Liputan6.com, Jakarta Tas yang basah setelah dicuci atau terkena hujan wajib segera dikeringkan agar tidak muncul bau apek dan jamur. Cara mengeringkan tas dengan cepat yang paling aman adalah menyerap air memakai handuk, lalu mengandalkan sirkulasi udara, bukan menjemurnya di bawah terik matahari.
Kuncinya terletak pada aliran udara yang maksimal serta bantuan bahan penyerap kelembapan. Dengan menerapkan cara mengeringkan tas dengan cepat secara tepat, tas bisa kering dalam hitungan jam tanpa merusak bentuk, warna, maupun materialnya.
Dilansir dari Backpacks Global, para ahli menyebut sirkulasi udara sebagai metode paling efektif untuk mengeringkan tas basah, dan tas bisa kering merata dalam waktu 24 jam atau kurang tergantung tingkat basahnya. Sementara itu, mengutip Adidas, tas berbahan kain umumnya membutuhkan waktu sekitar 24-36 jam untuk kering sempurna bila hanya diangin-anginkan.
Advertisement
Cara Mengeringkan Tas dengan Cepat Setelah Dicuci atau Kehujanan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4762043/original/005104700_1709611222-irma-sophia-rBmaayRDA2Q-unsplash.jpg)
Langkah paling mendasar dalam cara mengeringkan tas dengan cepat adalah membuang air berlebih terlebih dahulu, baru kemudian mengalirkan udara ke seluruh permukaan tas. Ikuti urutan berikut agar hasilnya maksimal dan tas tidak lembap tersembunyi di bagian dalam.
-
Kosongkan dan Buka Semua Kompartemen: Keluarkan seluruh isi tas, lepas aksesori yang bisa dilepas, lalu buka semua ritsleting, kancing, dan saku. Membuka setiap bagian memaksimalkan aliran udara hingga ke sudut yang tersembunyi.
-
Serap Air dengan Handuk Kering: Bentangkan tas di atas handuk, lalu tepuk dan tekan bagian dalam serta luar tas menggunakan handuk bersih. Hindari memelintir atau memeras tas karena gerakan itu dapat merusak jahitan dan mengubah bentuknya.
-
Isi Bagian Dalam dengan Handuk atau Kertas: Jejalkan handuk kering atau kertas ke dalam tas untuk menyerap kelembapan dari dalam sekaligus menjaga bentuk. Ganti isian setiap satu jam sekali jika sudah terasa lembap.
-
Gantung Terbalik di Tempat Berventilasi: Gantung tas dalam posisi terbalik agar sisa air menetes keluar dan udara menjangkau setiap bagian. Pilih lokasi teduh dengan aliran udara baik, seperti dekat jendela terbuka atau ruangan berkanopi.
-
Arahkan Kipas Angin ke Tas: Letakkan tas di depan kipas angin dengan kecepatan sedang. Udara yang terus bergerak akan mempercepat penguapan air dari serat, mirip prinsip mengeringkan sepatu basah kehujanan yang sensitif terhadap panas.
-
Manfaatkan Dehumidifier atau AC: Saat musim hujan yang lembap, nyalakan dehumidifier atau AC mode dry di ruangan tertutup tempat tas dikeringkan. Mengacu pada panduan perawatan dari produsen tas Szoneier, menjaga ruangan tetap kering sangat membantu mempercepat pengeringan karena dehumidifier efektif menarik uap air dari udara di lingkungan yang lembap.
Menyerap air dengan handuk memang langkah pertama yang paling menentukan karena menarik sebagian besar air sebelum tas diangin-anginkan, sehingga keseluruhan proses menjadi jauh lebih singkat. Prinsip yang sama berlaku pada pengeringan di dalam ruangan tanpa matahari.
Baca juga: 7 Solusi Area Jemur Tanpa Matahari Langsung Agar Tak Bau Apek
Advertisement
Cara Mengeringkan Tas dengan Cepat Sesuai Jenis Bahannya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3137112/original/000882600_1590489335-brown-leather-crossbody-bag-with-white-framed-sunglasses-167703.jpg)
Setiap material memiliki karakter berbeda, sehingga cara mengeringkan tas dengan cepat pun perlu disesuaikan agar tidak salah penanganan. Berikut panduan berdasarkan bahan tas yang paling umum digunakan.
-
Tas Kanvas atau Kain: Peras lembut sisa air, lalu gantung di tempat berventilasi baik dan arahkan kipas angin untuk mempercepat. Pastikan lapisan dalam ikut kering agar tidak muncul bau apek. Pahami dulu cara membersihkan tas kanvas yang kotor sebelum masuk tahap pengeringan.
-
Tas Kulit Asli: Tepuk air dengan kain mikrofiber, jangan digosok, lalu isi dengan kertas putih tanpa tinta untuk menjaga bentuk. Keringkan alami di tempat teduh dan jauhi panas langsung. Simak pula tips merawat tas kulit agar tidak jamuran.
-
Tas Kulit Sintetis: Lap dengan kain lembap, keringkan dengan diangin-anginkan, dan hindari sinar matahari langsung karena panas UV membuatnya retak serta mengelupas. Perhatikan juga trik menyimpan tas kulit sintetis agar tidak mengelupas setelah kering.
-
Tas Suede atau Nubuck: Serap air secepatnya dengan kain bersih tanpa menggosok, isi kertas, lalu keringkan di tempat teduh. Setelah kering, sikat perlahan dengan sikat khusus suede untuk mengembalikan tekstur bulu halusnya.
-
Ransel dan Koper: Buka semua ritsleting dan kompartemen, serap air dengan handuk, lalu gantung terbalik dengan bantuan kipas angin. Ukurannya yang besar dan banyak sekat membuat proses ini butuh waktu lebih lama.
Sebagaimana disampaikan REI, tas sebaiknya dikeringkan di tempat teduh atau di dalam ruangan, bukan di bawah sinar matahari langsung, karena sinar UV dapat merusak serat kain. Untuk tas kulit, persoalannya lebih sensitif lagi. Berdasarkan penjelasan Carl Friedrik, saat kulit basah, molekul air mengikat minyak alami pada kulit, sehingga ketika air menguap minyak ikut tertarik keluar dan membuat kulit menjadi kaku serta rapuh.
Karena itulah tas kulit tidak boleh dikeringkan terburu-buru. Andar, produsen produk kulit, menekankan bahwa kesabaran adalah faktor utama saat mengeringkan tas kulit.
"Kesabaran adalah kunci selama proses pengeringan; terburu-buru bisa menyebabkan kulit retak atau melengkung sehingga rusak dalam jangka panjang."
Jika terpaksa mempercepat prosesnya, gunakan hair dryer dengan pengaturan suhu paling rendah (dingin) dan jaga jarak aman agar permukaan kulit tidak rusak. Setelah tas benar-benar kering, barulah oleskan kondisioner. Porter & Ivy menegaskan pentingnya langkah perawatan ini.
"Mengondisikan kulit bukanlah perawatan biasa, melainkan perlindungan investasi. Sepuluh menit dua kali setahun adalah pembeda antara tas yang bertahan satu dekade dan yang terlihat usang dalam dua tahun."
Baca juga: 6 Tips Mudah Membersihkan Tas Kulit Agar Tetap Mengkilap dan 5 Cara Membersihkan Tas Tangan.
Bahan Penyerap Kelembapan untuk Mengeringkan Tas dengan Cepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4287382/original/076310100_1673371663-silica-gel-ga9f679d80_1280.jpg)
Selain kipas dan udara, ada beberapa bahan sederhana di rumah yang bisa mempercepat pengeringan. Bahan penyerap ini menjadi cara mengeringkan tas dengan cepat yang murah sekaligus efektif menekan risiko jamur, terutama pada sudut yang sulit kering.
-
Silica Gel: Masukkan beberapa bungkus silica gel ke dalam tas untuk menyerap kelembapan berlebih. Pelajari lebih jauh fungsi silica gel yang aktif menarik molekul air dan mencegah tumbuhnya jamur.
-
Kertas Koran: Remas kertas koran menjadi bola-bola kecil, lalu penuhi bagian dalam tas. Serat kertas berdaya serap tinggi terhadap kelembapan di celah-celah yang sulit dijangkau, meski sebaiknya hindari koran berwarna pada tas berwarna terang agar tinta tidak luntur.
-
Arang Aktif: Letakkan kantong arang aktif di dalam tas selama beberapa jam. Selain menyerap kelembapan, arang aktif juga mengikat molekul bau sehingga tas tetap segar.
-
Beras Kering: Bungkus beras kering dengan kain tipis lalu masukkan ke dalam tas sebagai penyerap uap air alami. Metode ini praktis untuk kompartemen kecil yang lembap.
-
Baking Soda: Taburkan baking soda di dalam tas kering yang sudah terlanjur apek, tutup ritsletingnya, dan diamkan 24-48 jam sebelum dibersihkan. Bahan ini menetralkan senyawa asam penyebab bau.
Perlu diingat, silica gel punya masa pakai terbatas dan perlu diganti atau dijemur secara berkala agar tetap efektif menyerap kelembapan. Kombinasi bahan penyerap dan sirkulasi udara inilah yang membuat tas cepat kering sampai ke bagian dalam.
Baca juga: 7 Cara Menghilangkan Bau Apek di Tas Tanpa Dijemur, 7 Manfaat Silica Gel yang Jarang Diketahui, dan 5 Cara Merawat Tas yang Sudah Lama Tidak Dipakai.
Advertisement
Kesalahan Umum saat Mengeringkan Tas yang Wajib Dihindari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4762042/original/059473100_1709611138-lex-sirikiat-kGDKrhFnXIM-unsplash.jpg)
Banyak orang justru merusak tas kesayangan karena salah metode pengeringan. Sandra Selviana, Founder Your Bag Spa, mengingatkan bahwa perawatan tas tidak boleh dilakukan asal-asalan.
"Tas dan sepatu tidak semata jadi penunjang fesyen, tapi juga investasi bernilai. Namun, jangan sembarangan dalam membersihkannya."
Menghindari kesalahan berikut sama pentingnya dengan mengeringkan itu sendiri, apalagi kelembapan yang tersisa adalah pemicu utama jamur dan bau apek pada tas.
-
Menjemur di Bawah Matahari Terik: Panas berlebih memudarkan warna, membuat material kaku, bahkan melelehkan lem dan lapisan pelindung. Cukup angin-anginkan di tempat teduh.
-
Memakai Pengering Mesin Cuci: Panas dan putaran mesin dapat merusak jahitan, aksesori, serta membuat tas berubah bentuk. Selalu keringkan secara manual.
-
Menggunakan Hair Dryer Panas Tinggi: Suhu tinggi menyusutkan dan meretakkan material, khususnya kulit. Bila memang perlu, gunakan mode dingin atau paling rendah sambil terus digerakkan.
-
Memelintir atau Memeras Tas: Gerakan ini meregangkan serat dan merusak struktur tas. Cukup tekan lembut dengan handuk.
-
Menyimpan Tas dalam Kondisi Masih Lembap: Inilah kesalahan paling fatal yang langsung mengundang tumbuhnya jamur serta bau tak sedap. Pastikan tas 100 persen kering sebelum disimpan.
-
Menutup Semua Ritsleting Saat Mengeringkan: Kompartemen yang tertutup memerangkap uap air sehingga bagian dalam tetap lembap. Buka lebar seluruh saku dan sekat.
-
Menyimpan di Ruangan Lembap: Percuma tas dikeringkan bila lemari penyimpanannya pengap. Merujuk Environmental Protection Agency, kelembapan ruangan idealnya dijaga pada kisaran 30-50 persen agar jamur dan tungau tidak mudah berkembang.
Setelah kering sempurna, simpan tas berdiri tegak di tempat sejuk berventilasi, bukan ditumpuk. Kebiasaan ini sejalan dengan cara merawat tas agar panjang umur dan tips menyimpan pakaian agar tidak bau apek saat musim hujan. Bila ruangan cenderung pengap, terapkan pula langkah mengatasi ruangan lembab supaya tas tetap kering lebih lama.
Baca juga: 6 Cara Mengeringkan Payung Basah Agar Tidak Bau.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mengeringkan Tas dengan Cepat
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengeringkan tas?
Waktunya bergantung pada bahan dan tingkat kebasahan. Tas kain atau kanvas biasanya kering dalam 12-24 jam, sedangkan tas kulit bisa memakan waktu 2-3 hari. Bila hanya sedikit lembap, tas dapat kering dalam beberapa jam saja dengan bantuan kipas angin dan sirkulasi udara yang baik.
Apakah aman mengeringkan tas menggunakan hair dryer?
Boleh, tetapi hanya dengan pengaturan suhu paling rendah atau mode dingin, sambil terus digerakkan dan menjaga jarak dari permukaan tas. Panas tinggi berisiko membuat material kaku, retak, menyusut, hingga melelehkan lem, terutama pada tas berbahan kulit dan sintetis.
Bagaimana cara mengeringkan tas dengan cepat saat musim hujan tanpa sinar matahari?
Manfaatkan sirkulasi udara dalam ruangan dengan menggantung tas terbalik di depan kipas angin, lalu isi bagian dalamnya dengan handuk atau kertas kering. Tambahkan silica gel atau nyalakan dehumidifier maupun AC untuk menurunkan kelembapan agar tas cepat kering tanpa bau apek.
Intinya, tas basah cukup ditangani dengan tiga prinsip sederhana: serap airnya, alirkan udara, dan bantu dengan penyerap kelembapan. Selama Anda menghindari panas langsung dan memastikan tas benar-benar kering sebelum disimpan, tas kesayangan akan tetap awet, wangi, dan siap dipakai kembali kapan saja.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288313/original/005703000_1783311841-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-06T103916.100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4889778/original/044650100_1720754462-tentara_israel_dapet_kiriman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297860/original/099954200_1784109220-cek_fakta_-_purbaya_kuis_tebak_nama_kota.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298515/original/080657300_1784173848-YBRXv57L3m7uu4c94HqOOn7fSHu6dq0fxQqTQEZU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300000/original/049582300_1784282893-mainoo_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111027/original/077801500_1783052609-AP26183730218725.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4265020/original/007345300_1671377845-4_AP22352556886313.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3202507/original/071215900_1596847894-AP20220691523830.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5247508/original/065942500_1749538198-pildun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618472/original/047612700_1782607192-000_B8JU4KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287291/original/083160400_1783207895-063_2284678786.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299067/original/052484900_1784191879-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4256851/original/004151200_1670703759-7_AP22344709351178.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299482/original/065812300_1784259465-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297796/original/002584500_1784106935-didier.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299317/original/088764800_1784212809-argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300309/original/044782000_1784345754-hll.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300284/original/032572000_1784345045-pexels-timur-weber-8560740.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5264369/original/073628300_1750846158-sports-girl-black-top-training-autumn-park.jpg)