di pelosok. Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi seluruh bangsa Indonesia karena mencerminkan posisi kita dalam perekonomian regional dan global,” tegas Darmawan.

Sementara itu, CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menambahkan bahwa keberhasilan PLN adalah contoh nyata bagaimana BUMN dapat mengembangkan tata kelola yang kuat, inovasi berkelanjutan, dan daya saing global.

“Pencapaian ini mencerminkan kapasitas global BUMN Indonesia dalam membangun model bisnis yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan,” ujarnya.

 

Memperkuat Posisi PLN

Selain mencatat kinerja keuangan impresif, pencapaian ini memperkuat posisi PLN sebagai perusahaan utilitas terbesar di Asia Tenggara dan mempertegas peran Indonesia dalam peta bisnis global.

“Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat dan pemerintah. Ini selaras dengan visi kami untuk menjadi bagian dari Top 500 Global Company,” tutup Darmawan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6