Ada Promo Kredit Kendaraan Syariah, Minat?

Mandiri Utama Finance (MUF) menawarkan program pembiayaan kendaraan syariah dengan margin mulai setara 2,00% dan biaya administrasi yang dimulai dari hanya Rp1.

Diterbitkan 27 Juni 2025, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Mandiri Utama Finance (MUF) melalui unit usahanya, MUF Syariah, turut ambil bagian dalam gelaran BSI International Expo 2025 yang diselenggarakan pada 26–29 Juni 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC).

Partisipasi ini merupakan wujud nyata sinergi antara MUF dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam memperluas akses pembiayaan syariah yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Selama pelaksanaan expo, MUF Syariah menghadirkan berbagai penawaran menarik bagi pengunjung. Di antaranya adalah program pembiayaan kendaraan syariah dengan margin mulai setara 2,00% dan biaya administrasi yang dimulai dari hanya Rp1.

Pengunjung juga berkesempatan mendapatkan hadiah langsung seperti voucher salon mobil senilai Rp3,8 juta, asuransi perluasan banjir selama satu tahun, serta voucher belanja hingga Rp1 juta.

Syariah SEVP Mandiri Utama Finance Judy Lesmana menyampaikan bahwa partisipasi MUF Syariah dalam expo ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan industri keuangan syariah nasional. Menurutnya, pembiayaan syariah tidak hanya menawarkan alternatif yang sesuai dengan nilai-nilai Islami, tetapi juga menjadi solusi keuangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

“Kami percaya pembiayaan syariah dapat menjadi solusi yang inklusif dan berkelanjutan. MUF Syariah siap melayani kebutuhan mobilitas masyarakat melalui skema pembiayaan yang sesuai prinsip syariah, mudah diakses, dan didukung teknologi digital,” ujar Judy.

 

 

Transformasi Digital

Judy Lesmana juga mengatakan bahwa sebagai bagian dari transformasi digital, MUF juga memperkenalkan platform pembiayaan syariah online melalui BSI OTO, yang dapat diakses di bsioto.muf.co.id.

“Platform ini memungkinkan masyarakat mengajukan pembiayaan kendaraan secara digital, cepat, dan aman, tanpa harus datang ke kantor cabang. Saat ini, MUF telah memiliki 164 jaringan kantor yang tersebar di seluruh Indonesia dan siap melayani pembiayaan berbasis syariah untuk memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari kendaraan roda dua hingga roda empat,” ungkap Judy.

 

 

Bank Mandiri Taspen Terbitkan Obligasi Rp 3 Triliun

PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) akan menerbitkan obligasi senilai total Rp 3 triliun melalui skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) II. Dana hasil penerbitan obligasi akan difokuskan untuk membiayai pertumbuhan kredit pensiunan, sejalan dengan komitmen bank mendukung kesejahteraan dan produktivitas para pensiunan di Indonesia.

Direktur Bisnis Bank Mandiri Taspen, Maswar Purnama, mengatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperluas layanan keuangan bagi segmen pensiunan.

“Obligasi ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam mendukung pengembangan wirausaha pensiunan, serta mewujudkan visi menjadi bank pensiun nomor satu di Indonesia,” ujar Maswar dalam acara Investor Gathering, Rabu (11/6/2025).

 

Kredit Pensiun

Menurutnya, seluruh dana dari penerbitan ini akan digunakan untuk mendanai kredit pensiun yang terus tumbuh. Hingga kini, total penyaluran kredit Bank Mandiri Taspen mencapai Rp 51,6 triliun, meningkat Rp 5,4 triliun secara tahunan (year-on-year). Di 2025, bank menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 11,6 persen.

Targetkan 200 Ribu Nasabah BaruDirektur Finance, Risk, and Operations Bank Mandiri Taspen, Putu Apriyanto, menjelaskan bahwa penerbitan obligasi juga menjadi strategi efisiensi pendanaan. Dengan cost of fund yang lebih kompetitif, bank berharap bisa memperluas penetrasi pasar di sektor pensiunan.

Saat ini, Bank Mandiri Taspen melayani sekitar 565 ribu nasabah pensiunan, namun yang telah memperoleh kredit baru sekitar 300 ribu orang. Artinya, masih ada sekitar 200 ribu nasabah potensial yang bisa dikonversi menjadi penerima kredit, dengan estimasi nilai pembiayaan tambahan mencapai Rp 3 triliun.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6