Liputan6.com, Jakarta - Harga pangan global naik bulan lalu setelah Rusia menarik diri dari kesepakatan ekspor biji-bijian dari pelabuhan Ukraina.
Melansir CNN Business, Senin (7/8/2023) Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) mengatakan bahwa Indeks Harga Pangan global naik 1,3 persen pada Juli 2023 dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Indeks harga bulanan, yang melacak berbagai komoditas pangan di berbagai negara, masih turun hampir 12 persen dari Juli 2022.
Advertisement
Dilaporkan, keputusan Rusia menarik diri dari kesepakatan yang didukung PBB mendorong harga biji-bijian dan minyak bunga matahari kembali naik.
Rebound dalam Indeks Harga Pangan didorong oleh kenaikan 12 persen dalam harga minyak nabati, menurut FAO, sebagian didorong oleh kenaikan harga minyak mentah global.
Sebagai informasi, arga minyak nabati dapat dipengaruhi oleh minyak mentah karena digunakan dalam produksi biofuel.
"Harga minyak bunga matahari internasional rebound lebih dari 15 persen bulan ke bulan, terutama didukung oleh ketidakpastian baru seputar pasokan ekspor dari wilayah Laut Hitam," kata FAO dalam sebuah pernyataan.
Seperti diketahui, Ukraina dikenal sebagai pengekspor minyak bunga matahari terbesar, menyumbang 46 persen dari ekspor dunia.
Selain itu, kekhawatiran atas penurunan produksi minyak sawit di Asia Tenggara, dan kedelai dan minyak rapeseed di Amerika Utara, juga telah meningkatkan harga pangan.
Adapun indeks harga gandum global FAO, yang dimasukkan ke dalam Indeks Harga Pangan yang lebih luas, melonjak 1,6 persen pada Juli dari bulan sebelumnya. Ini menandai kenaikan bulanan pertama dalam sembilan bulan.
Rusia Tarik Diri dari Perjanjian Ekspor Gandum Laut Hitam,China Ketar-ketir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3426311/original/044954700_1618205998-top-view-bowls-with-assortment-breakfast-cereals_23-2148697624.jpg)
China diperkirakan berisiko menghadapi efek domino dari keluarnya Rusia dari kesepakatan ekspor gandum dan biji bijian di Laut Hitam.
Dikenal sebagai salah satu sekutu strategis Rusia dan negara ekonomi terbesar kedua di dunia, China adalah penerima utama produk pertanian Ukraina.
Kesepakatan Gandum Laut Hitam meredakan blokade angkatan laut Rusia di kawasan itu. Laut Hitam sendiri menampung hampir 33 juta metrik ton gandum, jelai, jagung, dan tepung bunga matahari dari Ukraina.
Sejak dimulainya kesepakatan tersebut pada Juli 2022, pelabuhan China telah menyambut 8 juta metrik ton produk pertanian dari Ukraina, menurut data dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) .
"China adalah pembeli terbesar biji-bijian Ukraina dan dengan gagalnya Inisiatif Biji bijian Laut Hitam, tekanan terhadap Beijing akan menjadi ekstrim dalam hal inflasi harga pangan," kata David Riedel, pendiri Riedel Research Group, dikutip dari CNBC International, Jumat (4/8/2023).
"Mereka mungkin telah menimbun sedikit menjelang batalnya perjanjian itu, tetapi itu adalah penimbunan berminggu-minggu, bukan berbulan-bulan,”ujarnya.
"Saya akan sangat prihatin dengan inflasi harga pangan di China," tambah Riedel.
Zhang Jun, perwakilan China untuk PBB, mengatakan kesepakatan biji-bijian Laut Hitam memiliki dampak positif dalam menjaga keamanan pangan global. Dia pun menyerukan dimulainya kembali ekspor pertanian Ukraina serta produk pupuk Rusia.
"China berharap semua pihak terkait akan mengintensifkan dialog dan konsultasi dan bertemu satu sama lain di tengah jalan, ujar Zhang dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB yang dipimpin Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken.
Pelabuhan Laut Hitam menanpung berbagai bahan makanan biji bijian yang mencakup jagung sebesar 16,9 juta ton, 8,9 juta ton gandum, 1,9 juta ton tepung bunga matahari, 1,7 juta ton minyak bunga matahari, 1,3 juta ton jelai, 1 juta ton rapeseed, dan 802 ribu ton kedelai.
Advertisement
Daftar Negara Pengimpor Biji bijian Terbanyak dari Laut Hitam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4246507/original/026668800_1669889444-paz-arando-zwZusrYAGoM-unsplash_638799c570bcc.jpg)
China : 24 persen
Spanyol : 18 persen
Turki: 10 persen
Italia: 6 persen
Belanda: 6 persen
Mesir: 5 persen
Bangladesh: 3 persen
Israel: 3 persen
Tunisia: 2 persen
Portugal: 2 persen
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4889778/original/044650100_1720754462-tentara_israel_dapet_kiriman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297860/original/099954200_1784109220-cek_fakta_-_purbaya_kuis_tebak_nama_kota.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380981/original/046199200_1760441878-klaim_link_magang_kemnaker.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1363011/original/054355300_1475488357-20161003-Pasar-Tebet-Jakarta--Angga-Yuniar-03.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4265020/original/007345300_1671377845-4_AP22352556886313.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3202507/original/071215900_1596847894-AP20220691523830.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5247508/original/065942500_1749538198-pildun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618472/original/047612700_1782607192-000_B8JU4KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287291/original/083160400_1783207895-063_2284678786.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299067/original/052484900_1784191879-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4256851/original/004151200_1670703759-7_AP22344709351178.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299482/original/065812300_1784259465-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297796/original/002584500_1784106935-didier.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299317/original/088764800_1784212809-argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297046/original/098584500_1784067058-Spain_s_Mikel_Oyarzabal__left__celebrates.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300004/original/015093400_1784283318-000_C2EH69E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299591/original/095713100_1784266667-IMG_20260717_123358.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299530/original/091785700_1784262188-IMG_20260717_111902.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5236694/original/012313000_1748516061-20250529-Harga_Pangan-ANG_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5236697/original/069578600_1748516062-20250529-Harga_Pangan-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5103467/original/057047800_1737457741-20250121-Jaga_Inflasi-ANG_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/9296114/original/034819300_1784004103-pg14-live-harga-pasar-5bc75b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4565723/original/073347600_1693995925-20230906-Kekeringan_di_Sawah-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5054979/original/081157700_1734432251-20241217-Kenaikan_Harga_Pangan-ANG_8.jpg)