ASDP Kerahkan Kapal Besar, Antrean Truk di Ketapang Tinggal 2 Km

Untuk mengatasi antrean panjang kendaraan menuju Bali, ASDP menurunkan kapal bantuan berkapasitas besar di Pelabuhan Ketapang.

Diterbitkan 28 Juli 2025, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry mengerahkan kapal bantuan berkapasitas besar guna mengurai kemacetan kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, yang hendak menyeberang ke Bali. Langkah ini diambil menyusul antrean panjang kendaraan, khususnya truk logistik, yang sempat membludak hingga puluhan kilometer.

“Hari ini dijadwalkan uji sandar kapal perbantuan KMP Gading Nusantara milik PT Jembatan Nusantara, anak usaha ASDP,” ujar Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, dikutip dari Antara, Senin (28/7/2025).

KMP Gading Nusantara, yang biasanya melayani lintas Padangbai (Bali)–Lembar (Lombok), mampu menampung 30 hingga 40 kendaraan campuran, atau sekitar 30 unit truk tronton dalam kapasitas maksimal. Kapal ini diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Sabtu (26/7) dan telah mengantongi izin dari KSOP serta BPTD untuk beroperasi di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Menurut Shelvy, kondisi antrean kini sudah jauh lebih terkendali. Jika sebelumnya antrean kendaraan mencapai 30 kilometer, kini jaraknya hanya berkisar 1,3 hingga 2 kilometer dari pelabuhan.

"Pagi ini truk-truk logistik mengalir padat ke kantong parkir Bulusan dan antrean turun signifikan," jelasnya.

 

kerahkan 26 Kapal

KMP Gading Nusantara melengkapi kapal bantuan lain yang lebih dulu dioperasikan, yaitu KMP Portlink VII. Selain itu, kapal jenis eks-LCT tetap beroperasi dengan aturan ketat sesuai standar keselamatan dari Ditjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan.

“Kapal jenis ini hanya diizinkan mengangkut maksimal enam unit truk tronton tanpa penumpang umum, dan wajib dilengkapi dua awak kendaraan dengan jaket pelampung selama pelayaran,” tegasnya.

Per Minggu pagi, total ada 26 kapal yang aktif melayani lintasan Ketapang–Gilimanuk, terdiri dari 19 kapal di Dermaga Moveable Bridge (MB) dan 7 kapal di Dermaga LCM.

 

 

Delapan Trip

Setiap kapal dijadwalkan melakukan delapan trip per hari. Proses bongkar muat pun dipercepat, dan kapal diklasifikasikan berdasarkan jenis kendaraan yang diangkut.

General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Yannes Kurniawan, menambahkan bahwa enam kapal di dermaga LCM difokuskan untuk mengangkut truk-truk bertonase lebih dari 35 ton.

“Ini untuk memastikan distribusi logistik lebih merata dan tidak menumpuk di satu jalur operasional saja,” jelasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6