Indeks Hambatan Perdagangan Global Indonesia Terendah se-ASEAN, Kalah dari Malaysia

Organisasi pendidikan asal Washington D.C, Amerika Serikat, Tholos Foundation menempatkan Indonesia di peringkat 122 Indeks Hambatan Perdagangan Internasional atau International Trade Barrier Index 2025.

Diterbitkan 06 Mei 2025, 16:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Organisasi pendidikan asal Washington D.C, Amerika Serikat, Tholos Foundation menempatkan Indonesia di peringkat 122 Indeks Hambatan Perdagangan Internasional atau International Trade Barrier Index 2025.

Peringkat tersebut cukup rendah dibandingkan negara tetangga Indonesia di Asia dan Pasifik, dengan Vietnam dan Thailand juga berdiri di posisi rendah 117 dan 118, Filipina 116, China 114, dan India di peringkat 120.

Analis Kebijakan di Tholos Foundation, Philip Thompson menjelaskan bahwa Indeks Hambatan Perdagangan yang ia susun melihat tiga bentuk langsung hambatan perdagangan yang dihadapi suatu negara.

Hambatan tersebut mencakup hambatan nontarif, pembatasan layanan, serta hambatan pada fasilitasi hingga kinerja logistik, dan hak milik.

“Jadi, dalam hal tarif, Indonesia memiliki tarif rata-rata yang relatif tinggi. Jumlah lini tarif yang bebas bea rendah, terutama jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Pembatasan layanan menjadi yang paling tinggi. Ini adalah cara bisnis asing dapat berpartisipasi dalam industri tertentu,” kata Philip dalam kegiatan Innovation Summit Southeast Asia di Jakarta Pusat, Selasa (6/5/2025).

“Kami melihat Tingkat Komponsm Dalam Negeri (TKDN) yang sangat tinggi di industri tertentu di Indonesia. Namun, juga ada sejumlah bisnis lain (di Indonesia) yang tidak memiliki kekuatan negosiasi seperti Apple,” Philip menyoroti.

“Tetapi saya pikir Indonesia masih memiliki potensi besar untuk berkembang,” tambahnya.

Peringkat teratas Indeks Hambatan Perdagangan Internasional 2025 diduduki oleh Hong Kong diikuti oleh Singapura di peringkat kedua, Israel (3) Kanada dan Jepang (peringkat 4 dan 5) serta Selandia Baru (6) dan Australia (7) serta Belanda (8), Inggris (9) dan Panama (10).

Adapun Malaysia yang berdiri di posisi cukup tinggi di antara negara-negara Asia yaitu peringkat 36.

 

Sekilas Tentang Indeks Hambatan Perdagangan 2025 Tholos Foundation

Sebagai informasi, Indeks Hambatan Perdagangan 2025 versi Tholos Foundation mengukur hambatan perdagangan langsung dan tidak langsung yang diberlakukan oleh 122 negara yang memengaruhi 97% PDB global dan 80% populasi dunia.

Indeks Hambatan Perdagangan Internasional oleh Tholos tahun ini juga meluas signifikan dari edisi terakhir pada tahun 2023 yang mencakup 88 negara menjadi 122 negara.

Pada Indeks Hambatan Perdagangan Global Tahun ini, Tholos mematok skor rata-rata tahun 2025 sebesar 4,22 pada skala 10 poin, di mana 10 menunjukkan penggunaan hambatan perdagangan tertinggi, menandakan peningkatan sebesar 7 persen dalam hambatan perdagangan global sejak rata-rata tahun 2023 sebesar 3,95.

 

34 Negara Masuk Daftar Indeks Hambatan Perdagangan Global 2025

Sebagai indeks gabungan, Indeks Hambatan Perdagangan Global juga mengambil data dari sumber-sumber resmi seperti Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OWCD) dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) untuk NTB, Tarif, dan FTA.

Indeks Hambatan Perdagangan Internasional 2025 juga menambah 34 negara baru ke dalam indeks, termasuk negara-negara yang sebelumnya dikecualikan seperti Aljazair, Botswana, Kamerun, Pantai Gading, Honduras, Lebanon, Mali, Mauritius, Pakistan, Panama, Qatar, Trinidad & Tobago, dan Tunisia, beserta negara-negara lain, yang dimungkinkan oleh ketersediaan data yang lebih baik.

Perluasan ini memperluas representasi regional, khususnya di Afrika Sub-Sahara dan Timur Tengah & Afrika Utara, ungkap Tholos Foundation.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6