Harga Emas Antam 22 Juni 2026 Masih Stagnan, Intip Daftar Lengkapnya

Berikut daftar lengkap harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Senin, (22/6/2026).

Diterbitkan 22 Juni 2026, 08:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari ini, Senin (22/6/2026) masih betah stagnan. Demikian juga harga buyback emas Antam.

Mengutip laman Logam Mulia, harga emas antam hari ini dibanderol Rp 2.668.000 per gram. Harga emas Antam itu belum ada perubahan sejak kemarin.

Harga buyback emas Antam juga masih stabil. Harga buyback emas Antam hari ini ditetapkan Rp 2.401.000 per gram.

Sebagai informasi, harga buyback merupakan harga yang berlaku jika pemilik emas menjual kembali emasnya kepada Antam. Dengan demikian, Antam akan membeli emas tersebut seharga Rp 2.401.000 per gram.

Harga emas Antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis, 29 Januari 2026, yakni sebesar Rp 3.168.000 per gram. Sementara itu, harga buyback saat itu berada di level Rp 2.989.000 per gram.

Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki tingkat akurasi dan kredibilitas yang tinggi bagi masyarakat.

Berikut daftar harga emas Antam terbaru:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 1.384.000
  • Harga emas 1 gram: Rp 2.668.000
  • Harga emas 2 gram: Rp 5.286.000
  • Harga emas 3 gram: Rp 7.911.000
  • Harga emas 5 gram: Rp 13.155.000
  • Harga emas 10 gram: Rp 26.230.000
  • Harga emas 25 gram: Rp 65.410.000
  • Harga emas 50 gram: Rp 130.655.000
  • Harga emas 100 gram: Rp 261.160.000
  • Harga emas 250 gram: Rp 652.590.000
  • Harga emas 500 gram: Rp 1.304.900.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 2.608.600.000.

Harga Emas Dunia Pekan Lalu

Sebelumnya, harga emas dunia melemah pada Jumat, 19 Juni 2026 (Sabtu waktu Jakarta). Koreksi harga emas itu membawa pergerakan logam mulia ini berada di jalur penurunan dalam tiga minggu berturut-turut. Tekanan terhadap harga emas didorong dolar Amerika Serikat (AS) yang lebih kuat dan sinyal hawkish dari the Federal Reserve (the Fed).

Mengutip CNBC, Sabtu (20/6/2026), harga emas spot turun 0,6% menjadi US$ 4.184,33 per ons, pada pukul 02.11 GMT. Emas itu turun 0,9% selama sepekan. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus melemah 15 menjadi US$ 4.202,10.

Harga perak spot turun 1,5% menjadi US$ 64,83 per ons. Platinum susut 1,3% menjadi US$ 1.674,47, dan paladium melemah 0,8% menjadi US$ 1.268,65. Sementara itu, pasar di China dan Hong Kong libur merayakan Festival Perahu Naga.

Di sisi lain, dolar AS berada di level tertinggi dalam satu tahun, membuat emas batangan yang diharga dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

“Reli emas yang didorong kesepakatan perdamaian Amerika Serikat (AS)-Iran terbukti berumur pendek. Dolar yang kembali menguat, didukung oleh nada hawkish baru the Fed di bawah Kevin Warsh telah mencuri perhatian,” ujar Chief Market Analyst KCM Trade, Tim Waterer.

 

 

Prospek Harga Emas

Sembilan dari 19 pembuat kebijakan bank sentral AS kini percaya mereka perlu menaikkan suku bunga kebijakan tahun ini, menurut proyeksi yang diterbitkan pada Rabu. Hal ini setelah the Fed mengumumkan keputusannya untuk mempertahankan suku bunga kebijakan tidak berubah dalam pertemuan kebijakan perdana Kevin Warsh sebagai ketua.

Tekanan inflasi yang berasal dari perang Iran telah mendorong semakin banyak bank sentral untuk menaikkan biaya pinjaman atau memberi sinyal langkah-langkah untuk mengendalikan pertumbuhan harga.

Pelaku pasar kini melihat peluang 87% kenaikan suku bunga AS pada Desember, melonjak dari 61% sebelum keputusan Fed, menurut CME FedWatch Tool. Emas cenderung kehilangan daya tariknya ketika suku bunga tinggi, karena tidak menghasilkan bunga.

Goldman Sachs memperkirakan harga emas akan naik menjadi US$ 4.900 per ons pada Desember, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar US$ 5.400. Hal ini karena bank tersebut tidak lagi memperkirakan penurunan suku bunga Fed tahun ini.

Di geopolitik, kapal tanker minyak berlayar melalui Selat Hormuz dan AS mengatakan telah mencabut blokade terhadap Iran pada Kamis.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6