Jurus Kemenekraf Geber Ekosistem Game Nasional

Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) bergerak cepat mendorong pertumbuhan game nasional.

Diterbitkan 10 Agustus 2026, 04:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) bergerak cepat mendorong pertumbuhan industri game nasional.

Melalui mandat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2026–2045, pemerintah resmi melibatkan pemerintah daerah (pemda) secara aktif untuk membangun dan memperkuat ekosistem game lokal.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan, regulasi anyar ini dirancang untuk memperjelas kolaborasi lintas kementerian/lembaga sekaligus mengoptimalkan peran pemda. Langkah ini diambil agar pembinaan pengembang game tidak lagi tertumpu pada pusat semata.

"Kami ingin tidak semua pegiat game, baik board game maupun game digital, lari ke asosiasi pusat. Kami ingin pemerintah daerah bisa menjadi 'bapak asuh' bagi mereka. Jadi ekosistem ini bisa berkembang merata dengan keterlibatan pemda," ujar Riefky, dikutip dari Antara, Senin (10/8/2026).

Riefky menjelaskan bahwa pengembangan industri game nasional menjadi salah satu agenda prioritas dalam Rencana Induk Ekonomi Kreatif 2026–2045. Untuk periode 2026–2029, strategi jangka pendek pemerintah difokuskan pada empat pilar utama:

  • Pembiayaan: Mempermudah akses modal bagi pelaku usaha.
  • Pemasaran: Membuka ruang promosi yang lebih luas.
  • Pelatihan: Meningkatkan kapasitas dan keahlian talenta lokal.
  • Investasi: Menarik modal untuk keberlanjutan bisnis game.

 

Sinergi Lintas Sektor dan Penetrasi Global

Tak bergerak sendiri, Kemenekraf merangkul 22 kementerian dan lembaga pemerintah lainnya, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Kementerian Perdagangan.

Sinergi ini bertujuan menciptakan regulasi yang ramah industri serta mendukung kemajuan ekonomi kreatif secara menyeluruh.

Di sisi lain, kolaborasi erat juga terus terjalin dengan komunitas dan asosiasi industri, seperti Asosiasi Game Indonesia (AGI). Kerja sama ini krusial untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan riil para pelaku lapangan.

 

Fasilitasi 10 Pengembang Game

Dukungan konkret pemerintah bersama asosiasi sudah membuahkan hasil di kancah internasional. Salah satunya melalui fasilitasi sepuluh pengembang (developer) gim asal Indonesia yang tampil di ajang industri gim terbesar dunia, Gamescom 2025, di Cologne, Jerman.

Unjuk gigi di ajang internasional tersebut membuka peluang emas bagi developer lokal untuk menjalin kemitraan strategis, menggaet investor, dan menembus pasar gim global.

Ke depannya, Kemenekraf berkomitmen untuk terus mengawal dan mendampingi perusahaan gim rintisan (startup game) di tanah air agar tidak hanya lahir, tetapi mampu tumbuh secara eksponensial dan berkelanjutan di industri yang makin kompetitif.