Harga Emas Anjlok, Permintaan Aset Safe Haven Turun

Harga emas mungkin masih bisa mengalami kenaikan tetapi diprediksi tidak akan mencapai level harga tertinggi sepanjang masa pada tahun ini. Simak analisisnya di sini.

Diterbitkan 26 Juli 2025, 07:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia anjlok pada perdagangan hari Jumat, terbebani oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Selain itu, pelemahan harga emas juga dipengaruhi adanya tanda-tanda kemajuan dalam negosiasi perdagangan AS-Uni Eropa yang menekan permintaan safe haven.

Mengutip CNBC, Sabtu (26/7/2025), harga emas di pasar spot turun 0,9% menjadi USD 3.336,01 per ons. Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup melemah 1,1% menjadi USD 3.335,6 per ons.

Indeks dolar AS rebound dari level terendah lebih dari dua minggu, membuat harga emas batangan lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang di luar dolar AS. Sementara imbal hasil acuan Treasury AS 10-tahun naik.

“Kesepakatan Jepang itu signifikan, dan ada harapan untuk kesepakatan AS-Uni Eropa sebelum batas waktu 1 Agustus. Hal itu melemahkan permintaan safe haven karena meningkatnya selera risiko mendorong modal beralih ke aset berisiko,” kata Wakil Presiden dan analis senior Zaner Metals Peter Grant.

Menyusul kesepakatan perdagangan AS-Jepang minggu ini, Komisi Eropa menyatakan bahwa kesepakatan perdagangan dengan AS hampir tercapai, meskipun anggota Uni Eropa menyetujui tarif balasan untuk barang-barang AS jika perundingan gagal.

 

Data Pengangguran

Dari sisi data, klaim pengangguran AS turun ke level terendah dalam tiga bulan, menandakan pasar tenaga kerja yang stabil meskipun perekrutan masih lesu.

Data pasar tenaga kerja yang stabil diperkirakan akan memberikan ruang bagi Federal Reserve (Fed) untuk mempertahankan suku bunga tetap di 4,25%-4,50% pada pertemuannya minggu depan, meskipun inflasi menunjukkan tanda-tanda peningkatan akibat tarif impor Presiden AS Donald Trump.

Kunjungan mendadak Trump ke bank sentral menandai upaya baru untuk menekan Ketua Fed Jerome Powell, dengan Presiden kembali mendesak penurunan suku bunga yang dalam.

"Emas mungkin menarik minat beli, mungkin di level USD 3.300, tetapi mungkin tidak akan mencapai level tertinggi baru sepanjang masa hingga setelah keputusan The Fed," kata Grant.

Ia menambahkan pertemuan antara Trump dan Jerome dapat menandakan penurunan suku bunga akhir tahun ini.

Emas biasanya berkinerja baik selama periode ketidakpastian dan dalam kondisi suku bunga rendah.

Logam Lainnya

Sedangkan untuk harga logam lainnya, perak di apsar spot turun 0,4% menjadi USD 38,91 per ons, tetapi masih berada di jalur untuk kenaikan mingguan sekitar 2%.

Harga platinum turun 1,6% menjadi USD 1.385,20 per ons, sementara paladium naik 0,2% menjadi USD 1.229,94 per ons.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6