Cara Membuat Rak Tanaman Beroda dari Galon Bekas, Praktis untuk Memindahkan Pot

Ketahui cara membuat rak tanaman beroda dari galon bekas, praktis sekaligus memiliki nilai estetika.

Diterbitkan 17 Juli 2026, 15:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memanfaatkan galon air mineral bekas sebagai barang fungsional menjadi salah satu cara sederhana untuk mengurangi limbah plastik di rumah. Dengan sedikit kreativitas, galon bekas dapat diubah menjadi rak tanaman beroda yang praktis sekaligus memiliki nilai estetika.

Rak tanaman beroda memudahkan Anda memindahkan koleksi tanaman mengikuti kebutuhan cahaya matahari atau saat membersihkan halaman dan teras. Selain hemat biaya, proyek ini juga dapat dikerjakan sendiri menggunakan peralatan sederhana yang mudah ditemukan.

Berikut cara membuat rak tanaman beroda dari galon bekas, dihimpun Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat (17/7).

1. Siapkan Galon Bekas dan Peralatan Pendukung

Langkah pertama adalah menyiapkan satu atau dua galon air mineral bekas berukuran 19 liter yang masih kokoh dan tidak retak. Selain galon, siapkan empat roda caster berputar, baut dan mur, bor, cutter, penggaris, spidol, amplas halus, serta papan multipleks tipis atau papan PVC sebagai alas rak jika diperlukan.

Cuci galon hingga bersih menggunakan sabun dan air, kemudian keringkan seluruh bagian sebelum mulai dipotong. Pastikan tidak ada sisa air di dalam galon agar proses pengerjaan lebih mudah dan hasil akhirnya lebih rapi.

Periksa kondisi galon secara menyeluruh sebelum digunakan. Hindari memakai galon yang sudah rapuh atau mengalami retakan karena dapat mengurangi kekuatan rak saat menopang beberapa pot tanaman.

2. Potong Galon Menjadi Rangka Rak

Posisikan galon secara horizontal, lalu buat tanda menggunakan spidol pada salah satu sisi yang akan dijadikan bukaan. Potong bagian tersebut secara hati-hati menggunakan cutter atau gerinda mini hingga terbentuk ruang terbuka yang cukup untuk meletakkan pot tanaman.

Sisakan bagian bawah dan sisi-sisi galon agar tetap utuh sebagai rangka utama. Struktur melengkung galon justru membantu mempertahankan kekuatan sehingga rak tidak mudah berubah bentuk ketika diberi beban.

Setelah proses pemotongan selesai, haluskan seluruh tepi menggunakan amplas. Langkah ini penting untuk menghilangkan sisi tajam sehingga rak lebih aman saat digunakan.

3. Pasang Alas dan Roda pada Galon

Balik galon sehingga bagian bawah menjadi dasar rak. Pasang papan multipleks atau papan PVC di dalam bagian bawah galon sebagai alas tambahan agar pot tanaman memiliki permukaan yang lebih rata dan stabil.

Selanjutnya, pasang empat roda caster pada bagian dasar galon menggunakan baut dan mur. Letakkan roda di setiap sudut dengan jarak yang seimbang agar rak dapat bergerak dengan stabil saat didorong.

Gunakan roda yang memiliki pengunci (brake) apabila rak akan ditempatkan di teras atau lantai yang sedikit miring. Dengan demikian, rak dapat dikunci agar tidak mudah bergeser ketika digunakan.

4. Tambahkan Lubang Drainase dan Ventilasi

Sebelum rak digunakan, buat beberapa lubang kecil pada bagian dasar galon menggunakan bor. Lubang ini berfungsi sebagai saluran pembuangan apabila air dari pot menetes setelah penyiraman.

Tambahkan pula beberapa lubang kecil pada sisi galon untuk membantu sirkulasi udara di sekitar pot. Ventilasi yang baik membantu mengurangi kelembapan berlebih yang dapat memicu lumut atau jamur pada rak.

Pastikan ukuran lubang tidak terlalu besar agar kekuatan struktur galon tetap terjaga. Cukup buat lubang secukupnya untuk memperlancar aliran air dan udara.

5. Finishing dan Tata Tanaman

Bersihkan kembali seluruh permukaan rak dari sisa debu hasil pemotongan dan pengeboran. Jika diinginkan, cat bagian luar galon menggunakan cat semprot khusus plastik agar tampilannya lebih menarik dan tahan terhadap cuaca.

Biarkan cat mengering sempurna sebelum rak digunakan. Setelah itu, susun pot-pot tanaman berukuran kecil hingga sedang secara merata agar beban tidak bertumpu pada satu sisi saja.

Tempatkan rak tanaman beroda di teras, balkon, atau halaman sesuai kebutuhan. Berkat roda pada bagian bawah, rak dapat dipindahkan dengan mudah untuk memperoleh sinar matahari yang cukup atau saat area sekitar akan dibersihkan.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Rak Tanaman Beroda dari Galon Bekas

1. Galon bekas seperti apa yang cocok dijadikan rak tanaman beroda?

Sebaiknya gunakan galon air mineral bekas berukuran 19 liter yang masih kokoh, tidak retak, dan tidak berubah bentuk. Galon dengan kondisi yang baik akan lebih kuat menopang pot tanaman dan lebih aman digunakan dalam jangka panjang.

2. Mengapa rak tanaman dari galon bekas perlu dipasang roda?

Roda memudahkan rak dipindahkan ke berbagai lokasi tanpa harus mengangkat pot satu per satu. Hal ini bermanfaat saat tanaman membutuhkan paparan sinar matahari yang berbeda, ketika membersihkan teras, atau saat ingin menata ulang area taman.

3. Apakah rak tanaman dari galon bekas mampu menahan beban beberapa pot?

Ya, selama galon yang digunakan masih dalam kondisi baik dan roda dipasang dengan benar. Agar lebih stabil, gunakan alas tambahan seperti papan multipleks atau papan PVC, serta susun pot berukuran kecil hingga sedang secara merata agar beban tidak terkonsentrasi pada satu sisi.

4. Mengapa perlu membuat lubang drainase dan ventilasi pada galon?

Lubang drainase berfungsi mengalirkan air yang menetes dari pot setelah penyiraman sehingga tidak menggenang di dalam rak. Sementara itu, lubang ventilasi membantu memperlancar sirkulasi udara sehingga kelembapan tidak berlebihan dan mengurangi risiko tumbuhnya lumut atau jamur.

5. Di mana sebaiknya rak tanaman beroda dari galon bekas ditempatkan?

Rak dapat ditempatkan di teras, balkon, halaman, atau area taman yang memiliki permukaan datar. Jika menggunakan roda yang dilengkapi pengunci (brake), rak akan lebih stabil dan tidak mudah bergeser saat digunakan atau terkena embusan angin.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6