Ini Penyebab Macet Total di Pelabuhan Ketapang

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan inspeksi dilakukan terhadap kapal untuk menjamin keselamatan pelayaran. Hal itu juga berakibat terhadap kondisi di Pelabuhan Ketapang.

Diterbitkan 17 Juli 2025, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) buka suara terkait kejadian macet total di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Penyebabnya, Kemenhub melakukan inspeksi di dermaga LCM dan menahan 15 kapal untuk beroperasi.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Muhammar Masyhud menyampaikan kemacetan yang terjadi karena protes para sopir truk di lokasi. Protes itu karena ada inspeksi kapal yang berujung beberapa di antaranya tak layak jalan.

"Inspeksi tersebut merupakan langkah penting yang dilakukan untuk menjamin keselamatan pelayaran dan mencegah terulangnya tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya," kata Masyhud dalam keterangannya, dikutip Kamis (17/6/2025).

Berdasarkan laporan awal, dari total 54 kapal yang diperiksa, 15 kapal dinyatakan belum memenuhi syarat untuk berlayar, sedangkan 39 kapal dinyatakan laiklaut. Kemudian, hingga Rabu sore, 16 Juli 2025, ada tambahan 6 kapal lagi yang dinyatakan layak.

"Jumlah kapal yang terbatas tersebut menyebabkan terjadinya antrean panjang yang berujung pada aksi protes oleh para supir truk. Kondisi antrean sejak sore ini (Rabu, 16 Juli 2025) sudah berangsur normal dan tidak ada pemblokiran akses," ucapnya.

Pastikan Kelancaran

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan kelancaran arus kendaraan dan pelayanan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

Masyhud menegaskan, keselamatan penumpang dan kelancaran arus logistik selalu menjadi prioritas utama Ditjen Perhubungan Laut. 

"Kami akan terus memantau situasi dan memberikan informasi terkini apabila terdapat perkembangan lebih lanjut," tandasnya.

Sopir Truk Blokade Pintu Masuk

Diberitakan sebelumnya, para sopir truk di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, melakukan aksi unjuk rasa, memprotes berkurangnya jumlah kapal yang beroperasi karena adanya inspeksi kapal di dermaga LCM. Sopir bahkan sempat memblokir akses di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi yang menyebabkan antrean kendaraan mengular sejak Selasa (15/7/2025) hingga Rabu (16/7/2025). 

Kemacetan masih berlangsung hingga saat ini, dan antrean kendaraan terpantau cukup panjang mencapai 7 kilometer hingga destinasi wisata Grand Watudodol. "Macet sampai GWD," kata pengurus truk, Aris, Rabu (16/7/2025). 

Diceritakan Aris, kemacetan parah terjadi di sekitar Kantor Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Wangi Pelabuhan Tanjung Wangi, di mana kendaraan dari dua arah tak bisa bergerak sama sekali. Hal tersebut dikarenakan kendaraan yang melaju dari Situbondo ke arah Pelabuhan Ketapang mengambil dua jalur jalan, sehingga kendaraan dari arah sebaliknya tak bisa melintas. "Menumpuk, adu banteng di sana," ujarnya. 

Beberapa waktu berselang, ia kembali ke lokasi yang sama, dan hal yang sama masih terjadi, kendaraan yang menuju Pelabuhan Ketapang masih menguasai dua jalur. Polisi dan pihak terkait telah berupaya mengatur lalu lintas di area tersebut, namun sikap tak sabaran pengguna jalan membuat kekacauan tak bisa dihindarkan. 

 

Truk Minta Tambahan Kapal

Sementara itu, Kasatlantas Polresta Banyuwangi, Kompol Elang Prasetyo mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengaturan di beberapa titik. "(Kemacetan) imbas pemblokiran supir truk menginginkan penambahan jumlah armada kapal," ujarnya. 

Saat dikonfirmasi, Kantor kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Tanjung Wangi mengatakan berkurangnya armada kapal yang beroperasi karena adanya inspeksi. Inspeksi dilakukan menindaklanjuti tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, sehingga pengecekan dilakukan untuk mencegah hal serupa terjadi.

"Tujuannya untuk keselamatan pengguna jasa. Pemerintah peduli dengan peristiwa yang kemarin terjadi," ungkap Kepala KSOP Tanjung Wangi, Purgana.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6