Bapanas Minta Bahan Pangan Ayam dan Telur SPPG dari Peternak Kecil

Saat ini sudah ada sekitar 1.900 unit SPPG yang beroperasi dan jumlah ini ditargetkan meningkat menjadi 3.000 unit. Dengan jumlah tersebut, ia yakin ekosistem pangan lokal akan semakin kuat dan berdampak positif terhadap kesejahteraan petani dan peternak.

Diterbitkan 24 Juni 2025, 22:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, mendorong agar pasokan ayam dan telur untuk program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berasal dari peternak mandiri atau skala kecil. Tujuannya agar manfaat ekonomi bisa langsung dirasakan oleh para pelaku usaha kecil di sektor peternakan.

Menurut Arief, saat ini sudah ada sekitar 1.900 unit SPPG yang beroperasi dan jumlah ini ditargetkan meningkat menjadi 3.000 unit. Dengan jumlah tersebut, ia yakin ekosistem pangan lokal akan semakin kuat dan berdampak positif terhadap kesejahteraan petani dan peternak.

"Kalau satu SPPG bisa melayani sekitar 3.000 orang, bayangkan jika ada 2.500 atau 3.000 SPPG. Artinya kebutuhan pangannya besar dan bisa menyerap hasil produksi lokal secara signifikan," kata Arief saat mengunjungi dapur SPPG milik Yayasan Citra Sinergi Peduli di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (24/6/2025).

Lebih lanjut, Arief menjelaskan bahwa peran SPPG tidak hanya untuk menyalurkan makanan bergizi gratis. Program ini juga dirancang untuk membangun sistem pangan berkelanjutan — dari produksi hingga konsumsi — yang melibatkan masyarakat lokal.

"Jadi, bahan pangan di setiap SPPG harus berasal dari sumber lokal. Itu menjadi prioritas utama," tegasnya.

Ke depan, Arief juga menyampaikan bahwa proses hilirisasi pangan lokal akan dikaitkan dengan program Koperasi Desa Merah Putih, yang ditargetkan mencapai 80.000 unit. Koperasi ini akan menjadi pusat distribusi bahan pokok, gas LPG, obat-obatan, hingga produk pangan strategis lainnya.

"Hilirisasi itu bukan cuma untuk industri tambang. Di sektor pangan juga bisa. Koperasi ini nantinya bisa terhubung dengan program Makan Bergizi Gratis atau pasar murah. Jadi hasil pertanian dan peternakan lokal bisa langsung terserap," jelas Arief.

Dengan sistem seperti ini, Arief berharap tidak ada lagi kasus petani atau peternak merugi akibat kelebihan panen atau harga jatuh.

"Nanti nggak ada lagi cerita cabai dibuang karena kelebihan stok. Nggak ada lagi telur dibuang karena harganya anjlok. Semuanya sudah disiapkan untuk diserap," pungkasnya.

Sukseskan Program Makan Bergizi, Polri Kembali Resmikan SPPG di Polres Jembrana

Sebelumnya, Polri terus menunjukkan komitmennya untuk turut mensukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diusung Presiden Prabowo Subianto. Kali ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Jembrana, Bali, Selasa (17/6/2025).

“Hari ini kita melaksanakan kegiatan launching SPPG Jembrana. Di mana SPPG ini kesiapan untuk melaksanakan apa yang menjadi kebijakan Bapak Presiden terkait makan bergizi gratis," kata Listyo kepada wartawan, Selasa (17/6/2025).

Menurut dia, SPPG Polres Jembrana melayani 3.492 siswa dari 11 sekolah di daerah tersebut. SPPG merupakan bagian penting dari upaya Polri menjaga gizi dan kualitas penerus bangsa.

Selain Jembrana, Polri tengah menyiapkan 118 SPPG di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 12 SPPG tengah berjalan, 21 tengah diverifikasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN), dan lebih dari 50 tengah proses pembangunan.

“Khusus untuk Polri saat ni kita sedang dalam proses untuk membangun SPPG kurang lebih ada 100-118 yang akan kita bangun, saat ini sudah ada 12 yang sudah operasional kemudian 21 yang sedang laksanakan verifikasi dan 50-60 sekian sedang tahap pembangunan. Ini semua menjadi bagian dari upaya mendukung program makan bergizi gratis," ujar Listyo.

Buka Ruang Kerja Sama

Selain itu, Polri juga membuka ruang kerja sama seluas mungkin, melibatkan pemerintah daerah, akademisi, hingga ahli gizi. Langkah tersebut merupakan wujud dukungan Polri terhadap visi pemerintah demi Indonesia yang lebih unggul, sehat, dan sejahtera.

"Dan tentunya juga kita selalu laksanakan Food Security sehingga kita minimalkan potensi terjadinya keracunan atau permasalahan yang muncul karena masalah-masalah yang mungkin bisa terjadi. Kita harapkan kita bisa menekan sehingga terjadi Zero Tolerance dan masyarakat yang dapatkan manfaat betul-betul bisa mendapatkan kualitas terbaik," papar Listyo.

Selain peresmian SPPG, Polri juga melaksanakan bakti kesehatan (Baktikes) dan memberikan pelayanan medis gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6