Ribuan Buruh Pabrik Otomotif Terancam PHK, Menaker Buka Suara

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menanggapi mengenai potensi PHK di sejumlah sektor usaha.

Diterbitkan 23 Juni 2026, 16:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli buka suara mengenai potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) buruh di berbagai sektor, termasuk otomotif. Menyusul potensi PHK ribuan buruh pabrik dari dua perusahaan asal Jepang.

Yassierli mengatakan, setiap potensi PHK perlu dimitigasi sesuai dengan kondisinya masing-masing. Sehingga, pendekatannya bisa dilakukan secara berbeda.

"Case tiap kasus ini berbeda-beda penanganannya. Ada yang kita dorong bipartit dulu, ada yang kemudian kita harus datangi, ada yang harus kita panggil manajemennya dan seterusnya," kata Yassierli, usai Rapat Kerja Nasional Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Dia mengamini kondisi ekonomi global membuat tekanan pada berbagai sektor industri, tak terkecuali ke dalam negeri. Pihaknya pun turut melakukan pemantauan terhadap kondisi ketenagakerjaan nasional.

"Kami dari Kementerian Ketenagakerjaan, khususnya kita Dirjen Jamsos PHI, kita terus melakukan monitoring," kata dia. 

"Jadi kita punya semacam dashboard untuk kemudian melihat ya ini kondisinya yang mana ini sekarang sedang kemudian apa ada isunya itu sudah sampai di mana," jelas Yassierli.

7 Ribu Buruh Terancam PHK

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengungkap dua pabrik otomotif asal Jepang akan pindah ke Vietnam. Sekitar 7 ribu buruh terancam pemutusan hubungan kerja (PHK). 

Dia baru mengungkap inisial dua perusahaan asal Jepang yang beroperasi di Mojokerto dan Pasuruan, Jawa Timur. Keduanya yakni PT J dan PT S. Pabrik perusahaan pertama yang disebutnya memiliki sekitar 7 ribu karyawan. Sekitar 4 ribu di antaranya terancam PHK jika sebagian lini produksinya pindah ke Vietnam.

"Memang kemungkinan, baru omong-omong ya, baru omong-omong 4 ribu. Tapi saya enggak begitu yakin 4 ribu, karena ini baru omong-omong. Biasanya kalau manajemen itu ambil call tinggi, mungkin ribuan, tapi tidak mungkin 4 ribu," ungkap Iqbal usai Rapat Kerja Nasional KSPI, di Jakarta, Selasa, 23 Juni 2026.

 

Potensi PHK

Sementara itu, satu perusahaan lagi, PT S disebut memiliki 4 ribu karyawan. Hanya saja, persentase jumlah buruh yang berpotensi ter-PHK lebih besar, sekitar 3 ribu buruh. Namun, jumlah ini, kata Iqbal masih merupakan perkiraan awal.

"Kalau yang PT S-nya jumlah karyawannya 4 ribu. Bahkan lebih parah lagi, 3 ribu (berpotensi PHK), omong-omongnya, tapi mungkin di ribuan lah," ujar dia.

Mau Yakinkan Prinsipal Jepang

Dengan demikian, nasib sekitar 7 ribu karyawan dari dua pabrik ototomotif terafiliasi perusahaan Jepang itu bergantung pada keputusan pemindahan link produksinya. Iqbal berencana melakukan negosiasi induk perusahaan keduanya agar mengurunkan niat pindah ke Vietnam.

"Memang agak besar, tapi kalau kita bisa meyakinkan mereka, prinsipal di Jepang kemungkinan pindah ke Vietnam itu tidak akan dilakukan. Karena ini juga belum terjadi," ucapnya.

"Pemindahan itu nggak semudah itu. Kemungkinan itu kata mereka 1-2 tahun ke depan. Berarti kita masih punya waktu untuk bernegosiasi," imbuh Iqbal.

 

Pabrik Otomotif Jepang Mau Pindah ke Vietnam

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengungkap ada dua perusahaan sektor otomotif yang mau hengkang dari Tanah Air. Meskipun tak seluruhnya, sebagian lini produksi disebut akan berpindah ke Vietnam.

Iqbal menerangkan, dua perusahaan itu memiliki pabrik di Mojokerto dan Pasuruan, Jawa Timur. Kondisi geopolitik yang tak menentu, hingga peluang pemgembangan kendaraan listrik disinyalir jadi alasan perusahaan akan memindahkan sebagian lini produksinya ke Vietnam.

"Informasi awal menunjukkan situasi perang yang berkepanjangan membuat prinsipal dari Jepang berencana memindahkan investasinya ke negara lain dan lebih berfokus pada pengembangan mobil listrik di Vietnam," kata Iqbal dalam konferensi pers daring, dikutip Senin (22/6/2026).

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6