Hacker yang Ancam Bocorkan GTA 6 Klaim Berhasil Bobol FBI

Peretas yang ancam Rockstar soal GTA 6, ShinyHunters, melakukan aksinya kembal dan mengklaim telah membobol FBI.

Diterbitkan 24 September 2026, 09:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kelompok peretas (hackerShinyHunters yang sebelumnya mengancam Rockstar Games ingin membobol Grand Theft Auto VI (GTA 6) kini mengklaim berhasil mengambil data dari portal perekrutan FBI.

Informasi yang disebut ikut terdampak mencakup data pribadi pegawai, mantan pegawai, dan pelamar kerja.

Dikutip dari Polygon, Kamis (24/9/2026), ShinyHunters sebelumnya menjadi sorotan setelah mengancam akan membocorkan data milik Rockstar, pengembang GTA 6. Kini, kelompok itu mengarahkan tekanannya kepada FBI.

FBI mengakui adanya dugaan aktivitas tanpa izin pada website resmi mereka, FBIJobs.gov.

“Titik awal pembobolan masih belum diketahui, apakah berasal dari pihak ketiga atau sistem FBI,” kata FBI dalam pernyataan resminya.

ShinyHunters sebelumnya meminta uang tebusan kepada Rockstar dengan ancaman membocorkan data perusahaan. Setelah tuntutan tidak dipenuhi, kelompok ini merilis data yang lebih banyak berisi informasi keuangan Rockstar.

Nama ShinyHunters sendiri sudah muncul dalam peringatan FBI beberapa bulan lalu. FBI menyebut kelompok itu melakukan pencurian data, pemerasan, pesan dan panggilan bernada ancaman, hingga swatting terhadap korban.

The New York Times melaporkan ShinyHunters menjadikan portal lowongan kerja FBI sebagai sasaran. Kelompok peretas mengklaim memperoleh informasi pegawai saat ini, mantan pegawai, hingga orang yang pernah melamar bekerja di FBI.

Data yang diklaim ikut diambil meliputi alamat rumah, nomor telepon, nama pasangan, informasi medis tertentu, dan data pribadi lain milik puluhan ribu orang. Namun, FBI belum memastikan seluruh klaim tentang jumlah dan jenis informasi yang dicuri.

ShinyHunters juga memberikan batas waktu satu minggu kepada FBI. Kelompok itu meminta badan investigasi tersebut memperbaiki atau menghapus peringatan yang sebelumnya diterbitkan tentang aktivitas mereka.

FBI Masih Selidiki Dugaan Pembobolan

FBIJobs.gov merupakan portal yang digunakan untuk memberikan informasi pekerjaan dan menerima lamaran untuk bekerja di FBI. Sistem perekrutan yang terkait dengan portal tersebut juga menyimpan sejumlah data pribadi pelamar.

Saat ini, FBI masih menyelidiki bagaimana akses tidak sah itu terjadi. FBI juga bekerja sama dengan penyedia pihak ketiga yang mendukung FBIJobs.gov untuk mengurangi risiko lebih lanjut.

Berbeda dari insiden Rockstar, dugaan kebocoran pada sistem FBI membawa persoalan yang lebih sensitif karena data yang diklaim dicuri berkaitan dengan pegawai dan pelamar lembaga penegak hukum. Namun, FBI baru mengonfirmasi adanya penyelidikan dan belum mengungkap keseluruhan dampak insiden.