KEK Sanur dan Bali International Hospital Diresmikan, Arief Rosyid: Ini Tonggak Sejarah

Presiden Prabowo meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Bali International Hospital, langkah strategis untuk membangun kemandirian sistem kesehatan nasional dan hentikan arus berobat ke luar negeri.

Diperbarui 11 Juli 2025, 17:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto secara resmi meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Bali International Hospital (BIH) pada Kamis (27/6/2025). Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat sektor layanan kesehatan dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis industri kesehatan dan pariwisata.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyoroti persoalan klasik yang masih terjadi: lebih dari 1 juta warga negara Indonesia berobat ke luar negeri setiap tahun, terutama ke Singapura dan Malaysia. Akibatnya, negara kehilangan devisa hingga ratusan triliun rupiah setiap tahunnya.

“Ini harus dihentikan. Kita negara besar. Kita harus bisa merawat rakyat kita sendiri. Kita harus berani berdiri di atas kaki sendiri. Kita bangun rumah sakit terbaik di negeri sendiri,” tegas Presiden Prabowo di hadapan pejabat, pelaku industri, dan tenaga medis di lokasi KEK Sanur, dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (26/6/2025).

KEK Sanur: Lompatan Kesehatan dan Kemandirian Ekonomi

Kawasan Ekonomi Khusus Sanur dirancang menjadi pusat unggulan industri kesehatan kelas dunia yang terintegrasi dengan sektor pariwisata dan inovasi teknologi medis. Proyek ini mendapat dukungan dari berbagai mitra strategis, termasuk lembaga internasional.

KEK Sanur tidak hanya ditujukan untuk menampung pasien dalam negeri, tetapi juga diharapkan menjadi destinasi wisata medis bagi warga negara asing. Dengan standar layanan kesehatan global, kawasan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain serius di sektor ekonomi kesehatan.

Langkah ini sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya kemandirian nasional dalam berbagai sektor strategis—mulai dari kesehatan, pangan, energi hingga pertahanan.

Tokoh Kesehatan: Ini Tonggak Sejarah

Dr. Arief Rosyid Hasan, pakar kesehatan masyarakat, menyambut baik peresmian ini. Menurutnya, inisiatif ini merupakan momen penting untuk membalik ketergantungan Indonesia terhadap layanan kesehatan luar negeri.

“Selama ini kita kehilangan devisa karena banyak rakyat yang berobat ke luar negeri. Padahal, dengan potensi tenaga medis dan teknologi yang kita miliki, Indonesia sangat mampu membangun sistem kesehatan berkelas dunia,” ujar Arief.Ia juga menilai, langkah Presiden Prabowo merefleksikan keberanian politik dan konsistensi dalam mewujudkan Indonesia berdikari.

“Presiden Prabowo layak disebut sebagai Bapak Kemandirian Bangsa karena konsisten mendorong Indonesia berdiri di atas kekuatan sendiri, termasuk dalam sektor kesehatan,” tambahnya.

Menuju Indonesia Sehat dan Disegani Dunia

Bali International Hospital tidak hanya hadir sebagai fasilitas layanan medis, tetapi juga akan berfungsi sebagai pusat pelatihan, riset, dan pengembangan teknologi kesehatan dalam negeri.

Sebagai bagian dari komitmen awal, pemerintah meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis untuk membuka akses masyarakat terhadap layanan dasar dan memperkuat jaminan kesehatan yang inklusif.

Peresmian KEK Sanur dan BIH menjadi babak baru bagi Indonesia untuk memosisikan diri sebagai negara dengan sistem kesehatan yang kuat, modern, dan berdaya saing internasional.

“Bangsa yang sehat adalah bangsa yang kuat. Dan bangsa yang kuat adalah bangsa yang mandiri,” tutup Presiden Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6